Ha ha… Suami Istri Bertarung Berebut Jabatan Bupati

GORONTALO, KOMPAS.com —

Istri pertama Bupati Kabupaten Bone Bolango (Bonbol), Ruaida Mile, siap mengalahkan suaminya, Ismet Mile, yang sama-sama maju dalam bursa pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah itu.

Hal itu dikemukakan Ruaida seusai mendaftarkan diri serta menyerahkan berkas administrasi persyaratan calon pasangan di Kantor Komisi Pemilihan Umum setempat, Rabu (7/4/2010).

Ruaida, yang didampingi pasangan calon wakil bupati, Haris Hadju, atau yang dikenal sebagai paket “Ridha” itu, menandaskan bahwa pihaknya siap merebut kemenangan hanya dalam satu putaran.

“Yang pasti kami bukan pasangan boneka dari paket mana pun, kami siap menang,” kata Ruaida, yang datang dengan sekitar 400 massa pendukung itu.

Seusai mendaftarkan diri, paket “Ridha” ini langsung berkonvoi keliling sejumlah jalan utama di Kabupaten Bone Bolango. Aksi itu berjalan tertib dan terkendali.

Ruaida saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Kabupaten Bonbol, sedangkan pasangan calon wakil bupatinya, Haris Hadju, tercatat sebagai staf ahli Gubernur Gorontalo.

Suaminya, Ismet Mile, yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Bonbol sekaligus Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) setempat, juga kembali mencalonkan diri dengan menggandeng Ibrahim Ntau, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum di wilayah itu, paket mereka bernama “Isra”.

Selain pasangan suami istri Bupati Bonbol tadi, juga tercatat sejumlah pasangan calon lainnya yang juga turut meramaikan Pilkada Bonbol, baik yang diusung oleh parpol pendukung maupun yang bersifat independen.

Sementara itu, Ketua KPU Bonbol Femmy Kristina Udoki mengatakan, pendaftaran dan penyerahan berkas administrasi persyaratan pasangan calon untuk pilkada itu akan dibuka hingga 12 April mendatang. Pasangan calon yang memenuhi syarat akan diumumkan pada tanggal 1 hingga 2 Mei 2010.

Pilkada di Kabupaten Bonbol rencananya akan digelar pada 5 Juli 2010 mendatang, serentak bersama dua kabupaten lainnya, yakni Pohuwato dan Gorontalo.

Sumber: Kompas.com, 7 April 2010

Iklan

Soal Siswa SD Pelaku Perkosaan

Film Porno Diduga Jadi Pemicu

POSKO,BOROKO – Kasus perkosaan yang dilakukan RY alias Rai (13) yang masih tercatat sebagai salah satu siswa SD di Kabupaten Bolmut, terhadap korbannya Melati (17) warga desa Sonuo rupanya terus menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya baik korban maupun tersangka masih berusia belia dan seharusnya belum paham dengan hubungan seksual, apalagi berujung pada pemerkosaan. Kuat dugaan yang membuat para anak di bawah umur saat ini lebih cepat mengetahui soal aktifitas seks adalah marak beredarnya film porno baik lewat kaset VCD, DVD, maupun lewat vasilitas 3Gp yang ada di handphone. “Inikan nyanda wajar, tersangka maupun korban masih anak-anak. Begitu lei deng tersangka pe tamang-tamang yang diduga kuat ikut terlibat dalam perencanaan perkosaan,” ujar Sartini warga Boroko.
Menanggapi hal itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Bolmut, Farasdak ‘Asdi’ Alamry mengharapkan agar semua pihak, mulai dari aparat kepolisian, para guru di sekolah hingga para orang tua, ikut memperhatikan perkembangan perilaku anak-anaknya, guna mencegah hal-hal seperti itu. Dicontohkan Asdi, seperti secara periodik melakukan pemeriksaan terhadap telpon selular anak-anak, baik disekolah mapun dirumah. Sedangkan untuk aparat kepolisian melakukan razia kaset film porna yang juga telah marak beredar. “Saya kira semua pihak harus prihatin dan tanggap terhadap persoalan ini. Serta mulai sekarang turut memperhatikan lingkungan anak agar jauh dari pengaruh negatif,” ujarnya.
Sementara itu Kapolsek Bolangitang AKP Benjamin Rani yang dihubungi wartawan koran ini via telpon menegaskan, jika saat ini lima rekan tersangka lainnya sudah dipanggil aparat. Dan karena Bolmut belum memiliki tahanan remaja, maka pihaknya akan secepatnya melimpahkan kasus tersebut ke Mapolres Bolmong. “Kasus akan dipercepat untuk dilimpahkan lantaran di Bolmut belum ada tahanan remaja. Sedangkan 5 teman tersangka sudah dipanggil untuk dimintai keterangan,” terang Benjamin.(723)

Sumber: Posko Manado, 7 April 2010

Siswi SMP Digilir 4 Remaja

2 Pelaku Masih SD

BOROKO—Mawar nama yang disamarkan diduga korban pemerkosaan oleh empat remaja pranggang Desa Sunuo Kecamatan Bolangitang Barat (Bobara). Kejadian tersebut terjadi Sabtu (03/04/10) lalu, sekitar pukul 12.30 Wita di rumah teman korban berinisial SH alias Sis.
Keempat pelaku yakni RY alias Rai (13), HH alias Her (20), RM alias Ras (15) dan Sawal (9) siswa SD kelas 4. Sementara dua orang wanita merupakan teman korban turut  terlibat yakni SH alias Sis (14) dan JT alias Jula (16).

Awalnya korban  baru selesai Sholat Zuhur. Tak lama kemudian melintas dua rekannya Sis dan Jula. Kemudian  Mawar diajak jalan-jalan. Akan tetapi Mawar tak tahu kalau dirinya telah terperangkap rayuan kedua temannya yang telah direncanakan sejak awal. Dalam perjalanan, Sis mengajak Mawar  mampir sejenak di rumahnya. Tetapi ketika masuk rumah dan Mawar berdiri di depan kamar, seketika itu korban didorong  dua rekannya itu kedalam kamar. Nah, di dalam kamar sedang menunggu empat tersangka. Mawar pun kaget melihat ada lelaki di dalam kamar. Mawar berusaha merontak keluar dari kamar, namun kedua temanya tetap mendorong Mawar masuk ke dalam kamar. “Kita so berusaha kaluar dari kamar, tapi dorang dua paksa kita masuk,” tutur Mawar, sambil meneteskan air mata.

Mawar melanjutkan, dirinya mengaku kalau Rai adalah lelaki yang pertama kali memperkosanya dan disaksikan rekannya. Kemudian secara bergantian mereka menggilir tubih mungil cantik itu. Dua teman perempuan Mawar, Sis dan Jula hanya melihat tanpa mengambil tindakan pembelaan terhadap korban. “Saya berusaha berteriak. Tapi  mulut saya ditutup dengan tangan para pelaku pemerkosa,” ungkap Mawar.
Sementara itu Sangadi Sunuo Harsono Puasa, ditemui kemarin mengatakan, kasus ini diusut tuntas. “Kiranya pihak kepolisian segera melakukan tindakan hokum dan  Polsek Bolangitang segera memproses tindakan bejat tersebut. Kasus seperti sering terjadi di desa kami, jadi tolong diproses secara hukum agar menjadi contoh dan  ada efek jera,” tukas Puasa seraya mengatakan, korban diamankan di rumahnya.
Kapolsek Bolangitang AKP Benyamin Ranny membenarkan laporan tersebut.(fir/ayi/van)

Sumber: Manado Post, 6 April 2010