Kantor Pos Siap Layani Berkas CPNS

Bolaang Uki, KOMENTAR
Pendaftaran dan pemasuk-an berkas bagi para calon CPNS Bolsel tidak dapat dila-yani jika di antar langsung ke BKD Bolsel. Namun, oleh pemerintah setempat sesuai dengan mekanisme yang ada pengiriman berkas harus melalui kantorp pos dengan alamat BKD Pemkab Bolsel.
Kepala BKD Pemkab Bolsel Drs Iqbal Datunsolang me-ngatakan, pemerintah meng-gunakan kantor pos sebagai unit pelayanan pemasukan berkas CPNS dan mitra peme-rintah, tidak lain untuk meng-hindari bertumpuknya para calon pelamar yang berimbas terhadap terganggunya kiner-ja pemerintah. Sehingga, kantor pos yang juga meru-pakan salah satu badan usaha milik negara, dapat difungsikan membantu ters entralistiknya pelayanan pe-masukan berkas CPNS.
Dengan mekanisme seperti ini, pelamar asal luar daerah juga diuntungkan dengan mudahnya pengiriman berkas sebagai persyaratan pelamar. “Selain itu juga, manfaat lainnya, yakni menghindari dari perspektif dari masya-rakat terhadap terbukanya peluang rekayasa atau nepo-tisme dalam perekrutan CPNS. Dengan kantor pos, pema-sukan berkas relatif lebih aman dan bebas dengan pandangan tersebut,” kata Datunsolang.
Di sisi lain, kantor pos seba-gai unit pelayanan pertama pada tahapan pemasukan berkas CPNS, menyatakan kesiapannya melayani para pelamar yang ditaksir akan mencapai ribuan pelamar. Kepala Kantor Pos Cabang Bolaang Uki Sofyan Lihawa mengatakan, pihaknya akan melakukan klasifikasi para pengguna jasa pos ini. Yakni, bagi pengguna yang akan melakukan pengiriman surat biasa, itu akan dipisahkan dengan pelayanan terhadap pemasukan berkas bagi pela-mar CPNS.
Dengan jumlah personel yang hanya tiga orang ini, diharapkan dapat mengatasi panjangnya antrian diloket pengiriman pos. “Berkas yang sudah masuk dan disortir pada saat hari itu juga akan langsung dikirim ke BKD Pem-kab Bolsel,” kata Lihawa.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 19 Oktober 2009

Perekrutan CPNS Bolsel

Diknas Sulut Minta Prioritaskan Honorer
Bolaang Uki, KOMENTAR
Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Propinsi Sulut me-ngimbau kepada pemerintah daerah menjelang perekrutan CPNS khususnya Pemkab Bolsel, untuk memperhatikan dan memprioritaskan para guru honorer yang telah men-dedikasikan dirinya mengajar di sekolah-sekolah.
Pada perekrutan CPNS nan-ti, Pemkab Bolsel diharapkan dapat memberikan apresiasi kepada para guru honorer atau tidak tetap, dengan memprioritaskan guru terse-but untuk diangkat sebagai tenaga PNS yang tetap. Hal ini disampaikan Kadis Diknas Sulut Drs Djauhari Kansil saat ditemui wartawan, usai menghadiri perayaan HUT Bolsel yang pertama di Moli-bagu.
Ia mengatakan, ajang pere-krutan CPNS di daerah-dae-rah, menjadi peluang dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah, dalam rangka memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia untuk pem-bangunan daerah. Pening-katan kesejahteraan guru terutama para guru yang masih berstatus honorer atau tidak tetap, dapat memiliki peluang yang besar diangkat sebagai PNS.
“Tinggal tergantung peme-rintah daerah. Kami hanya dapat mengimbau, agar pe-merintah dapat memperhati-kan status para guru ini. Sa-tu-satunya cara yakni menja-min kesejahteraan para guru melalui pengangkatan status-nya sebagai PNS,” imbau Kansil.
Ia menambahkan, pemerin-tah juga perlu mempertim-bangkan usulan pengangkat-an guru yang bukan meru-pakan asli daerah.
Prioritaskan juga para guru yang berasal dan bermukim di daerah yang bersang-kutan. “Lebih baik guru yang sudah menetap di daerah asalnya. Agar tidak menjadi beban dan dapat fokus me-ngajar nantinya ketika telah diangkat statusnya sebagai PNS,” imbuhnya lagi.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 19 Oktober 2009

Putra Daerah Jangan Dinomorduakan

BKD Bolmong: Harus Tunjukan Kualitas di Tes CPNS
KOTAMOBAGU—Jelang pendaftaran seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) Senin (19/10) hari ini, fenomena lain mulai terlihat. Yaitu banyaknya pelamar dari luar daerah yang akan ikut bersaing.
Syarat mutlak wajibkan memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) Nasional, berarti membuka peluang para calon lain wilayah Sulut, di luar domisili Bolmong Raya (Bolmong, Kotamobagu, Bolsel, Boltim, dan Bolmut). Ini diatur dalam Undang-Undang Kependudukan, Nomor 23 Tahun 2006, tentang Administrasi Kependudukan.
Aktivis Bolmong Raya Syafruddin Mokodompit, berharap putra daerah tidak dinomorduakan. Seperti di Bolsel, sarjana hanya sekira 97 orang. Namun, CPNS yang direkrut sebanyak 449 orang. ‘’Kualitas dari seseorang tidak mutlak, tetapi bagaimana panitia bisa mengakomodir putra daerah. Maksudnya, orang Mongondow (Bolmong Raya, red) ada di luar daerah dan yang ada di daerah kita ini bisa masuk ke Bolsel yang kekurangan sarjana, begitu juga di Bolmong, Boltim, Bolmut, dan Kotamobagu,’’ ungkap Syafruddin, Minggu (18/10), kemarin.
Syafruddin menambahkan, memang setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Karena yang diutamakan kualitas seseorang. Namun jangan lupa Bolmong banyak orang-orang pintar dan mampu dari sisi SDM. “Banyak juga yang menginginkan sekolah hingga program doctor, jadi sekali lagi jangan biarkan putra daerah,’’ katanya mengurai.
Kepala BKD Bolmong Drs Hi Mitran Tuna melalui Kabid Pembinaan dan Bangkir Abdullah Jon Lun mengaku, pihaknya tetap akan mengakomodir putra daerah. Namun, tidak menutup diri pelamar dari luar Bolmong yang akan mendaftar untuk ikut seleksi. “Jadi, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran, untuk itu bagi putra daerah harus menunjukkan jati diri dan harus menunjukkan kualitas,’’ ungkap Abdullah, kemarin.(ald/ras)

Sumber: Manado Post, 19 Oktober 2009

ASTAGA, 1 KURSI DIPATOK Rp50 JUTA

Calo CPNS ‘Mulai’ Berkeliaran

BOROKO (18/10/2009): Pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah akan dimulai hari ini, Senin (16/10).

Informasi yang dirangkum Harian ini menyebutkan, jika aktivitas percaloan mulai gentayangan mencari mangsa. Seperti yang diakui dua calon pelamar yang mengaku didatangi oknum tertentu dan mengenalkan dirinya sebagai perantara pejabat yang mampu meloloskan calon pelamar dalam seleksi CPNS nanti alias calo.
“Ada no oknum yang datang pa torang, dia bilang punya jaringan pejabat dan mampu kase lolos PNS yang penting bayar,” ungkap dua calon pelamar yang meminta namanya tidak dikorankan. Tak tanggung-tanggung, jumlah uang yang dimintai oleh calo tersebut untuk satu jatah kursi CPNS minimal Rp30 juta hingga Rp50 juta. Selanjutnya, uang tersebut akan diantarkan langsung ke salah satu oknum pejabat yang mempunyai kemampuan untuk meloloskan seleksi CPNS.
“Rp30 juta yang dorang minta,” tambah mereka.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bolmut Jusuf Lakoro SH, yang dikonfirmasi menegaskan jika penerimaan CPNS kali ini bersih dan tak dapat diintervensi oleh siapapun.
“Saya berani menjamin tidak ada intervensi. Bahkan Bupati Drs Hi Hamdan Datunsolang terus mengingatkan hal tersebut,” jelas Lakoro. Senada dengan itu, Kabag Humas dan Keprotokoleran Drs Abdul Muis Suratinoyo meminta agar masyarakat tidak tertipu dengan oknum yang mampu meloloskan dalam seleksi CPNS, karena hanya akan merugikan masyarakat itu sendiri.(723)

Sumber: Harian Posko Manado, 19 Oktober 2009

Hari Ini Formasi dan Syarat Diumumkan

BOLMONG (18/10/2009): Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bolmong, hari ini, Senin (19/10) tahapan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Bolmong, dimulai.
Penerimaan akan diawali dengan pengumuman formasi yang akan diterima, serta persyaratan yang harus disediakan calon pelamar. Pengumuman secara serentak dimulai 19 Oktober, dilanjutkan dengan proses pemasukan berkas 23 Oktober hingga 7 November mendatang.
Kepala BKD Bolmong Drs Hi Mitran Tuna mengungkapkan, tahapan tersebut merupakan keputusan dari BKD Provinsi Sulut.
Sedangkan berkas lamaran bakal diterima BKD melalui kantor Pos yang ada di daerah masing-masing, berdasarkan Memorandum of Understanding (MOU) yang telah ditandatangani pemerintah daerah dengan PT Pos Indonesia. Khusus Bolaang Mongondow, lamaran dapat dikirim melalui Kantor Pos cabang Kotamobagu dan berkas yang diterima harus memiliki tanda stempel Pos diluar amplop. Sedangkan calon pelamar tidak dibatasi alias bisa berasal dari mana saja yang penting berkedudukan di wilayah Republik Indonesia. “Kesempatan yang sama diberikan kepada seluruh masyarakat. Tidak harus memiliki KTP Bolmong, dari luar juga bisa untuk mengikuti perekrutan CPNS di Bolmong,” tegas Tuna.(708)

Tahapan Penerimaan CPNS Bolmong:
19 Oktober-2 November 2009  : Pengumuman formasi.
23 Oktober-7 November 2009 : Pemasukan berkas lamaran
10 November 2009                       : Pengumuman lolos berkas
28 November 2009                       : Pengumuman akhir

Sumber: BKD Bolmong

Sumber Tulisan: Harian Posko Manado, 19 Oktober 2009

Butet Segera Rombak Kabinet

BOLMONG (18/10/2009): Bupati Bolaang Mongondow, Hj Marlina Moha Siahaan, akan segera melakukan perombakan kabinet dijajarannya. Dipastikan, rolling pejabat akan dilakukan pekan ini.
Ditegaskan Butet, sapaan akrab Bupati Bolmong, rolling pejabat yang akan disertai dengan peresmian empat badan baru di lingkungan Pemkab Bolmong.
“Satu atau dua hari lagi akan dilakukan rolling, sekaligus peresmian badan baru,” ujarnya. Butet juga mengungkapkan jika rolling pejabat yang akan dilakukannya semata untuk melakukan penyegaran dilingkungan birokrasi Bolmong, dan juga untuk menambah semangat bagi para pejabat yang mendapatkan promosi jabatan.
“Evaluasi kinerja seluruh pejabat yang ada telah dilakukan. Terlebih terhadap mereka yang masuk paket mutasi kali ini. Ini juga dilakukan untuk penyegaran para birokrat, sekaligus pembenahan struktur sesuai yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 41,” tambahnya. Sayangnya, Srikandi Bolmong ini enggan membeberkan siapa saja yang bakal dirolling.(708)

Sumber: Harian Posko Manado, 19 Oktober 2009

Pria Hypersex Perkosa Miyabi Hingga Pendarahan

Korban Ditinggalkan Telanjang Bulat di Rumah Kosong

KOTAMOBAGU (16/10/2009): Belum lagi usai penyidikan kasus dugaan cabul dan percobaan perkosaan yang melibatkan anak oknum pejabat Bolmong. Sebuah kasus yang tak kalah menghebohkan, kembali terjadi di Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur, Kotamobagu.
Kemarin, Jumat (16/10) dinihari sekitar pukul 00.30 Wita nasib apes itu menimpa Miyabi (20) –disamarkan- warga Kelurahan Kotabangon. Miyabi tidak hanya diperkosa, tapi juga dianiaya hingga babak belur sebelum dirinya dikangkangi tersangka yang diduga hypersex, yakni OD alias Onal (25) warga sekampung dengan korban, .
Kronologis kejadian itu menurut versi Miyabi, malam itu dirinya
bersama temannya Agus Susanto, baru saja usai jalan-jalan malam dan hendak kembali ke rumah mereka di Kotobangon. Namun, di tengah jalan yang hanya berjarak beberapa blok dari rumah korban, keduanya tiba-tiba dicegat tersangka Onal yang begitu agresif memegang tangan Miyabi. Ulah nekat tersangka ternyata bikin Agus teman korban keder dan kehilangan nyali. Buktinya, bukannya memberi perlindungan kepada teman perempuannya, Agus malah lari tunggang langgang menuju rumahnya. Kesempatan itu akhirnya dimanfaatkan tersangka dengan menggiring Miyabi ke lokasi sepi, tepatnya di sebuah rumah kosong di kawasan Kotobangon. Miyabi, si kembang desa berkulit mulus itu memang sempat meronta. Tapi aksi perlawanannya tak mampu menghalau tersangka Onal yang sudah kesetanan. Beberapa kali tubuh korban dihujami pukulan ke arah wajah secara bertubi-tubi.
Puas melihat korban sudah tidak berdaya, tersangka melanjutkan aksinya dengan melucuti pakaian Miyabi satu per satu hingga benar-benar bugil. Tak ayal, wajah cantik dan tubuh aduhai Miyabi pun membuat mata Onal terbelalak. Otaknya yang sudah disemuti birahi langsung meraja, tangan nakalnya menggerayangi tubuh Miyabi. Bahkan dengan beralas tanah, tubuh Miyabi direbahkan secara paksa untuk disetubuhinya. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka pun berlalu meninggalkan Miyabi yang kesakitan akibat pendarahan dan dalam keadaan telanjang bulat di dalam rumah kosong. Dengan susah payah bangkit dan mengenakan pakaiannya, Miyabi tertatih-tatih menuju Mapolres Bolmong untuk mengadukan peristiwa yang baru saja dialaminya.
Kapolres Bolmong, AKBP Set Lumowa, melalui Ka SPK Plug A, Ipda Robby Ansyari, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Kasusnya masih dalam penyelidikan, karena pelakunya masih dalam pengejaran,” terang Ansyari.(708)

Sumber: Harian Posko Manado, 17 Oktober 2009