MT di Warung Kosong

Pangkalan Jamin Aman Sampai Monuntul

KOTAMOBAGU— Pasokan minyak tanah (mitan) di warung pengecer di Kota Kotamobagu sampai ke Kecamatan Modayag, Bolmong Timur tidak lancar. Sudah seminggu warga di Kotamobagu tidak bisa menemui mitan di warung terdekat. Sejumlah warung di Kelurahan Molinow, Kelurahan Mongkonai, dan Kelurahan Mongkonai Barat, tidak mendapatkan jatah mitan sejak 2 pekan lalu. ‘’Sudah lebih dari satu minggu ini tidak ada minyak tanah,’’ ungkap Ny Yati Bambela, pemilik warung ‘Indah’ di Molinow, Kotamobagu Barat, kemarin.
Namun berdasarkan pantauan wartawan Manado Post, Senin (14/9), kemarin, di pangkalan Arif Daud di toko Azzam Jaya Molinow dan pangkalan milik Hi H Makalunsenge kios Lambayan Sukma Biga, masih ada belasan drum mitan.
Menurut Arif ‘Azzam’ Daud, pemilik pangkalan mitan Molinow, distribusi mitan dilakukan rutin setiap minggu ke pangkalan. ‘’Ini bagian kepedulian pangkalan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan di malam monuntul (malam tradisi pasang lampu),’’katanya.
Penjelasan yang sama datang dari Hi H Makalunsenge, pemilik MT Lambayan Sukma Biga. Menurut Makalunsenge, pekan lalu masyarakat antrian hanya untuk mendapatkan jatah lebih. ‘’Masyarakat jangan panik karena tidak terjadi kelangkaan minyak tanah jelang lebaran,’’ ungkap Makalunsenge, kemarin.(ald/ham)

Perbedaan Harga MT per Liter
Jenis Usaha            Harga Eceran (Rp/liter)
1. Warung            4.500 – 5.000
2. Pangkalan            3.450
Keterangan: Khusus pangkalan harga MT disesuaikan dengan Harga Eceran Tetap (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah dan pihak PT Pertamina.

Sumber:  Manado Post, 15 September 2009

PO Sepi Penumpang

MESKI lebaran tinggal 7 hari lagi, tetapi PO (pangkalan operasional) angkutan sewa di Kota Kotamobagu, sepi penumpang.
Pantauan wartawan Manado Post, Senin (14/9) kemarin, dari sekitar pukul 08.30 Wita hingga pukul 10.30 Wita, sejumlah PO masih terlihat sepi. Suasana di Pangkalan Paris 88 Mogolaing, pangkalan Paris 88 Khusus angkutan sewa, carteran perorangan, dan borongan, CV Dame Express travel angkutan sewa darat dan rental carteran, pangkalan Kota Jaya (PO Kota Jaya) angkutan sewa Manado Kotamobagu pulang pergi, dan angkutan sewa khusus ‘Cahaya Mulia’ Gogagoman seperti hari biasa. ‘’Kalau dari Manado ke Kotamobagu memang banyak, tetapi dari Kotamobagu ke Manado sedikit,’’ kata Yani Rumbayan, seorang sopir, kemarin.
Khusus tarif angkutan dari Manado ke Kotamobagu, belum ada perubahan, di bangku depan Rp50 ribu, bangku tengah Rp45 ribu, dan bangku belakang Rp40 ribu. ‘’Memang penumpang kita dari Manado ke Kotamobagu sepi,’’ ungkap Masita, karyawan PO Paris 88. (ald/ham)

Sumber:  Manado Post, 15 September 2009

Diberikan Sebelum H-7

KOTAMOBAGU

Pembayaran tunjangan hari raya (THR) karyawan muslim di Kota Kotamobagu (KK) mulai dilakukan.
Sejumlah karyawan Paris Supermarket Kotamobagu, mengaku telah menerima THR satu bulan gaji dari perusahaan. ‘’Sebelum H-7 kami sudah menerima THR,’’ ungkap Santi, seorang karyawan Paris Supermarket, kemarin.
Sama halnya yang disampaikan Susi, karyawan Dragon Swalayan. Dia mengaku, sudah menerima THR dari perusahaan. ‘’So abis kita pake le itu THR (sudah habis saya gunakan THR, red),’’ ungkapnya, kemarin.
Pemilik Paris Supermarket Kotamobagu Pnt Suryono ‘Kok Fa’ Wijoyo, mengaku, sudah membayar THR kepada karyawan muslim. ‘’Pembayaran THR sudah diberikan sebelum H-7. termasuk untuk para sopir,’’ ungkap Suryono kepada wartawan Manado Post, Senin (14/9), kemarin.
Menurut Pengelola Dragon Swalayan Kotamobagu, Hani Budiman, uang THR bagi yang beragama Islam sudah diberikan. Ada sebanyak 50 orang yang tunjangan lebarannya sudah diberikan sebelum 1 minggu lebaran. ‘’Sudah kami berikan seminggu yang lalu,’’ kata Hani, kemarin. (ald/ham)

Sumber:  Manado Post, 15 September 2009

Pasar Senggol Dioperasikan

MASYARAKAT Kota Kotamobagu (KK) kembali dihibur dengan kehadiran Pasar Senggol Ramadhan. Selain menjadi pusat belanja berbagai jenis pakaian warga muslim Bolmong Raya, juga lokasi tersebut akan menjadi obyek wisata belanja dan kuliner.
Bahkan, rencananya akan menjual berbagai jenis produk unggulan KK, seperti kacang goyang dan kacang telur. Sebelum adanya pasar tersebut, terlebih dahulu Pemkot Kota Kotamobagu akan menggelar rapat. “Memang ada pasar senggol tetapi masih akan menggelar rapat,’’ kata Asisten II Ir Hi Moh Hardi Mokodompit, kemarin.
Hardi menambahkan, soal lokasi masih dibicarakan dalam rapat. Apakah tetap di Jalan RA Kartini atau dialihkan ke Kampung Rumoring Kelurahan Gogagoman, Kotamobagu Barat. “Yang pasti, masih kami bicarakan dan mencari yang terbaik agar kamtibmas terjaga dan jauh dari macet,’’ katanya berujar.(ald/ras)

Sumber: Manado Post, 02 September 2009

Penyaluran THR Ngambang

Dinsosnaker KK Bentuk Tim Pengawasan
KOTAMOBAGU—Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja di Bolmong Raya belum ada kepastian. Ngambangnya waktu pemberian THR ini karena Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kotamobagu (KK) masih menunggu keputusan bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi, dan Menteri Agama M Maftuh Basyuni.
Menurut Kadis Sosial dan Tenaga Kerja KK Ir Hi M Taufiq Alhabsy mengakui, pihaknya belum menerima edaran keputusan bersama 3 Menteri terkait THR dan libur nasional. Namun, sebelum H-7 tetap ada antisipasi. Seperti sudah membentuk tim pengawasan perusahaan pemberian THR. Pun telah disurati perusahaan-perusahaan untuk diwajibkan membayar THR kepada pekerja atau karyawan yang sudah bekerja sesuai dengan masa kerja. “Biasanya ada surat edaran resmi yang masuk dan tindak lanjutnya langsung dari Gubernur SH Sarundajang, tetapi sampai saat ini belum masuk, kalau sudah ada tetap akan kami kirim ke 125 perusahaan di Kota Kotamobagu,’’ ungkap Taufiq, Selasa (1/9), kemarin.
Taufiq menambahkan, bagi perusahaan yang tidak memberlakukan THR sesuai dengan UU Ketenagakerjaan tetap akan diberikan sanksi. Namun, selama ini perusahaan tetap memberlakukan THR. “Khusus Kota Kotamobagu ada kira-kira 2.337 orang pekerja yang berhak menerima tunjangan tersebut. Tidak hanya umat muslim tetapi non muslim juga ada tunjangan hari raya,’’ katanya mengurai.
Sementara pihak pemilik perusahaan pun siap memberikan THR. “Wajib bagi kami untuk memberikan THR,’’ aku Ko Fani, pemilik Dragon Swalayan.
Bocoran diperoleh, karyawan muslim menerima THR 1 bulan gaji. Bagi karyawan yang sudah 12 bulan bekerja secara terus menerus juga menerima 1 bulan upah. Namun, ada juga yang mendapat bonus dari perusahaan, seperti minuman dan bahan untuk membuat kue. “Kami menerima THR satu bulan gaji. Kalau gaji tiap bulan Rp1 juta maka kami menerima Rp2 juta,’’ kata Lia Damopolii, karyawan perusahaan di Bolmong.(ald/ras)

Sumber: Manado Post, 02 September 2009

Mayulu: Dewan tak Perlu Ngotot Bahas APBD 2010

Bolmong, KOMENTAR Hingga kini legislatif Bolmong belum melakukan pem-bahasan APBD 2010. Padahal, pelantikan caleg terpilih DPRD Bolmong tinggal menghitung hari, dan sejumlah wajah lama akan segera meninggalkan Gedung Kinalang. Menurut Wakil Ketua DPRD Bolmong Hi Herson Mayulu, melihat waktu yang ada serta jadwal yang belum masuk, maka kemungkinan pembahasan APBD 2010 bakal mo-lor. “Jika molor hingga pene-tapan pelantikan anggota DPRD yang baru, agar hasilnya tidak terkesan dipaksa-kan, maka lebih baik pembahasannya diserahkan saja pada legislator yang baru,” ucap Mayulu. Apalagi, ucapnya, bahwa hingga kini belum ada pembahasan KUA PPAS dari Pemkab Bolmong. KUA PPAS sendiri merupakan dasar menyusun RKA bersama tim anggaran pemkab, selanjutnya dibahas bersama SKPD dan DPRD guna rancangan APBD Tahun 2010 hingga kini belum terjadwal. Sementara, informasi dari pihak Bappeda Bolmong, pem-kab telah siap membahas APBD 2010, namun masih menunggu kesiapan legislatif.(dax) Sumber: Harian Komentar, 02 September 2009

Polres Action Periksa Dugaan Korupsi Bolmong-KK

Bolmong, KOMENTAR
Pejabat termasuk SKPD di Bolmong dan Kota Kotamobagu, kini harus bersiap-siap menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyalahgunaan uang negara yang terjadi masing-masing instansi pemerintah tersebut. Hal ini menyusul action jajaran Polres Bolmong yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Ditegaskan Kapolres Bol-mong, AKBP Set S Lumowa SIK, menindaklanjuti instruksi Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pembe-rantasan korupsi hingga ke akarnya, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan segala bentuk penyimpangan keuangan di jajaran Pemkab Bolmong maupun Pemkot Kotamobagu.
“Pemeriksaan terkait adanya informasi penyalahgunaan anggaran hingga SPPD fiktif di sejumlah SKPD Pemkab Bol-mong dan Pemkot Kotamobagu. Jika ditemukan ada pejabat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi ma-ka langsung diproses,” ujarnya.
Menurut Lumowa, sementa-ra ini pihaknya tengah melakukan penelusuran dan me-ngumpulkan data guna kelengkapan informasi saat melakukan pemeriksaan di lapangan. “Kegiatan pemeriksaan itu akan kita mulai seusai hari raya lebaran,” imbuh Lumowa.(kg)

Sumber: Harian Komentar, 02 September 2009