Indonesia Masih Ranking Ke-3 Pengguna Facebook Terbanyak

JAKARTA, KOMPAS.com — Facebook telah mengumumkan jumlah akun penggunanya yang mencapai 500 juta. Sayangnya, situs yang digawangi oleh Mark Zuckenberg ini tidak memperinci negara-negara mana saja yang menyumbangkan kontribusi terbesar dalam total akun tersebut.

Nah, awal pekan ini, situs Royal Pingdom mencoba untuk membeberkan secara detail negara-negara pengakses Facebook terbanyak. Royal Pingdom menggunakan data dari Google Ad Planer yang menyediakan data statistik online.

Google Ad Planer menghitung, 550 juta akun menyambangi Facebook setiap bulan. Angka ini melampaui data yang dirilis oleh Facebook. Nah, dengan penghitungan 550 juta akun ini, Royal Pingdom mencatat negara-negara yang mendongkrak jumlah akun jejaring sosial ini.

Sepuluh negara terasa yang ada di Facebook nyatanya telah menyumbang 58 persen dari total pemilik akun di Facebook. Indonesia ada di peringkat ketiga setelah AS dan Inggris. (KONTAN/Femi Adi Soempeno)

Ini dia peringkat 10 besar negara penyumbang akun terbesar Facebook:

1. AS (130 juta)
2. Inggris (28 juta)
3. Indonesia (26 juta)
4. Italia (26 juta)
5. Perancis (21 juta)
6. India (21 juta)
7. Jerman (18 juta)
8. Meksiko (16 juta)
9. Turki (16 juta)
10. Kanada (15 juta)

Sumber: Harian Kompas

HUT PROKLAMASI RI KE-65 DI TANAH TOTABUAN

Bolsel Hikmat, Boltim Biasa Saja, Kotamobagu Meriah, Bolmong Butet Jadi Primadona

Bendera Merah Putih Selasa (17/) kemarin, serentak berkibar di Tanah Totabuan, dikawal Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), usai sirene detik-detik peringatan kemerdekaan untuk yang ke-65 kalinya digaungkan.  Pemandangan berbeda dan unik di masing-masing daerah yang ada, membuat peringatan HUT Proklamai tahun ini sedikit berbeda.

WILAYAH Bolmong Selatan (Bolsel), Pemangku Penjabat Sementara Bupati, Drs AR Mokoginta, memimpin langsung upacara yang dihadiri ribuan peserta, terdiri dari unsur Muspida, Pejabat teras, PNS, siswa, dan masyarakat, berjalan lancar serta hikmat.  Ibadah puasa pun tak menghalangi peserta upacara menegakkan tanggan, hormat bendera diiringi lagi kebangsaan Indonesia Raya.
Drs A.R.Mokoginta sebagai inspektur upacara, yang juga dibarengi dengan pembacaan naskah Proklamasi oleh Ketua Dekab Bolsel Abdul Razak Bunsal SE, yang berhasil menyedot perhatian warga, selain dihadiri oleh pimpinan SKPD, PNS, pelajar SD, SMP dan SMA, juga turut disaksikan oleh Sangadi, toko masyarakat, tokoh agama dan pejuang kemerdekaan, juga turut dihadiri oleh Calon Bupati Drs Arudji Mongilong.
Di Bolmong Timur (Boltim), upacara berjalan lancar dan biasa saja.  Bahkan, masyarakat sempat dibuat bertanya-tanya, karena dari 20 anggota Dewan Kabupaten, tidak sampai setengahnya hadir dan larut bersama dalam peringatan HUT RI kemarin.  Namun begitu, menurut Kepala Bagian Humas, Rizky Lamaluta, upacara yang diinspekturi PPS Bupati Kandoli Mokodongan, berjalan lancar.
Lain dari yang lain, di Kota Kotamobagu, kemeriahan HUT RI yang sudah terasa sejak sebulan terakhir, seluruh penjuru kota dihisasi ornament kemerdekaan, umbul-umbul dan bendera merah putih, akhirnya memuncak kemarin di bawah komando Walikota Drs Djelantik Mokodompit.  Dipesankannya pada kesempatan itu, seluruh masyarakat khususnya pemuda di seluruh tanah Totabuan, untuk bersatu padu dengan semangat proklamasi.
Sementara itu, lain daripada yang lain di Bolmong induk.  Gelaran upacara peringatannya memang berjalan sebagaimana di daerah lain.  Namun, Bupati Hj Marlina Moha Siahaan, yang untuk kali terakhirnya menjadi inspektur upacara, menjadi primadona.  Semua pasang mata tertuju padanya sejak awal hingga akhir upacara.  Ramai dibicarakan, ini sekaligus upacara perpisahan dengan sang bupati, meski masih ada setahun tersisa masa jabatannya.  Usai upacara, Siahaan pun dikerubuti PNS dan masyarakat untuk foto bersama. (708)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010

Merah Putih Dikibarkan Terbalik di Papua

DETIK-detik proklamasi yang diringi dengan bunyi sirene serta suara dentuman sebanyak 17 kali, pertama-tama dilaksanakan di ujung timur Indonesia, tepatnya di Papua. Hal itu karena perbedaan waktu dua jam lebih awal antara wilayah Barat dengan wilayah Timur Indonesia.
Hanya saja, peringatan HUT Proklamasi di Propinsi Papua Barat dipusatkan di Manokwari diwarnai insiden memalukan. Di hadapan Inspektur Upacara Gubernur Papua Barat Abraham O Ataruri, bendera merah putih terbalik saat akan dikibarkan. Pengibar bendera Pedy Idowari, Fajar Rustam dan Abdul Kadir serta komandan Paskibraka Lettu Kadiwaru. Sedangkan perwira upacara saat itu Kapten In-fanteri Irawan, Komandan upacara Mayor Infanteri Robert Morin yang juga Kepala Staf Kodim 1703 Manokwari.
Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono membe-narkan hal itu. “Terjadi keteledoran saat bendera akan dikibarkan, yang putih jadi di atas dan merah di bawah, tapi saat itu juga langsung dihentikan dan diperbaiki,” kata Wachyono.
Sementara itu, pengibaran bendera merah putih raksasa di wilayah perbatasan, Wu-tung Kota Jayapura, menyedot perhatian warga perbatasan. Ukurannya memang luar biasa, 165 x 47 meter. Tak hanya warga sekitar, beberapa warga dari penjuru Kota Jayapura ternyata ikut berbondong-bondong datang ke perbatasan. Mereka ingin menyaksikan secara dekat bagaimana prosesi pengibaran bendera merah putih yang diklaim terbesar di dunia itu. “Saya bangga dengan acara pengibaran bendera ini,” Cici, salah satu warga yang menyaksikan pengibaran tersebut, Selasa (17/08) kemarin.
Bendera raksasa ini adalah prakarsa dan ide dari para pemuda mau pun pemerintah Kota Jayapura. Masyarakat berharap pengibaran bendera raksasa ini, bisa menginspirasi seluruh pemuda dan pemudi di Papua untuk lebih bersemangat lagi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Prosesi pengibaran bendera merah putih raksasa berlangsung sejak pukul 13.45-14.10 WIT. Pengibaran tersebut melibatkan ratusan warga dengan dibantu anggota TNI/Polri. Pengibaran bendera raksasa juga mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat keamanan di wilayah perbatasan. Ukuran bendera dengan panjang 165 x 47 meter dan bobot 550 kilogram ini, diharapkan bisa tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).(vvn/dtc)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010

’KADO’ KAKAK KELAS DI HUT KEMERDEKAAN RI KE 65

Mengaku Buah Dada Sakit, Purna Paskibraka Dicabuli di Kamar Kos
POSKO, MANADO—Ditengah teman-teman sekolahnya memaknai HUT Kemerdekaan RI ke 65 lewat upacara pengibaran sang saka merah putih, kemarin. Sebaliknya siswi salah satu SMA terkemuka di Manado, sebut saja Nindy (16) –bukan nama sebenarnya–, harus mengurungkan niatnya mengikuti upacara hari kemerdekaan itu.

Dia memilih berurusan dengan polisi akibat peristiwa malang yang menimpanya, Selasa (17/8) dinihari pukul 01.00 Wita. Nindy yang juga tercatat purna paskibraka 17 Agustus tahun lalu itu menjadi korban cabul oleh kakak kelasnya berinisial PP alias Petra (17) warga Kelurahan Tingkulu Lingkungan VII Kecamatan Wanea. Naas yang menimpa gadis yang juga seorang model Manado terjadi di kamar kosnya di bilangan Tingkulu, hanya beda lingkungan dengan  rumah tersangka.
Informasi dirangkum koran ini menyebutkan, malam sebelumnya (Senin 16/8) korban memang memilih untuk tidur cepat karena keesokan harinya harus mengikuti upacara bendera memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dugaan kuat, tersangka sudah merencanakan aksi bejat itu. Terbukti, ketika mengetahui mangsanya sudah tertidur pulas, tersangka merangsek masuk ke kamar kos korban melalui jendela.
Daun jendela kamar kos korban berhasil dirusaknya. Nafsu bejat tersangka makin menggelegar ketika melihat tubuh molek korban dengan kulit putih mulus yang hanya dibalut baju tidur tipis sedikit transparan tergeletak pulas di tempat tidur.
Sementara Nindy sendiri tak mengetahui kalau tengah malam itu kakak kelasnya sudah berada dekat tubuhnya. Dia nanti merasakan ada yang aneh pada buah dadanya yang tiba-tiba sudah terasa sakit akibat diremas-remas paksa oleh tersangka yang sudah kebelet nafsu seks itu.
Nindy pun langsung terjaga dari tidurnya. Dia buru-buru menyalakan handphone. Astaga! Ternyata tangan tersangka sudah keasikan merayap di buah dadanya yang montok itu. Tak ingin aksinya diketahui orang, tersangka pun mengancam korban agar jangan memberi tahu kepada orang lain.
Namun korban tidak sebodoh itu mengiyakan keinginan pelaku. Dia malah langsung teriak minta tolong. Pelaku yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi akhirnya hanya bisa pasrah. Teman-teman kos yang mendengar teriakan minta tolong itu langsung mendobrak pintu kamar korban.
Akhirnya tersangka tak bisa berkutik lagi. Dia dihajar habis-habisan oleh teman-teman kos korban hingga menyebabkan mata kanannya memar serta sempat muntah-muntah akibat pukulan bertubi-tubi yang telak mengena di sekujur tubuhnya.
Oleh warga sekitar, langsung melaporkan kasus pencabulan tersangka itu ke kantor polisi. Kapoltabes Manado Kombes Aridan J Roeroe melalui Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Plug C Ipda Megy Samuri ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. ”Pelaku sudah diamankan dan saat ini kasusnya sedang proses penyelidikan,” jelas Samuri. (728)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010