Diajak Jalan-Jalan, Dua Gadis Kotamobagu Pendarahan Diperkosa Residivis

POSKO, KOTAMOBAGU— Tidak curiga, tak pula ada rasa takut di benak Cici (16) dan Ceci (16) –Keduanya nama samaran–, Gadis lugu dan cantik asal salah satu Kelurahan di Kecamatan Kotamobagu Timur, Kotamobagu, yang Minggu (28/3) sekitar pukul 23.00 Wita lalu, menurut saja ketika diajak Jalan-jalan Malam (JJM) oleh MM alias Mahamud alias Abute (35), warga yang sama. Meski ia dikenal sebagai preman kampung yang juga residivis kambuhan.

Keduanya tak menyangka, ajakan itu sudah ditumpangi nafsu setan di kepala Abute, hingga keduanya diniati tak baik. JJM berbuah naas, mengalami pendarahan, Cici hilang keperawanan, sementara Ceci babak belur dan kepalanya bocor.
Informasi yang dihimpun POSKO hingga Selasa (30/3) kemarin, malam itu Cici dan Ceci tengah santai di rumah, asik ngobrol hingga larut. Tiba-tiba datang Abute menggunakan mobil Avanza miliknya. Dua bersahabat ini diajak JJM ke Taman Kota Kotamobagu, sambil menikmati angin malam.
Seperti kegirangan, keduanya pun tak ragu ikut dengan Abute.
Tanpa disadari, Abute mulai mengambil arah menjauh dari tujuan awal. Setir mobil di putar menuju ke Desa Bakan. Dan di tengah jalan, gelap dan sepi, Abute mendadak injak pedal rem. Bukannya menjawab ketika ditanyai, Abute malah turun dari mobil dan memaksa keduanya ikut.
Sempat menolak, namun Abute dengan tenaga ekstranya menarik paksa keduanya untuk turun. Tak menunggu lama, Abute langsung membekap mulut Cici, sementara tangan liarnya menggerayangi, bahkan tak ragu baginya, Cici langsung digagahi hingga tak berdaya.
Puas dengan Cici, Abute masih melirik Ceci yang sudah terpojok ketakutan. Abute pun bergegas mendekatinya dan berusaha menyetubuhinya juga. Namun sial bagi Abute, ketika meraba bagian vital Ceci, sang gadis sedang dalam keadaan menstruasi. Kesal, Ceci pun dianiayanya hingga mengalami luka robek di bagian kepala serta mengeluarkan darah segar.
Usai itu, bukannya takut atau menyesal, Abute kembali menyuruh keduanya berpakaian dan masuk ke dalam mobil. Dengan tenagnya residivis kambuhan ini kembali membawa korbannya kembali ke rumah mereka, kemudian ia sendiri kembali pulang ke rumahnya.
Belum masuk ke rumah, Ceci kemudian jatuh pingsan, diduga karena mengalami pendarahan hebat di kepala. Cici histeris dan mengagetkan warga sekitar rumah, termasuk orang tuanya. Keduanya pun langsung dipapah masuk dan mulai ditanyai apa pasal sampai pulang dalam keadaan pakaian compang-camping serta berdarah-darah.
Betapa terkejutnya orang tua serta warga tetangga Cici, ketika ia mengungkap apa yang barusan dialami. Tidak ada pilihan lain, polisi pun langsung di tujuh untuk mengadukan perbuatan Abute, sementara Cici dan Ceci dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang, untuk mendapatkan perawatan serius.
Pagi keesokan harinya, polisi pun menggerebek Abute di rumahnya. Nyaris kabur, namun berkat kesigapan tim Buru Sergap (Buser) Polres Bolmong, Abute berhasil dibekuk, dan kini diamanakn di Mapolres.
Kapolres Bolmong, AKBP Gatot Tri Suryanta Msi yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Denny Budhiono SIK, membenarkan adanya laporan tersebut dan tengah dalam proses lebih lanjut. ‘’Kami sudah amankan pelakunya untuk menjalani proses hukum,” katanya. (708)

Sumber: Posko Manado, 1 April 2010

Bolmong Bakal Miliki Bus Sekolah

Bolmong, KOMENTAR
Setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dan Kabupaten Bolmong Utara memiliki bus sekolah, giliran Pemkab Bolmong yang bakal segera kebagian jatah bantuan serupa dari Departemen Perhubungan. Ini menyusul permohonan yang telah diaju-kan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Bolmong
ke Menteri Perhubungan.
Kepala Dishub Kominfo Bolmong, Derek Panambunan ke-pada wartawan mengatakan, saat ini surat permohonan telah rampung dan siap dikirimkan ke pusat untuk permintaan pengadaan dua unit bus sekolah. Disinggung soal keterlambatan Bolmong bila dibandingkan KK dalam kepemilikan bus sekolah, Panambunan mengatakan hal tersebut tidak menjadi masalah.
Karena menurutnya, sebelum pengajuan bus sekolah ini, pihaknya telah melakukan permintaan pengadaan dua unit bus. “Aturannya tiap pengajuan itu minimal lima tahun usai pengajuan pertama, barulah pengajuan kedua diusulkan, namun sesuai skala prioritas,” terang Panambunan.
Lebih lanjut dirinya mengatakan pengajuan permohonan sudah akan dikirim pada April ini dengan permintaan dua unit bus sekolah. Namun apakah permohonan bakal dipenuhi, Panambunan menyerahkan semua kepada putusan pemerintah pusat. “Yang jelas kita hanya mengirimkan permohonan bantuan. Namun apakah akan dapat dua bus atau cuma satu, semua tergantung pemerintah pusat,” pungkasnya sembari mengatakan realisasi bantuan kemungkinan akan turun pada 2011.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 1 April 2010

MMS Mulai Aktif

BOLMONG — Cobaan berat yang dipikul Bupati Bolmong Marlina Moha Siahaan MMS), karena ditinggal suami tercinta Syamsudin Kudji Moha (SKM), tak membuat MMS mengabaikan tanggungjawab kenegaraan. Di sela-sela tafakur, MMS tetap menjalankan tugas sebagai pimpinan pemerintahan. Dikabarkan, MMS Selasa (31/3) lalu, sempat menerima kunjungan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmong. Kunjungan para anggota DPRD Bolmong itu, untuk berkordinasi soal alat kelengkapan dewan yang akan segera diparipurnakan.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas Bolmong Bachrudin Marto, MMS selama dibalut duka, tetap memikirkan masyarakat Bolmong. Tugasnya sebagai kepala pemerintahan, tetap dijalankan meski tidak berkantor. Hampir setiap harinya, pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) selalu datang berkonsultasi. Bahkan, Bupati sering memanggil para kepala dinas menanyakan tugas kedinasan. “Buktinya, beberapa waktu lalu Bupati memanggil Kepala Bappeda untuk mewakilinya menerima nota pengangkatan sekdes di Jakarta,” ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjut Marto, Bupati juga terus memantau kinerja dari aparatnya dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat. “Bupati terus memantau kinerja dari aparatnya,” tambahnya. (fir/ham)

Sumber: Manado Post, 1 April 2010