Calo PNS Mulai Cari ‘Mangsa’

KOTAMOBAGU (23/8/2009)

Semakin dekat dan pastinya penerimaan CPNS untuk tahun 2009 ini, membuat para Calo CPNS mulai berpikiran criminal untuk mencari mangsa-mangsa yang mau dijadikan sebagai pundi-pundi uang,
terkait dengan keinginan mereka menjadi CPNS pada penerimaan kali ini. Buktinya, sejumlah Calo CPNS mulai menebar jaring mereka, dengan mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah dengan menawarkan status sebagai CPNS, dengan imbalan berupa uang yang lumayan besar untuk setiap orangnya.
Bahkan, tak tanggung-tanggung modus yang dilakukan oleh para Calo CPNS ini sangat nekat, yakni mengaku sebagai kerabat dekat dari Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit, yang semakin meyakinkan masyarakat jika benar-benar bisa menjadi CPNS asalkan membayarkan imbalan yang dimintakan oleh para Calo CPNS ini.
Salah satu korban yang kena adalah Ikhsan salah satu warga Desa Purworejo, yang harus kehilangan uang sebesar Rp 1,5 juta, sebagai uang muka yang dimintakan oleh orang bernama Ita yang mengaku sebagai kerabat dekat Wali Kota sehingga bisa langsung dengan mudah memasukan Ikhsan sebagai CPNS di Kota Kotamobagu.
“Saya sudah menyetor sekitar Rp 1,5 juta kepada Ita, dia mengaku sebagai kerabat dekat Wali Kota jadi saya percaya,” ujar Ikhsan kepada wartawan.
Sementara, Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit secara tegas menyatakan jika dirinya sama sekali tidak mengetahui ada banyak calo yang menyatut nama keluarganya, untuk mendapatkan keuntungan dari masyarakat yang ingin menjadi CPNS.
Oleh karena itu, Djelantik sapaan akrabnya meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan semua omongan dari para calo CPNS tersebut, karena yang akan diterima sebagai CPNS adalah orang-orang yang lulus pada tes CPNS nanti.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ada yang percaya dengan orang yang mengaku bisa menjadikan sebagai seorang CPNS. Lebih baik ikut tes, dan kalau memang sudah nasib pasti akan menjadi CPNS,” ujar Djelantik sembari mengimbau kepada semua staf Pemkot untuk tidak main-main sebagai Calo.(722)

Sumber: Harian Posko Manado, 24 Agustus 2009

Iklan

Butet Segera Lakukan Roling

BOLMONG—Pergantian serta pengisian jabatan lowong akan terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmong. Bukti Bupati Bolmong Ny Hj Marlina Moha-Siahaan segera akan melakukan roling adalah dipanggilnya tim Baperjakat (badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan).
Diantaranya yang ditemui adalah Sekkab Ferry L Sugeha selaku penanggung jawab baperjakat dan Kepala BKD Mitran Tuna. Intinya, Butet minta masukan kepada tim tersebut siapa saja pejabat yang layak menduduki jabatan baru dan memenuhi standar PP 41/2007, tentang Organisasi Perangkat Daerah. “Memang jadwal pelantikan hari Jumat (22 Agustus, red), tetapi kembali tertunda. Mungkin saja, pekan ini ibu bupati akan melantik pejabat baru,” kata sumber di Pemkab Bolmong, baru-baru ini.
Bocoran diperoleh dari berbagai sumber di Kantor Bupati, pelantikan tersebut didasarkan atas laporan kinerja per SKPD yang terlalu banyak rapor merah. Juga, terlalu banyak bidang/bagian dan seksi yang lowong. Apalagi, paska dipindahkannya sekira 1.800 PNS ke daerah baru, Bolsel dan Boltim.
Namun, cuci gudang ala Butet, tidak ada yang akan dinonjobkan, tetapi akan dipindahkan ke dinas/badan yang baru, dan bagian. Mereka dikabarkan tetap diberikan jabatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang baru. Mereka yang dikabarkan akan menduduki pos baru diantaranya Kepala Kesbang, Linmas dan Politik Djek Damopolii, Kadistamben Moh Yudha Rantung, Kadispertanak Channy Wayong, Bapedda Suharjo Makalalag, Kabag Humas Bachrudin Martho. Menariknya, bagian Humas bakal diisi Kabag Pemdes Mursid ‘Dede’ Potabuga S.Sos, Camat Passi Timur Drs Rubuu Pasambuna, Kepala Perwakilan Bolmong Riski Lamaluta SE dan Kabag Pembangunan Wahyudi ‘Yuks’ Kadullah, SIP. “Baru diusulkan ke pimpinan. Kami hanya mengusulkan sesuai kelebihan masing-masing pejabat. Yang pasti, mereka yang dilantik sangat memenuhi kriteria,’’ ungkap Kepala BKD Bolmong, Drs Hi Mitran Tuna, kemarin.
Mitran menambahkan, pelantikan masih akan dikonsultasikan ke pimpinan tetapi mereka yang dilantik lebih banyak mengisi jabatan yang lowong. “Intinya memenuhi Tri Martha, jujur dan bertanggung jawab,’’ pungkasnya.(ald/ras)

Sumber: Manado Post, 24 Agustus 2009

KPU Diminta Seriusi Calih Bermasalah

BOLMONG (19/8/2009)

Sejumlah masyarakat meminta kepada Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Bolmong, untuk menseriusi para Caleg Terpilih
(Calih) yang bermasalah, baik dengan partai maupun bermasalah dengan
hukum.

Pasalnya, mereka menilai jika KPU hanya sebatas Lip Service, terkait
dengan penertiban para Caleg Terpilih yang bermasalah dengan hukum
maupun dengan partai.
Buktinya menurut masyarakat, KPU masih tetap membiarkan sejumlah Caleg yang tersandung hukum, seperti adanya ancaman hukuman 5 tahun keatas, maupun yang melakukan beberapa pemalsuan data.
“KPU jangan hanya sebatas lip service Karena, hingga kini KPU
tak berani menyentuh caleg bermasalah hukum, yang secara jelas-jelas
ada ancaman hukuman diatas lima tahun,” ujar Yanni Umbola.
Sementara, Alfian Pobela calon terpilih asal PKS Dapil 1 Passi Bersatu, juga menyebutkan jika KPU harus bisa menunjukan ketegasan terkait dengan permasalahan Caleg yang sudah jelas-jelas terbukti tidak memenuhi syarat seperti pernah diancam penjara diatas 5 tahun.
“KPU harus bisa menunjukan kepada masyarakat, jika mereka itu tegas,
dengan tidak melantik para caleg yang bermasalah, apalagi yang secara
jelas dan nyata jika tidak bisa diluluskan verifikasi karena terancam hukuman diatas 5 tahun,” jelas Pobela kepada Koran ini kemarin.
Bahkan, akibat mulai terkuaknya permasalahan-permasalahan tersebut,
KPU Bolmong kini harus berhadapan dengan pengadilan, setelah dilaporkan oleh Syafrudin Laya, terkait dengan kasus pembukaan kotak suara di dapil 6, yang kemudian menjadikan Bobby Mokodompit diputuskan sebagai caleg terpilih.(722)

Sumber: Harian Posko, 20 Agustus 2009

RAPBD 2010 Dibahas September

Bolmong, KOMENTAR
DPRD Bolmong rencananya akan membahas RAPBD 2010 pada September mendatang. Dikatakan Kepala Badan Pe-rencanaan Pembangunan dan Penanaman Modal dan Statis-tik, Drs Suhardjo Makalalag MSi, dipastikan September ka-rena sebelumnya sudah dilaku-kan Musrenbang dengan meng-akomodir aspirasi dari tingkat desa, kecamatan hingga pem-bahasan di tingkat eksekutif.
“Kini RAPBD telah siap diba-has. Kami tinggal menunggu kesiapan DPRD. Jika sudah, maka eksekutif siap melaksa-nakan pembahasan tersebut,” ujarnya.
Disentil belum adanya penam-bahan sejumlah badan dan kan-tor yang diduga bakal meng-ganggu persiapan penyusun-an APBD terkait ketambahan badan/kantor semisal Badan Penanggulangan Bencana yang diketahui harus dilakukan pem-bahasan duluan untuk meng-usulkan anggarannya nanti, Makalalag optimis telah ada yang menanggulangi hal itu.
“Kalau soal dana bencana sudah dibahas sebelumnya oleh SKPD yang dimasukan ke RAPBD,” tandas pria yang menguasai beberapa bahasa asing tersebut.
Di tempat terpisah Wakil Ke-tua DPRD Bolmong Herson Ma-yulu mengatakan, pembahas-an RAPBD 2010 dilakukan Agustus ini dan masih dibahas angota dewan periode 2004-2009. “Namun, soal waktu, mengingat apakah pihak ekse-kutif sudah merampungkan atau belum, di mana mekanis-menya harus dimulai pada pe-nyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan PPAS. Jika telah dilaksanakan, maka secepatnya dewan akan mem-bahas,” ujar Mayulu.
Selain itu dari informasi yang didapat, pembahasan RAPBD tahun 2010 nanti masih akan dilakukan pembahasannya oleh anggota DPRD periode 2004-2009 sebelum agenda pelantikan yang diagendakan pertengahan September men-datang.(dax)

Sumber: Harian Komentar, 20 Agustus 2009

Mega Proyek Ratusan Miliar Terancam Mubazir

Bolmong, KOMENTAR
Kehadiran mega proyek PLTA dari PLN di Bolmong untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bolmong Raya maupun Mina-hasan Selatan yang telah dianggarkan sebesar Rp 450 miliar yang bersumber dari dana Loan bakal mubazir. Ini menyusul belum adanya reali-sasi alih status lahan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Kehutanan RI.
Dari hasil penelusuran, rencananya PLN akan membangun pembangkit listrik dengan daya 2 x 15 megawatt yang justru menjadi keuntungan bagi daerah tersebut untuk menarik investor yang selalu melihat ketersediaan energi sebelum menanamkan investasi. Sebab, selama ini warga Sulut selalu dipersoalkan oleh ketersediaan pasokan energi listrik yang terasa makin kurang sementara kebutuhan kian besar.
Informasi resmi yang diperoleh, untuk alasan memenuhi kebutuhan energi ini, baik PLN maupun empat konsorsium, telah melakukan kesepakatan bahkan telah memperoleh persetujuan Gubernur SH Sarundajang yang tengah getol mem-promosikan Sulut ke daerah lain dan dunia internasional. Namun sejak 2007, belum ada realisasi dari Dephut RI. Pada-hal sudah dicapai kesepakatan sejak 2007 lalu untuk membangun PLTA sebagai solusi. Sayangnya, sampai saat ini sta-tus tanah belum dialihkan dari Departemen Kehutanan.
Data yang didapat dari sumber resmi Pemkab Bolmong, mega proyek PLTA atau PLTA Poigar, yang berada di perbatas-an Minsel, Bolmong Induk dan Boltim tersebut, turbinnya akan dibangun di kawasan Ka-bupaten Minsel. Namun lahan yang akan digunakan sekitar 50 hektare untuk membuat terowongan sepanjang 8 km berdiameter 4 meter, terbanyak berada di kawasan Bolmong Induk dan Boltim.
Adapun sumber air yang akan mengalir ke turbin seba-gai pembangkit listrik, berasal dari aliran Danau Iloloy dan Moat. Namun lokasi terowongan sepanjang 8 km ter-sebut berada di bawah hutan konservasi. Hingga diperlukan legalitas peralihan status dari Dephut.
Elemen di Bolmong pun berharap pemerintah pusat sece-patnya merealisasikan proyek yang dinilai ramah lingkungan ini. Proyek ini guna memenuhi ketersediaan listrik demi menarik investor Minsel dan Bolmong Raya.
Sementara Ketua LSM Surya Madani , Salim Landjar menyesalkan jika saja mega proyek ini tidak diseriusi pemerintah guna menunjang kebutuhan akan kelistrikan di Totabuan.(dax)

Sumber: Harian Komentar, 20 Agustus 2009