Kotamobagu Krisis Barito

POSKO,KOTAMOBAGU— Pasaran bahan dapur khususnya bawang, rica dan tomat (Barito) laris manis. Namun ketersediaan di pasaran mulai berkurang, karena kebutuhan warga meningkat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2010. Pemerintah Kota (Pemkot) terpaksa turun tangan.

Informasi yang diperoleh di Dinas Perindistrian dan Perdagangan (Disperindag), sejumlah pasar yang ada di Kotamobagu, belum ditemukan adanya kelangkaan bahan pokok seperti beras, gula pasir, minyak kelapa serta bahan lainnya, kecuali barito.
“Memang untuk barito dikeluhkan terjadi kelangkaan. Kami akan mengantisipasi dengan mendatangkan pasokan dari Jawa agar kebutuhan terpenuhi,” jelas Kepala Disperindag Kotamobagu Drs Dat Paputungan, Senin kemarin.
Direncanakan, Disperindag bakal melakukan pemantauan di pasar dan pusat perbelanjaan untuk mengontrol harga bahan pokok dan barang yang telah kadaluarsa.(708)

Sumber: Posko Manado, 22 Desember 2009

Iklan

OHH,…VIDEO PORNO OKNUM

SISWI SMK GEMPARKAN MANADO

– Perempuan Siswa di Kotamobagu
– Aktornya Tukang Bentor

POSKO, MANADO— Satu lagi kasus peredaran video porno yang dilakoni sepasang kekasih gemparkan Kota Manado. Kali ini, pemeran dalam video amatiran berdurasi sekitar 5 menit 58 detik tersebut adalah oknum siswi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kotamobagu. Sedangkan si pria adalah tukang bentor.
Menariknya, meski keduanya tinggal di Kotamobagu, namun rekaman video mesum tersebut justru lebih banyak beredar di Manado dari hape ke hape. Adegan tak senonoh sepasang kekasih ini, terekam jelas dalam video amatiran jenis 3Gp. Rekaman itu mempertontonkan seorang gadis rambut lurus sebahu berusia antara 16-18 tahun, kulit kuning langsat dan sang aktor berumur di atas 20-an, tengah berhubungan intim di atas tempat tidur. Dari lokasinya, diperkirakan adegan mesum tersebut di dalam sebuah kamar hotel melati yang ada di Kotamobagu. Penelusuran tim liputan koran ini di Kotamobagu, mengatakan perempuan tersebut memang sangat mirip dengan siswi di salahsatu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kotamobagu. Sejumlah siswi yang juga teman sekolah si perempuan yang sempat didatangi dua hari lalu tidak menampik hal itu. Menurut mereka, perempuan yang dalam adegan itu masih mengenakan kacamata minus tersebut sangat mirip dengan sahabat mereka yang kini menghilang pasca beredarnya video tersebut beberapa waktu silam. ”Itu memang jelas sama deng dia. Mar dia kwa so nda pernah maso setelah tu vidio beredar,” ujar sumber yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan.
Sementara sang laki-laki, informasinya memang adalah kekasih si gadis yang berprofesi sebagai tukang bentor yang hingga kini masih beroperasi di Kotamobagu. ”Yang torang tau tu cowok itu pilot bentor,” ungkap sumber tadi.
Video itu sendiri beredar dari Hp ke Hp, dan kini banyak ditonton masyarakat terutama para muda-mudi yang mengenali wajah keduanya. Sampai berita ini naik cetak, polisi belum mengetahui maupun melakukan tindakan atas beredarnya adegan tersebut.(708)

Sumber: Harian Posko Manado, 19 Desember 2009

CPNS Kotamobagu Menunggu NIP

355 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kotamobagu sudah siap bekerja. Dalam waktu dekat, Nomor Induk Pegawai (NIP) mereka segera diterbitkan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kotamobagu Drs Idris Manoppo membenarkan tahapan CPNS sudah hampir rampung.
“Paling lambat pekan depan kami sudah memasukan semua berkas di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional 11 di Manado,” kata Manoppo.
Menurutnya, pengurusannya masih sedikit terlambat karena masih ada tersisa beberapa CPNS yang berkasnya belumlengkap. “Akan segera dikirim ke BKN,” ujar Manoppo. Untuk diketahui, kuota sebenarnya 401 kursi, namun setelah beberapa tahapan yang terisi hanya sebanyak 355. Dengan demikian masih ada 46 kursi kosong yang nanti diisi pada tahun depan. (mpg)
Sumber: Manado Post, 17 Desember 2009

Bupati Berpeluang Diperiksa

Terkait Kasus Dugaan Kecurangan CPNS di Boltim
TUTUYAN—Setelah memintai keterangan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Boltim Darwis Lasabuda, Polres Bolmong ‘mengincar’ Bupati Boltim Kandoli Mokodongan. “Bupati dimungkinkan masuk daftar pemeriksaan,” ungkap sumber di penyidik Polres Bolmong Soal kisruh rekrutmen CPNS di Boltim hingga rencana pemanggilan Kandoli oleh Polres Bolmong, Asisten I Setprov Sulut HR Makagansa menyatakan Pemprov akan meminta klarifikasi terlebih dulu kepada mantan Kadis Nakertrans Sulut itu. “Secara resmi kami (Pemprov, red) belum mendengarkan pernyataan atau klarifikasi dari Pak Bupati Boltim,” kata Makagansa.
Senin (14/12) BKD Boltim mengantarkan beberapa barang bukti terkait seleksi CPNS ke Polres. Ada berkas, juga peralatan pemeriksa hasil Lembar Jawaban Komputer (LJK). Polres juga telah mendatangi Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim Taufik Mokoginta.
Kapolres Bolmong AKBP Gatot Tri Suryanta, melalui Kasat Reskrim AKP Denny Budhiono menegaskan meski belum ada pemeriksaan secara serius kepada sejumlah orang yang terkait, namun pihaknya akan segera melakukannya untuk kemudian akan mengarah ke penetapan tersangka.
Sementara itu, ketika ditanyai apakah Bupati adalah salah satu yang akan diperiksa dalam kasus ini, menurut Budhiono, itu bisa saja terjadi, tergantung prosesnya nanti. “’Bisa saja Bupati juga diperiksa,” katanya. (mpg/syl)

Sumber:  Manado Post, 16 Desember 2009

Pengadaan Mobnas Dekot-Dinkes Kabur

KOTAMOBAGU— Pengadaan Empat Mobil Dinas (Mobnas) untuk DPRD Kotamobagu makin tak jelas. Pernyataan Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkot Kotamobagu Iriyanto Mokoginta bahwa mobil itu sedang dalam perjalanan ke Kotamobagu, belum terealisasi. “Sampai sekarang belum ada laporan jika mobil itu sudah ada, kami juga belum melihat fisiknya,” kata seorang legislator KK.
Informasi juga menyebutkan, sang kontraktor yang menang pengadaan mobil tersebut terancam diberi sanksi Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Selain dianggap tidak diseriusi oleh Pemerintah (Pemkot) KK, proyek pengadaan tidak mendapat pengawasan yang maksimal.
Tidak hanya Mobnas untuk DPRD saja yang terlambat, tetapi ada juga mobil yang diadakan Dinas Kesehatan yang tak jelas. Soal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu dr Salom Helweldery menegaskan, waktu pengadaan belum lewat deadline. Bahkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinkes, Ny Nini, menegaskan belum ada TGR karena belum terlambat pengadaannya. “Masih ada waktu,” kata Nini.(mpg)

Sumber: Manado Post,  16 Desember 2009