Polres Bolmong Usut Korupsi Rp 75 Miliar

Bolmong, KOMENTAR

Kepolisian Resort (Polres) Bolaang Mongondow kini tengah bekerja keras mengusut tindak pidana korupsi yang telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 75 miliar lebih. Namun demikian, angka yang terbilang besar ini tidak hanya satu kasus saja, melainkan ada empat kasus. Empat kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, ma-sing-masing masalah rekrutmen CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, pembangunan Kantor Pajak Kotamobagu, penyaluran pupuk oleh PT Pertani di seluruh wilayah Bolmong bersatu, serta proyek pembangunan Bendungan Kosinggolan. Demikian diungkapkan Kapolres Bolmong, AKBP Gatot Tri Suryanta SIK MSi kepada sejumlah wartawan, Kamis (01/04) lalu. “Dari empat kasus tersebut, satu di antaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Yakni, kasus CPNS Boltim yang tersangkanya berinisial DL,” ungkapnya. Sedangkan dua kasus, yaitu pembangunan Kantor Pajak Kotamobagu dan penyaluran pupuk oleh PT Pertani, menurut Gatot, saat ini sudah pada tingkat penyidikan. Artinya, dalam dua kasus tersebut sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja, Kapolres tak bersedia menyebutkan identitas tersangkanya. Gatot hanya menyebut nilai kerugian yang timbul akibat dugaan korupsi yang dilakukan pelaksana dua proyek tersebut. Di mana, untuk pembangunan Kantor Pajak total kerugian ditaksir mencapai Rp 10,5 miliar. Nilai yang hampir sama, tepatnya Rp 10 miliar lebih, juga timbul pada proyek penyaluran pupuk pertanian oleh PT Pertani. Akan halnya pembangunan Bendungan Kosinggolan, lanjut dia, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Ini, karena masih ada berkas yang masih diperlukan guna melengkapi penyelidikan oleh pihaknya. “Kerugian pada proyek pembangunan Bendungan Kosinggolan ini paling besar dari semua kasus yang sedang kami tangani, yaitu mencapai Rp 45 miliar,” sebut alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini. Dalam kesempatan itu, Pamen Polri yang akrab dengan berbagai kalangan ini menegaskan bahwa pihaknya sangat serius menangani semua kasus. Tidak hanya ke empat kasus dugaan korupsi itu, namun kasus-kasus lain juga tetap diberi perhatian yang sama. “Kami tidak akan main-main dalam menangani setiap kasus. Semua akan diberi perhatian yang sama,” tandas Gatot kemudian.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 3 April 2010

2 Tanggapan

  1. “Ini pukulan telak bagi MA, karena dari awal MA mengatakan tidak ada masalah (dalam kasus Gayus). Tidak ada pelanggaran dan tidak ada suap, tapi ternyata buktinya ada. Ini menunjukan praktek mafia hukum masih eksis sampai sekarang,” ujar peneliti hukum ICW Febri Diansyah di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (18/4/2010).

    Febri menyatakan, klaim MA telah melakukan pembersihan terhadap mafia hukum, harus diuji lagi. “Kalau begini terkesan MA memberikan perlindungan terhadap pihak bermasalah dengan mengatakan tidak ada masalah,” katanya.

    Febri menyangsikan polisi dapat menyeret aktor utama kasus Gayus Tambunan. Hal ini disebabkan polisi merupakan bagian dari kasus Gayus.
    Selain itu kejaksaan tidak jelas dalam menanggani masalah ini.

    “Jalur konvensional seperti ini pasti akan gagal dalam kondisi yang kita sebut darurat mafia ini. Sebaiknya diserahkan ke KPK agar lebih baik,” katanya.

  2. ****di kutip dari berita di atas***Tidak hanya ke empat kasus dugaan korupsi itu, namun kasus-kasus lain juga tetap diberi perhatian yang sama. “Kami tidak akan main-main dalam menangani setiap kasus. Semua akan diberi perhatian yang sama,” tandas Gatot kemudian.(cop)…. ***smoga sengketa lahan antara warga lolanan dengan pihak POLHUT tidak di lupakan juga ya PAK !! SOALNYA warga bingung ko yang dekat dengan pemukiman warga di bilang hutan lindung sementara jauh ke tengah rimba ribuan hektar hutan di gunduli oleh perusahaan loging seperti PT BINAWANA SEJAHTERA .SENTRA LINDO DAN INHUTANI..aneh kan…. hehehehe udah gitu warga gak dapat konpensasi lagi,, trus reboisasipun gak di lakukan .. kasihan masyarakat udah miskin tinggal nunggu banjir bandang dan longsor datang menerjang,,,, hiks hiks hiks ironis memang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: