PD Bolmong Selidiki Skandal Libatkan Kadernya

POSKO, BOLMONG— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bolmong, akhirnya angkat bicara terkait dengan berkembangnya informasi skandal oknum yang terkait dengan partai tersebut. Tim telah dibentuk untuk menyelidiki kebenaran masalah yang dianggap sudah mencoreng nama PD dan kadernya yang ada di Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmong.

Hal ini ditegaskan Ketua DPC-PD, Jeldy Zhougira, kepada POSKO mengatakan, pihaknya sangat tersinggung dengan informasi yang beredar luas di masyarakat, karena mengaitkan nama kader mereka yang ada di Dekab Bolmong, terutama mengenai penggunaan mobil dinas yang dipakainya.
‘’Jujur saja kami sudah merasa tidak nyaman dan tersinggung dengan adanya kasus ini. Pemilik mobil dinas itu adalah kader PD, yang secara tidak langsung juga melibatkan nama baik PD. Jika rusak namanya, itu juga merusak nama kami. Makanya kami menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki kebenaran kasus tersebut,” kata Zhougira. Sekadar diketahui, mobil dinas yang diperuntukkan bagi anggota Dekab dari PD, digunakan oknum tertentu untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, bahkan telah berujung di kepolisian. Selain merasa ikut tercoreng, PD juga menganggap ada unsur kelalaian kadernya dalam masalah ini. (oji/*)

Sumber: Posko Manado, 27 Januari 2010

Monitoring dan Evaluasi ICT Innovation on Education – AIP

POSKO KOTAMOBAGU,

MCPM-AIBEP dan Biro PKLN Depdiknas Jakarta, sukses menggelar Monitoring dan Evaluasi ICT Innovation on Education – AIP (Australia Indonesia Partnership) Kamis (21/1) lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan sehubungan dengan telah selesainya kegiatan penyerahan hasil pekerjaan Pengembangan Aplikasi Pustakamaya dan Pelatihan di Kotamobagu-Sulawesi Utara pada tanggal 13 Januari silam di Jakarta.

Pustakamaya Kotamobagu sendiri merupakan salah satu dari Tiga pemenang ICT-Innovation on Education yang diadakan oleh AIP. Ketiga pemenang dipilih dari 974 proposal ICT Innovasi yang masuk dari seluruh Indonesia, masing-masing Telematika Edukasi Indonesia (TEI) Bandung, LPPM STIMIK Widya Utama Purwakarta, dan ICT Center SMK Cokroaminoto Kotamobagu.
Kegiatan itu sendiri digulir Kamis (21/1) di ICT Center Kotamobagu, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Dua sekolah client ICT Center, SMP Negeri 4 Kotamobagu dan MTs Negeri Kotamobagu.
‘’Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan Monev berjalan dengan baik dan lancar, serta menghasilkan kesimpulan bahwa kegiatan Pengembangan Aplikasi Pustakamaya dan Pelatihan di Kotamobagu berjalan baik dan dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas belajar mengajar di Kotamobagu dan sekitarnya,” ujar Project Manager Muhamad Fadly Atjo ST.
Pihak MCPM-AIBEP diwakili oleh Mr Matthew Forbes dan Mr Darius Kabanga, serta pihak Biro PKLN Depdiknas diwakili oleh Willem dan Nuruddin, serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kotamobagu diwakili oleh Rastono.
Terima kasih juga diucapkan kepada Pemerintah Australia melalui MCPM-AIBEP dan Pemerintah Indonesia melalui Biro PKLN Depdiknas atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan, terutama kepada Kepala SMK Cokroaminoto Kotamobagu, Aria Sukma Malah ST, atas kesempatan dan dukungan bagi Tim ICT Center Kotamobagu dalam mengembangkan program ini serta Kepada pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kotamobagu atas supportnya sejak awal mulai dari seleksi sekolah (client) sampai pada tahap sosialisai dan pelatihan serta penyediaan webserver.
Terima kasih pula kepada seluruh Tim ICT Center Kotamobagu atas kerja kerasnya dalam mensukseskan program ini dalam mengembangkan Pustakamaya di Kotamobagu. ‘’Tentu ini bukan akhir dari kegiatan namun merupakan langkah awal dalam tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan teknologi informasi,” tambah Fadly. (oji/dade/*)

Tujuan dikembangkannya pustakamaya :

1. Pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun sejak 2003 (WAN Kota, ICT Center, Jardiknas) sehingga     diharapkan infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pembelajaran di Kotamobagu dan sekitarnya
3. Memenuhi kebutuhan akan bahan belajar dan informasi pendidikan lainnya
4. Menumbuhkan motivasi bagi para guru agar dapat meningkatkan kualitas dalam mengembangkan dan menyiapkan bahan ajar dengan memanfaatkan teknologi informasi

Sumber: Posko Manado, 27 Januari 2010

Sopir Mikro Modayag ‘Ngamuk’

Tolak Kebijakan Perubahan Jalur Pemkot KK

POSKO KOTAMOBAGU— Upaya penataan kota oleh Pemerintah Kota Kotamobagu baru-baru ini, turut membawa dampak bagi ratusan sopir mikrolet yang sebelumnya beroperasi di seputaran pusat kota. Mereka pun menggelar demo besar-besaran untuk mempertanyakan kebijakan yang dianggap merugikan tersebut.

Ratusan sopir Angkutan Kota (Angkot) yang tergabung dalam Persatuan Sopir Angkot Modayag (PSAM), Selasa (26/1) kemarin mendatangi Dewan Kabupaten Bolmong dan Dewan Kota Kotamobagu, meminta adanya peninjauan kembali kebijakan yang terkesan mempersulit sopir angkot dan masyarakat selaku pengguna jasa angkot.
Hendri Damopolii, mewakili para sopir yang mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi melalui pertemuan singkat, mengatakan persoalan jalur angkot Modayag-Kotamobagu berawal dari kebijakan Pemkot KK melalui Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengharuskan semua angkot, tidak terkecuali angkot dari Boltim, dalam hal ini Modayag.
Kebijakan ini secara ekonomis merugikan sopir angkot karena pendapatan berkurang. Kemudian, penumpang akan lebih banyak mengeluarkan uang karena harus menggunakan jasa bentor ke terminal. Biasanya penumpang Modayag yang berbelanja di kotamobagu tinggal menanti saja di pusat kota. “Tentunya kami menolak kebijakan Pemkot yang melakukan perubahan rute jalur angkot Modayag yang dipindahkan ke terminal,” ujarnya.
Baik pihak Dekot Kotamobagu, maupun Dekab Bolmong, berjanji akan menampung aspirasi para sopir untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak Pemkot Kotamobagu sebagai pengambil kebijakan terkait penataan tersebut. (708)

Sumber: Posko Manado, 27 Januari 2010

14 Kontraktor Nakal Masuk Daftar Hitam

Kotamobagu, KOMENTAR
Ruarr biasaa..!! Ternyata, daftar kontraktor bermasalah yang melaksanakan proyek fisik di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu jumlahnya lumayan banyak. Untuk proyek Tahun Anggaran (TA) 2008 saja tercatat sedikitnya ada 14 kontraktor ber-masalah. Akibatnya, mereka langsung dimasukkan ke dalam black list alias daftar hitam, sehingga tidak bisa mengikuti tender ataupun melaksanakan proyek PL (Penunjukan Langsung) pada TA 2009.

Ke-14 kontraktor bermasalah itu diketahui merupakan per-usahaan-perusahaan yang menangani proyek di lingku-ngan Dinas Pekerjaan Umum Kota Kotamobagu. Dengan kata lain, jumlah perusahaan ber-masalah yang menangani pro-yek di lingkungan Pemkot Ko-tamobagu pada TA 2008 diper-kirakan masih di atas angka tadi. Sebab, jumlah tersebut belum termasuk kontraktor yang menangani proyek di kantor, badan, dinas, maupun bagian lain di pemkot.
Banyaknya kontraktor ca’-beres itu diungkapkan lang-sung oleh Walikota Kotamoba-gu, Drs Hi Djelantik Mokodompit kepada Komentar, Senin (25/01) kemarin. Lebih menyakitkan lagi, kontraktor-kontraktor ber-masalah itu ternyata bukan ber-asal dari luar wilayah melainkan tercatat berdomisili di Kota-mobagu sendiri.
“Hal ini tentu sangat mempri-hatinkan, sebab pengusaha lo-kal yang menerima pekerjaan itu tidak melaksanakan tanggung jawab sebagaimana mestinya. Padahal, selain mereka berasal dari Kotamobagu, hasil dari pekerjaan yang mereka lakukan itu diperuntukkan buat kepen-tingan seluruh masyarakat Ko-tamobagu,” tutur Papa Rasky, sapaan akrab Walikota Moko-dompit.
Karena itu, menjelang pelak-sanaan tender proyek baik di lingkungan Dinas PU maupun SKPD-SKPD lain di lingkungan Pemkot Kotamobagu, ia meng-instruksikan kepada para pa-nitia untuk menyeleksi secara ketat perusahaan-perusahaan yang bermohon. “Saya meng-instruksikan kepada seluruh panitia proyek baik fisik maupun non-fisik pada tahun anggaran 2010 ini, agar betul-betul ketat dalam melakukan seleksi ter-hadap pihak ketiga yang hendak mengikuti tender,” pesannya.
“Kalau ada perusahaan yang sudah masuk daftar hitam, langsung ditolak. Begitu juga perusahaan yang baru namun ternyata hanya ganti kulit saja dari perusahaan lama dan ber-masalah, itu harus diperhatikan baik-baik. Panitia harus memilih perusahaan yang betul-betul profesional. Jangan sampai proyek tahun ini dikerjakan sama seperti tahun-tahun se-belumnya, terutama yang me-nimbulkan kekecewaan kepada pemerintah dan terlebih masya-rakat,” kata Papa Rasky ke-mudian.
DIPERIKSA BPK
Di sisi lain, Kadis PU Kota-mobagu Ir Sande Dodo meng-ungkapkan bahwa ke-14 kon-traktor bermasalah tadi kini sudah ditangani pihak BPK (Ba-dan Pemeriksa Keuangan). “Per-usahaan-perusahaan itu masuk kategori bermasalah, karena selain proyeknya dikerjakan tidak sesuai bestek juga ada yang melewati waktu kontrak. Se-hingga mereka harus membayar TGR (Tuntutan Ganti Rugi) ke-pada pemerintah,” jelasnya.
Bagaimana dengan kontraktor yang menangani proyek TA 2009? Menurut Dodo, saat ini pihak-nya masih melakukan pemerik-saan. “Yang pasti jika kami me-nemukan ada pekerjaan mereka yang juga tidak beres, pasti akan langsung masuk daftar hitam dan mereka tidak diikutkan pada tender tahun ini,” tukasnya.
Sekadar diketahui, sejumlah proyek yang dibiayai APBD (Ang-garan Pendapatan dan Belanja Daerah) Kotamobagu TA 2009 sempat ditemukan bermasalah. Di antaranya, pembangunan jembatan penghubung Desa Pontodon dengan Bilalang di Kecamatan Kotamobagu Utara. Tanggul di ujung jembatan jebol seminggu setelah proyek dinya-takan rampung.
Kemudian proyek jaringan irigasi desa di Kelurahan Moli-now, beberapa titik dindingnya ambruk kendati pembangun-annya sudah sempat dinyata-kan selesai. Belum lagi sejum-lah pekerjaan jembatan dan jalan, juga sempat ditemukan beberapa di antaranya diker-jakan di bawah standar sehingga harus diperbaiki.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 26 Januari 2010

Pemkab Bolmong Belum Siap Pindah ke Lolak

Bolmong, KOMENTAR
Meski sudah dinyatakan rampung seratus persen pem-bangunan Kantor Bupati Bolmong di wilayah Lolak, ibukota Kabupaten Bolmong saat ini, namun hingga 2010 ini Pemkab Bolmong masih betah berkantor di Kota Kotamobagu. Tepatnya di Jalan Sugiono.
Padahal, sejumlah PNS Pemkab Bolmong yang menolak dikorankan menyatakan sudah sangat ingin pindah ke kantor baru. “Belum tahu kapan mo reyen tu kantor baru di Lolak kang, padahal torang so suka mo cari suasana baru kwa. So talalu lama bakantor di sini (Kotamobagu, red),” ujar beberapa pegawai yang ditemui pekan lalu di kompleks Kantor Bupati Bolmong di Kotamobagu.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Bolmong melalui Plt Kabag Humas Bacharuddin Marto STP ketika dikonfirmasi mengisyaratkan belum akan terealisasinya rencana pindah itu. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini pemkab masih merampungkan bangunan sayap kiri dan kanannya, baru selanjutnya pindah berkantor di Lolak.
Pasalnya saat ini meski bangunan induk sudah rampung, namun masih ada beberapa item pekerjaan yang sedang dalam tahapan finishing. Termasuk bangunan yang sudah selesai itu adalah Kantor Lingkungan Hidup, Bappeda, dan Kantor Dinas PU. Di mana sesuai target memang tahun 2010 ini seluruh aktivitas menyangkut pekerjaan akan dilaksanakan di Lolak.
“Rencana pindah ke Lolak itu kemungkinan baru bisa terealisasi sekitar Agustus mendatang. Itupun masih rencana, belum dapat dipastikan. Yang sudah dapat dipastikan adalah tanggal upacara HUT RI pada tanggal 17 Agustus akan dilakukan di kompleks kantor bupati yang baru,” pungkasnya.(dax)

Sumber: Harian Komentar, 11 Januari 2010

Dekot ‘Sidang’ Cawali Manado

Ci Mei Tersangkut Proyek Pasar
KOTAMOBAGU — Kosentrasi bos PT Istana Sarana Meilia Handoko Kolondam atau biasa dijuluki Ci Mei untuk maju Pemilihan Wali Kota Manado (Pilwako) bakal terpecah. Pasalnya calon wali kota (Cawali) Manado dari PDIP akan ‘disidang’ oleh Komisi II Bidang Ekonomi Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu (KK) Selasa besok (12/1) . Menurut Ketua Komisi B Dekot KK Rudini Sako SE kehadiran Ci Mei untuk meminta klarifikasi selaku penanggungjawab perusahaan yang membangun pasar di tradisional di Kelurahan Genggulang Kecamatan Kotamobagu Utara tahun 2009. “Kami ingin mendengarkan penjelasan langsung dari penanggung jawab perusahaan soal temuan kami terhadap penggunaan kayu yang tidak sesuai draf pekerjaan. Dan ini tidak bisa diwakilkan,” tegasnya.
Ishak Sugeha ST Sekretaris Komisi II, ikut menambahkan, selama ini Dekot KK sudah kooperatif dengan pemilik toko Jantung Kota, karena hearing yang akan dilaksanakan ini merupakan hearing kedua. “Pertama yang bersangkutan tidak mengindahkan undangan kami,” ujarnya.
Menurut keduanya, sangat rawan jika konstruksi bangunannya tidak sesuai bestek. “Makanya kami merekomendasikan beberapa bagian akan bongkar,” ujar Rudini.
Silman Sulki Buno pengawas proyek tak membantah temuan penyimpangan itu. Ia membenarkan kalau tidak menggunakan kayu jati, tapi gunakan kayu buarow,” katanya, sembari mengatakan jika dirinya diberi waktu pihaknya akan membongkar dan mengganti semua kayu.
Di lain pihak DPRD Bolaang Mongondow (Bolmong) juga akan berencana mengundang hearing Meilia Handoko Kolondam sebagai pemilik PT Gadjah Tunggal yang menangani proyek rumah sakit di Lolak. Karena, saat ini pekerja proyek mengeluh karena sisa gaji mereka tidak dibayarkan pihak perusahaan. (fir/ham)

Sumber: Manado Post, 11 Januari 2010

Sindikat Upal Diciduk

BOLMONG — Sindikat uang palsu (Upal) masih gentayangan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Ini dibuktikan dengan penemuan selembar upal pecahan Rp 50 ribu pada Jumat (8/1) lalu di . Tahun lalu di Bolmong Utara kedapatan beredar upal pecahan Rp 50 ribu kasusnya mengendap di polsek.
Seorang pria yang dijadikan tersangka kedapatan membelanjakan uang tersebut di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Matali. Beruntung petugas SPBU bisa membedakan upal dan langsung menaruh curiga. ‘’ Kami curiga karena kertasnya berbeda dengan uang asli,’’kata petugas SPBU kepada petugas Polres Bolmong.
Sampai saat ini oknum ini masih diperiksa aparat Polres Bolmong. ‘’Saat ini masih diselidiki satuan intel,” ujar Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bolmong AKP Denny Budhiono
Meski masih dalam penyelidikan aparat kepolisian, namun kuat dugaan uang palsu ini akan marak menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). (fir/ham)

Sumber: Manado Post, 11 Januari 2010