Rahmat “Aki Bintang” Duduki DB 6

MANADO,  Ir Siswa Rahmat Mokodongan hari ini resmi menjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut. Gubernur SH Sarundajang akan melantik mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bolmong ini di Ruang Mapalus, pukul 10.00. Tampilnya Rahmat mewujudkan harmoni kepemimpinan di Sulut karena tiga putra dari etnis terbesar menjadi pemimpin Nyiur Melambai: Gubernur Minahasa (SH Sarundajang), Wagub Nusa Utara (Djouhari Kansil), dan Sekretaris Provinsi (Sekprov) putra Bolmong. Gambaran segi tiga emas atau golden triangle Pakar etika Pastor Johanis “Yong” Ohoitimur menilai dengan terealisasinya janji SH Sarundajang untuk menyatukan kekuatan tiga etnis besar di Sulut, Minahasa, Nusa Utara dan Bolmong, diharapkan akan membawa semangat persatuan hingga di lapisan masyarakat. Sekarang dengan tiga pilar utama yakni Minahasa, Kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro serta Bolaang Mongondow menduduki tiga posisi strategis di Pemprov Sulut diharapkan memberikan dampak positif terhadap jalannya pembangunan di daerah Nyiur Melambai, katanya.Dan semestinya rakyat di provinsi ini merasa diperlakukan dengan adil melalui keterwakilan masing-masing sub etnis dalam pucuk pimpinan tertinggi di Sulut, ujarnya. Mengenai dampaknya atas keberhasilan pembangunan, menurutnya, tergantung pada pemerintah. Tapi juga pada masyarakat, kalau merasa diperlakukan adil, akan memberi semangat untuk bahu-membahu bersama pemerintah membangun Sulut, sambung Guru Besar di Golden Triangle sendiri dikatakannya tidak menjamin pembangunan di Sulut dapat terlaksana secara merata. Karena tombak pembangunan ada pada kabupaten/kota sementara Golden Triangle ini ada pada tataran provinsi, ulasnya. Yang menjadi inti adalah golden triangle ini akan menjadi inspirasi persatuan dan semangat kebersamaan untuk membangun ke depannya. Kebersamaan ini, lanjutnya, yang akan menjadi modal untuk membangkitkan semangat dan persatuan. Golden Triangle memberikan makna simbolik yang besar sekali yang menjadi wujud kerjasama antar sub etnik, tandasnya. Masyarakat Totabuan sumringah terpilihnya Rahmat menjadi pemegang DB 6 menggantikan Robby Mamuaja yang akan konsentrasi sebagai Komisaris Utama (Komut) Bank Sulut. Ishak Sugeha, salah seorang tokoh Bolmong Raya , misalnya, mengaku, sejak awal dia sudah yakin Putra Biga Kotamobagu itu yang akan menjadi Sulut “03” sebutan untuk Sekprov. Gubernur menepati janjinya kepada masyarakat Bolmong, kata Ishak. Esensinya bukan karena pilihan Gubernur. Tapi, beliau (SRM) telah banyak pengalaman sebagai birokrat dan dari segi kepangkatan juga sudah layak, ujar legislator Kotamobagu itu. Keuntungan lainnya, tambah Sehan Ambaru, tokoh pemuda Bolmong, kehadiran SRM akan turut mempermudah perjuangan masyarakat Bolmong Raya, untuk memekarkan diri menjadi provinsi sendiri. Kemudian, akan memberikan kemudahan bagi Bolmong untuk mendapatkan bantuan penganggaran pembangunan. Pelantikan Rahmat Mokodongan sudah diumumkan sejak pekan lalu akan dilakukan 7 Maret, hari ini. Tadi malam, sekira pukul 19.00 Rahmat telah menjalani gladi bersih, di Aula Mapalus. Tampak hadir dalam gladi bersih itu antara lain Sekprov Robby Mamuaja, Kepala BKD Meki Onibala, Kepala Badan Diklat Rosje Kalangi, dll. Menilik perjalanan karir pria kelahiran 17 Juli 1961 ini cukup menarik. Awal karirnya berkutat di lingkup pertanian selama 15 tahun (1984-1999) atau separuh lebih perjalanan birokratnya. “Aki Bintang” sapaan orang Bolmong kepadanya karena memiliki cucu tertua bernama Bintang, saat menempuh pendidikan dasar hingga menengah banyak perpindah-pindah karena ayahnya A Mokodongan adalah seorang prajuti TNI AD dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Lulus dari SMAN 1 Kotamobagu (1980), Rahmat memilih Fakultas Pertanian Unsrat karena Bolmong merupakan lumbung padi Sulut, dan lulus 1984. Setelah itu SRM masuk menjadi PNS dan diangkat dengan pangkat Penata Muda Golongan IIIA. Waktu itu saya masih ingat gaji pokok saya Rp64.800 per bulan, kenangnya.(lihat info biodata) Dukungan moril keluarga, menurutnya, sangat memotivasinya. Sang istri yang tak lain putri Minahasa adalah bungsu dari pasangan Johny Albert Turang, asli Tataaran Tondano, dan Ny Maritje Tuelah, asal Matani Tomohon. Ayah dari Resthi Elvira Mokodongan dan Arfan Rifandi Mokodongan ini mengaku tanggung jawab sebagai kepala keluarga dibawanya sampai ke urusan dinas, dengan melakukan segala tugas yang menjadi tanggung jawabnya.(gyp/fir/irz)

Sumber: Manado Post, 07 Maret 2011

Satu Tanggapan

  1. Selamat buat bapak RSM semoga bukan nama saja yang membawa rahmat tapi juga buat totabuan dan sulut pada umumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: