Pulang Dugem, Mahasiswi Unklab Nyaris Diperkosa Dalam Mobil

She: Dia Sempat Raba-raba Kita Pe Buah Dada deng Kemaluan

POSKO, MANADO—Jika saja She (22) –nama samaran—tidak melakukan perlawanan, perawannya berhasil direngut gratis oleh seorang lelaki gatal bete (gabet) berinisial TN alias Tian (22).
Peristiwa memiriskan perempuan cantik yang tercatat mahasiswi Unversitas Klabat (Unklab) Airmadidi ini terjadi Kamis (15/4) subuh kemarin sekitar pukul 04.30 Wita di dalam mobil Kijang Inova saat berada di sekitaran Kampung Bugis Kelurahan Dendengan Luar Kecamatan Tikala.
Ketika itu, She yang diketahui tinggal di salah satu kelurahan di Kecamatan Tikala itu baru saja menikmati dunia gemerlap (Dugem) di Corner, sebuah tempat hiburan malam kelas eksekutif di kawasan Bahu Mall. Meski tak berhasil menikmati mahkota suci korban, namun setidaknya tersangka berhasil mengerayangi buah dada serta kemaluan korban.

Pengakuan korban saat melapor di Poltabes Manado beberapa jam setelah kejadian, berawal ketika dirinya menunggu mobil hendak pulang ke rumah Dugem di Corner.
Saat berdiri menunggu mobil di tepi jalan, tiba-tiba muncul tersangka yang kebetulan juga baru saja menikmati dugem di di Score yang berada di kawasan Manado Town Square (Mantos).
Saat itulah tersangka yang memang jatuh cinta pada korban langsung menawarkan jasa mengantar pulang ke rumah. Karena sudah saling kenal, tanpa curiga sedikit korban menuruti niat baik tersangka.
Dalam perjalanan dari Corner menuju rumah, kedua insan berbeda jenis ini terlibat pembicaraan ringan seputar pesta dugem yang baru saja mereka nikmati.

Malam itu korban memang dengan balutan pakaian seksi dan feminim. Tak heran, dalam perjalanan mengantar korban pulang pikiran tersangka tiba-tiba dirasuki setan gabet.
Alhasil, saat mobil yang kemudikan tersangka berada di kawasan sepi sekitar Kampung Bugis tiba-tiba tersangka menghentikan laju mobilnya. Tanpa banyak bicara dia yang sudah dipengaruhi minuman keras langsung memeluk dan mengerayangi payudara serta kemaluan korban.
Tentu perlakuan seenaknya itu tak diterima korban. Korban berusaha melawan menyelamatakan barang pribadinya dari sentuhan tangan jahil tersangka.
Tersangka yang kebelet seks tak mau patah arang. Kali ini dia memanfaatkan bogem mentahnya menghantam wajah korban. Tak pelak darah dari pelipis mata kiri korban berceceran ke wajah cantik perempuan berkulit putih mulus ini.
Bersamaan itu, dengan cepat kilat tersangka mengeluarkan kemaluannya yang sudah siap ‘tempur’. Kagetnya korban bukan kepalang. Langsung saja korban membuka pintu lalu meloncat dari mobil. Sudah begitu, tersangka juga masih menendang pantat korban hingga gadis malang ini jatuh tersungkur aspal jalan.
Karena niat busuknya tak berhasil, tersangka pun langsung tumingkas meninggalkan. ”Dia kwa suka-suka pa kita, kong waktu tiba di lokasi kejadian dia lansung polo pa kita kong pegang-pegang kita alat kemaluan,” ungkap korban dihadapan penyidik sambil menangis.
Sementara Kapoltabes Manado Kombes Pol Aridan J Roeroe melalui Ka SPK Plug C Iptu Jantje Supit membenarkan peristiwa tersebut. ”Tersangkanya masih dalam pengejaran,” kata Supit singkat. (725)

Sumber: Posko Manado, 16 April 2010

Gayus Bolmong Larikan Diri

TPP dan Gaji Helmy Bakal Ditahan

BOLMONG — Aksi makelar pajak (maja) Gayus Tambunan melarikan diri dari kejaran penegak hukum, ditiru  HW alias Helmy yang diduga makelar PNS. Helmy yang dilaporkan puluhan warga Imandi, Dumoga ke Kepolisian Resor (Polres) Bolmong menghilang usai dijemput petugas polisi kehutanan (Polhut) di rumahnya, Selasa (13/4) kemarin.
Setiba di Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bolmong, si makelar mengelabui petugas dengan menyatakan dirinya akan bertanggungjawab.  Dia pun izin pamit membeli rokok di warung depan Dishutbun. Sekian menit ditunggu, Helmy tak balik lagi ke kantor Dishutbun.
‘’Maaf dia (Helmy) dia mengaku beli rokok, tapi sampai sekarang tidak balik lagi,’’aku Kepala Dishutbun Yoyok Lihawa kemarin.

Amarah Yoyok yang kala itu didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Sudibyo Lasabuda, marah sekaligus malu karena
tidak menyangkan stafnya itu akan melarikan diri. ”Saya sangat mendukung untuk mempolisikan yang bersangkutan (Helmy),” ujar Yoyok.
Bahkan, Yoyok meminta langsung kepada bagian Keuangan Pemkab Bolmong, untuk menahan tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama tiga bulan. Juga, kalau Helmy, warga Kotobangon itu belum juga bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya, maka termasuk gajinya akan ditahan. ”Soal sanksi terkait statusnya sebagai PNS, kami serahkan hal itu ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Yang jelas, kami mendukung proses hukum,” ujar Yoyok, yang diulangi Sudibyo.
Apa yang dilakukan Helmy, sejak awal sudah diketahui atasannya. Karena,dugaan penipuan bukan baru kali ini dibuatnya. Sudibyo mengatakan, Helmy sempat mengistilahkan kelompok 16, kelompok 17 dan kelompok 21. ”Kelompok itu maksudnya, sesuai dengan jumlah orang yang diduga termakan tipu Helmy,” ujarnya.
Dari jumlah itu, kalaupun dikalikan dengan nominal uang terkecil yang diminta Helmy senilai Rp5 juta, maka uang yang didapat Helmy sekira Rp270 juta. Belum ditambah beras dan biaya lain-lain saat Helmy bersama rekan-rekannya datang berkunjung. ”Kami kumpul uang untuk belanja makanan, sembelih ayam dan uang jalan, termasuk biaya sewa kendaraan yang dipakainya,” ujar Lucky.
Sampai saat ini, keberadaan Helmy tidak diketahui. Pihak Dishutbun sudah beberapa kali menghubungi telepon selularnya, tetapi tidak aktif. Begitu pun saat bertandang lagi ke rumahnya, Helmy tidak berada ditempat. Istrinya hanya mengatakan, keluar sejak pagi.
Namun, informasi itu langsung dibantah para korban. Menurut Lucky, korban yang lain menyaksikan dengan mata kepala sendiri, beras diantar ke rumahnya. Malah para korban ini ikut mengangkat beras ke dalam rumahnya. Tidak hanya itu, sempat berjabat tangan langsung dan Ferry sempat meminta uang Rp1 juta, untuk dirinya berangkat ke Jakarta mengurusi THL. ”Kami yang berjabat tangan dengan pak Ferry,” ujar Lucky. (fir)

Sumber: Manado Post, 14 April 2010

Korban Diduga Sudah Berjatuhan

-Awas! Makelar CPNS Mulai Cari Mangsa
-Pemkab Bolmong Lakukan Penyelidikan

POSKO, BOLMONG— Belum juga dimulai tahapan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Bolaang Mongondow, oknum-oknum yang disebut ‘makelar CPNS’ sudah bergentayangan, bahkan telah memakan korban yang tidak sedikit.
Pemerintah Kabupaten Bolmong, mengaku tidak tinggal diam dengan adanya laporan serta kasus-kasus yang bermunculan terkait dengan penerimaan CPNS di daerah itu, termasuk yang beberapa waktu lalu dilakukan oleh oknum staff Dinas Kehutanan dan Perkebunan.
Bupati Bolmong, Hj Marlina Moha Siahaan, melalui juru bicaranya, Bachruddin Marto MSi, kepada POSKO menegaskan, saat ini pihaknya mulai melakukan penyelidikan terkait berbagai laporan yang ada. ‘’Kami terus melakukan pengecekan, dan jika mengaitkan oknum PNS di sini, tentu itu akan dilakukan sesuai dengan mekanisme kepegawaian yang ada,” kata Marto.
Diingatkannya pula, masyarakat jangan mudah tertipu dengan iming-iming oknum tertentu untuk dijadikan PNS di Pemkab Bolmong. ‘’Untuk penerimaan CPNS itu ada mekanisme khusus, dan tidak secara perorangan yang datang dan menawarkan,” katanya.
Sekadar diketahui, puluhan warga Kecamatan Dumoga Bersatu, Jumat (9/4) lalu nyaris mengobrak-abrik Kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Bolmong. Mereka baru sadar telah tertipu oleh oknum staff Dishut, yang menjanjikan pekerjaan sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) serta CPNS, dengan imbalan uang jutaan rupiah ditambah beras.
Informasinya, sekitar awal April silam, warga telah menyetorkan uang yang rata-rata Rp5 juta sampai Rp9,5 juta plus beras 60 Kg. Itu sebagai imbalan untuk staff Dishut yang teridentifikasi berinisial HW alias Hel. Sebuah surat, laiknya perjanjian, dibuat dengan beberapa poin kesepakatan, yang di antaranya Hel siap mengembalikan imbalan yang diberi, jika yang member nantinya tidak lolos THL dan CPNS. (708)

Sumber: Posko Manado, 13 April 2010

Ha ha… Suami Istri Bertarung Berebut Jabatan Bupati

GORONTALO, KOMPAS.com —

Istri pertama Bupati Kabupaten Bone Bolango (Bonbol), Ruaida Mile, siap mengalahkan suaminya, Ismet Mile, yang sama-sama maju dalam bursa pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah itu.

Hal itu dikemukakan Ruaida seusai mendaftarkan diri serta menyerahkan berkas administrasi persyaratan calon pasangan di Kantor Komisi Pemilihan Umum setempat, Rabu (7/4/2010).

Ruaida, yang didampingi pasangan calon wakil bupati, Haris Hadju, atau yang dikenal sebagai paket “Ridha” itu, menandaskan bahwa pihaknya siap merebut kemenangan hanya dalam satu putaran.

“Yang pasti kami bukan pasangan boneka dari paket mana pun, kami siap menang,” kata Ruaida, yang datang dengan sekitar 400 massa pendukung itu.

Seusai mendaftarkan diri, paket “Ridha” ini langsung berkonvoi keliling sejumlah jalan utama di Kabupaten Bone Bolango. Aksi itu berjalan tertib dan terkendali.

Ruaida saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Kabupaten Bonbol, sedangkan pasangan calon wakil bupatinya, Haris Hadju, tercatat sebagai staf ahli Gubernur Gorontalo.

Suaminya, Ismet Mile, yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Bonbol sekaligus Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) setempat, juga kembali mencalonkan diri dengan menggandeng Ibrahim Ntau, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum di wilayah itu, paket mereka bernama “Isra”.

Selain pasangan suami istri Bupati Bonbol tadi, juga tercatat sejumlah pasangan calon lainnya yang juga turut meramaikan Pilkada Bonbol, baik yang diusung oleh parpol pendukung maupun yang bersifat independen.

Sementara itu, Ketua KPU Bonbol Femmy Kristina Udoki mengatakan, pendaftaran dan penyerahan berkas administrasi persyaratan pasangan calon untuk pilkada itu akan dibuka hingga 12 April mendatang. Pasangan calon yang memenuhi syarat akan diumumkan pada tanggal 1 hingga 2 Mei 2010.

Pilkada di Kabupaten Bonbol rencananya akan digelar pada 5 Juli 2010 mendatang, serentak bersama dua kabupaten lainnya, yakni Pohuwato dan Gorontalo.

Sumber: Kompas.com, 7 April 2010

Soal Siswa SD Pelaku Perkosaan

Film Porno Diduga Jadi Pemicu

POSKO,BOROKO – Kasus perkosaan yang dilakukan RY alias Rai (13) yang masih tercatat sebagai salah satu siswa SD di Kabupaten Bolmut, terhadap korbannya Melati (17) warga desa Sonuo rupanya terus menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya baik korban maupun tersangka masih berusia belia dan seharusnya belum paham dengan hubungan seksual, apalagi berujung pada pemerkosaan. Kuat dugaan yang membuat para anak di bawah umur saat ini lebih cepat mengetahui soal aktifitas seks adalah marak beredarnya film porno baik lewat kaset VCD, DVD, maupun lewat vasilitas 3Gp yang ada di handphone. “Inikan nyanda wajar, tersangka maupun korban masih anak-anak. Begitu lei deng tersangka pe tamang-tamang yang diduga kuat ikut terlibat dalam perencanaan perkosaan,” ujar Sartini warga Boroko.
Menanggapi hal itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Bolmut, Farasdak ‘Asdi’ Alamry mengharapkan agar semua pihak, mulai dari aparat kepolisian, para guru di sekolah hingga para orang tua, ikut memperhatikan perkembangan perilaku anak-anaknya, guna mencegah hal-hal seperti itu. Dicontohkan Asdi, seperti secara periodik melakukan pemeriksaan terhadap telpon selular anak-anak, baik disekolah mapun dirumah. Sedangkan untuk aparat kepolisian melakukan razia kaset film porna yang juga telah marak beredar. “Saya kira semua pihak harus prihatin dan tanggap terhadap persoalan ini. Serta mulai sekarang turut memperhatikan lingkungan anak agar jauh dari pengaruh negatif,” ujarnya.
Sementara itu Kapolsek Bolangitang AKP Benjamin Rani yang dihubungi wartawan koran ini via telpon menegaskan, jika saat ini lima rekan tersangka lainnya sudah dipanggil aparat. Dan karena Bolmut belum memiliki tahanan remaja, maka pihaknya akan secepatnya melimpahkan kasus tersebut ke Mapolres Bolmong. “Kasus akan dipercepat untuk dilimpahkan lantaran di Bolmut belum ada tahanan remaja. Sedangkan 5 teman tersangka sudah dipanggil untuk dimintai keterangan,” terang Benjamin.(723)

Sumber: Posko Manado, 7 April 2010

Siswi SMP Digilir 4 Remaja

2 Pelaku Masih SD

BOROKO—Mawar nama yang disamarkan diduga korban pemerkosaan oleh empat remaja pranggang Desa Sunuo Kecamatan Bolangitang Barat (Bobara). Kejadian tersebut terjadi Sabtu (03/04/10) lalu, sekitar pukul 12.30 Wita di rumah teman korban berinisial SH alias Sis.
Keempat pelaku yakni RY alias Rai (13), HH alias Her (20), RM alias Ras (15) dan Sawal (9) siswa SD kelas 4. Sementara dua orang wanita merupakan teman korban turut  terlibat yakni SH alias Sis (14) dan JT alias Jula (16).

Awalnya korban  baru selesai Sholat Zuhur. Tak lama kemudian melintas dua rekannya Sis dan Jula. Kemudian  Mawar diajak jalan-jalan. Akan tetapi Mawar tak tahu kalau dirinya telah terperangkap rayuan kedua temannya yang telah direncanakan sejak awal. Dalam perjalanan, Sis mengajak Mawar  mampir sejenak di rumahnya. Tetapi ketika masuk rumah dan Mawar berdiri di depan kamar, seketika itu korban didorong  dua rekannya itu kedalam kamar. Nah, di dalam kamar sedang menunggu empat tersangka. Mawar pun kaget melihat ada lelaki di dalam kamar. Mawar berusaha merontak keluar dari kamar, namun kedua temanya tetap mendorong Mawar masuk ke dalam kamar. “Kita so berusaha kaluar dari kamar, tapi dorang dua paksa kita masuk,” tutur Mawar, sambil meneteskan air mata.

Mawar melanjutkan, dirinya mengaku kalau Rai adalah lelaki yang pertama kali memperkosanya dan disaksikan rekannya. Kemudian secara bergantian mereka menggilir tubih mungil cantik itu. Dua teman perempuan Mawar, Sis dan Jula hanya melihat tanpa mengambil tindakan pembelaan terhadap korban. “Saya berusaha berteriak. Tapi  mulut saya ditutup dengan tangan para pelaku pemerkosa,” ungkap Mawar.
Sementara itu Sangadi Sunuo Harsono Puasa, ditemui kemarin mengatakan, kasus ini diusut tuntas. “Kiranya pihak kepolisian segera melakukan tindakan hokum dan  Polsek Bolangitang segera memproses tindakan bejat tersebut. Kasus seperti sering terjadi di desa kami, jadi tolong diproses secara hukum agar menjadi contoh dan  ada efek jera,” tukas Puasa seraya mengatakan, korban diamankan di rumahnya.
Kapolsek Bolangitang AKP Benyamin Ranny membenarkan laporan tersebut.(fir/ayi/van)

Sumber: Manado Post, 6 April 2010

Polres Bolmong Usut Korupsi Rp 75 Miliar

Bolmong, KOMENTAR

Kepolisian Resort (Polres) Bolaang Mongondow kini tengah bekerja keras mengusut tindak pidana korupsi yang telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 75 miliar lebih. Namun demikian, angka yang terbilang besar ini tidak hanya satu kasus saja, melainkan ada empat kasus. Empat kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, ma-sing-masing masalah rekrutmen CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, pembangunan Kantor Pajak Kotamobagu, penyaluran pupuk oleh PT Pertani di seluruh wilayah Bolmong bersatu, serta proyek pembangunan Bendungan Kosinggolan. Demikian diungkapkan Kapolres Bolmong, AKBP Gatot Tri Suryanta SIK MSi kepada sejumlah wartawan, Kamis (01/04) lalu. “Dari empat kasus tersebut, satu di antaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Yakni, kasus CPNS Boltim yang tersangkanya berinisial DL,” ungkapnya. Sedangkan dua kasus, yaitu pembangunan Kantor Pajak Kotamobagu dan penyaluran pupuk oleh PT Pertani, menurut Gatot, saat ini sudah pada tingkat penyidikan. Artinya, dalam dua kasus tersebut sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja, Kapolres tak bersedia menyebutkan identitas tersangkanya. Gatot hanya menyebut nilai kerugian yang timbul akibat dugaan korupsi yang dilakukan pelaksana dua proyek tersebut. Di mana, untuk pembangunan Kantor Pajak total kerugian ditaksir mencapai Rp 10,5 miliar. Nilai yang hampir sama, tepatnya Rp 10 miliar lebih, juga timbul pada proyek penyaluran pupuk pertanian oleh PT Pertani. Akan halnya pembangunan Bendungan Kosinggolan, lanjut dia, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Ini, karena masih ada berkas yang masih diperlukan guna melengkapi penyelidikan oleh pihaknya. “Kerugian pada proyek pembangunan Bendungan Kosinggolan ini paling besar dari semua kasus yang sedang kami tangani, yaitu mencapai Rp 45 miliar,” sebut alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini. Dalam kesempatan itu, Pamen Polri yang akrab dengan berbagai kalangan ini menegaskan bahwa pihaknya sangat serius menangani semua kasus. Tidak hanya ke empat kasus dugaan korupsi itu, namun kasus-kasus lain juga tetap diberi perhatian yang sama. “Kami tidak akan main-main dalam menangani setiap kasus. Semua akan diberi perhatian yang sama,” tandas Gatot kemudian.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 3 April 2010