Merah Putih Dikibarkan Terbalik di Papua

DETIK-detik proklamasi yang diringi dengan bunyi sirene serta suara dentuman sebanyak 17 kali, pertama-tama dilaksanakan di ujung timur Indonesia, tepatnya di Papua. Hal itu karena perbedaan waktu dua jam lebih awal antara wilayah Barat dengan wilayah Timur Indonesia.
Hanya saja, peringatan HUT Proklamasi di Propinsi Papua Barat dipusatkan di Manokwari diwarnai insiden memalukan. Di hadapan Inspektur Upacara Gubernur Papua Barat Abraham O Ataruri, bendera merah putih terbalik saat akan dikibarkan. Pengibar bendera Pedy Idowari, Fajar Rustam dan Abdul Kadir serta komandan Paskibraka Lettu Kadiwaru. Sedangkan perwira upacara saat itu Kapten In-fanteri Irawan, Komandan upacara Mayor Infanteri Robert Morin yang juga Kepala Staf Kodim 1703 Manokwari.
Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono membe-narkan hal itu. “Terjadi keteledoran saat bendera akan dikibarkan, yang putih jadi di atas dan merah di bawah, tapi saat itu juga langsung dihentikan dan diperbaiki,” kata Wachyono.
Sementara itu, pengibaran bendera merah putih raksasa di wilayah perbatasan, Wu-tung Kota Jayapura, menyedot perhatian warga perbatasan. Ukurannya memang luar biasa, 165 x 47 meter. Tak hanya warga sekitar, beberapa warga dari penjuru Kota Jayapura ternyata ikut berbondong-bondong datang ke perbatasan. Mereka ingin menyaksikan secara dekat bagaimana prosesi pengibaran bendera merah putih yang diklaim terbesar di dunia itu. “Saya bangga dengan acara pengibaran bendera ini,” Cici, salah satu warga yang menyaksikan pengibaran tersebut, Selasa (17/08) kemarin.
Bendera raksasa ini adalah prakarsa dan ide dari para pemuda mau pun pemerintah Kota Jayapura. Masyarakat berharap pengibaran bendera raksasa ini, bisa menginspirasi seluruh pemuda dan pemudi di Papua untuk lebih bersemangat lagi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Prosesi pengibaran bendera merah putih raksasa berlangsung sejak pukul 13.45-14.10 WIT. Pengibaran tersebut melibatkan ratusan warga dengan dibantu anggota TNI/Polri. Pengibaran bendera raksasa juga mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat keamanan di wilayah perbatasan. Ukuran bendera dengan panjang 165 x 47 meter dan bobot 550 kilogram ini, diharapkan bisa tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).(vvn/dtc)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: