CPNS Demo Besar-besaran

Djelita Belum Menyerah

KOTAMOBAGU — Batas waktu yang diberikan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi kepada panitia penerimaan CPNS 2009 tidak bisa ditunaikan. Dari perjanjian Menpan-RB dan Pemkot KK, Senin (31/5) merupakan kesempatan terakhir bagi pemkot KK menuntaskan pat gulipat di rekrutmen CPNS.
Namun, kabar yang diperoleh menyebutkan, Pemkot Kotamobagu tetap ngotot untuk menyelesaikan sendiri. Sumber mengaku Wali Kota Djelantik Mokodompit akan menyusul Wakil Wali Kota Ir Tatong Bara, akan bertemu Menpan dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) hari ini. “Ibu Tatong sudah lebih dahulu di Jakarta. Hari ini Pak Djelantik menyusul,” kata sumber di lingkup Pemkot.
Tatong yang dihubungi kemarin tidak mengatakan apapun soal rencana pertemuan itu. “Saya di Jakarta selama 3 hari untuk mengikuti acara mewakili Wali Kota,” ujarnya.
Disinggung soal CPNS, Tatong menyesalkan aksi demo ke rumahnya Jumat pekan lalu. Padahal, kisruh CPNS yang SK nya dipending pusat karena hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Kementerian dan BKN. “Saya sama sekali tidak mengerti soal CPNS. Yang saya tahu, semuanya itu kewenangan dari Menpan dan BKN. Coba para CPNS mendatangi BKN dan Tanya sendiri,” tegasnya.
Djelantik sendiri hanya mengakui, telah perjuangkan NIP para CPNS. “Kita tinggal menunggu. Yang penting kami sudah berusaha maksimal,” ungkapnya.
Pengamat hukum Nasir Katong SH MH menilai, persoalan NIP ini akan menjadi masalah pelik jika tidak diselesaikan. “Saat diumumkan ke publik hasilnya secara otomatis itu milik publik. Jangankan 352 tidak keluar, 1 saja akan jadi masalah. Dan ini akan mengganggu stabilitas daerah,” kata Katong.(fir/ham)

Sumber: Harian Manado Post, 31 Mei 2010

Iklan

Yasti: PAN Tak Urus CPNS

KOTAMOBAGU — Ketua Komisi V DPR RI Yasti Soeprejo Mokoagouw tersayat hatinya atas tudingan Partai Amanat Nasional (PAN) terkait dalam kisruh SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kotamobagu.
Yasti yang dihubungi via telepon selular kemarin, mengatakan, Tatong sejak diangkat sumpah sebagai Wakil Wali Kota Kotamobagu, tidak pernah menghubungkan dirinya sebagai pemerintah dengan dirinya sebagai perwakilan partai. “Saya bisa jamin itu,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Yasti bahkan menantang siapapun yang untuk membuktikan kalau PAN terlibat dengan persoalan CPNS. Juga menantang kalau Tatong sebagai penghisap darah, yang karena tudingan ada sebagian orangnya yang tidak diakomodir lantas melapor. “Buktikan kepada saya, kalau benar PAN akan mencabut dukungannya kepada Tatong,” tegas Yasti lagi.
“Coba, CPNS yang rata-rata sarjana mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa pihak BKN dan Menpan belum mengeluarkan, tentunya ada masalah. Dan masalah itu, bukan karena siapa yang melapor, tetapi pasti ada persoalan yang terjadi dalam mekanisme perekrutan,” usulnya. (fir/ham)

sumber: Harian Manado Post, 31 Mei 2010

Disambut ribuan massa pendukung SVR-MMS Tampil Mesra di Minsel

SEJAK ditetapkan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur dari Partai Golkar, Kamis (20/05) lalu Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) dan Ny Marlina Moha Siahaan belum pernah dikabarkan melakukan pertemuan atau terlihat bersama. Terakhir kali tampil berdua adalah ketika keduanya menghadiri deklarasi Golkar di Boltim.
Namun pada penampilan perdana sejak ditetapkan, Selasa (25/05) kemarin, saat menghadiri deklarasi pasangan calon top eksekutif Tetty Paruntu dan Sonny Tandaju di Minsel, SVR dan MMS terlihat tampil mesra.
Keduanya terlihat terus me-nebar senyum kepada belasan ribu massa yang tak hanya memberi dukungan untuk Tetty dan Sonny, tapi juga kepada keduanya. Apalagi teriakan dan yel-yel yang mendukung SVR-MMS memimpin Sulut terus didengungkan. “So ini torang pe Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut. SVR-MMS satu putaran,” teriak massa. “SVR bapak pemersatu semua golongan, MMS torang pe bunda,” tambah warga.
Sejumlah warga yang dimin-tai tanggapannya mengatakan, keputusan Partai Golkar menetapkan SVR-MMS adalah bukti partai berlambang pohon beringin itu menghargai kemajemukan di Sulut. “SVR-MMS mewakili seluruh agama, suku dan golongan yang ada di Sulut. Dengan menetapkan mereka, Partai Golkar meniadakan perbedaan. Dan kami sungguh sangat mendukung pasangan ini untuk memimpin Sulut,” ujar Martino L, warga Tumpaan. Kemarin, SVR dan MMS mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ir Aburizal Bakrie dalam acara deklarasi pasangan Tetty-Sonny untuk Pilbup Minsel. Selain Ical, turut hadir Wakil Ketua DPP PG sekaligus Korwil Sulawesi, Nurdin Halid dan anggota DPR RI dapil Sulut, Aditya Moha SKed.
Seperti diketahui, Vreeke-Bu-tet merupakan pasangan cagub dan cawagub dari PG yang diyakini akan memenangkan pilgub satu putaran saja. Pasal-nya, keduanya merupakan figur terbaik yang dimiliki Golkar dan dicintai seluruh masyarakat Sulut. Ini dibuktikan, baik Vree-ke mau pun Butet, sama-sama adalah bupati dua periode dan bupati pertama pilihan rakyat Minahasa dan Bolmong. Kemenangan mereka dalam pilbup pun sangat fantastis, dengan meraih suara lebih dari 50 persen.(ami/*)

Sumber: Harian Komentar, 26 Mei 2010

Dekot KK ”Menyerah” Soal CPNS?

Mokolanut: Pihak pemkot terkesan menutup diri

Kotamobagu—Polemik terhambatnya pengeluaran NIP CPNS hasil seleksi tahun 2009 lalu, rupanya makin pelik. Pasalnya, kesepakatan antara legislatif dan eksekutif di Kotamobagu untuk terus memperjuangkan hal tersebut agar segera dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN), rupanya tidak menuai hasil. Bahkan, Dewan Kota (Dekot) Kotambagu, hingga saat ini terkesan telah menyerah dan tidak mau tahu dengan persoalan NIP CPNS tersebut.
Ketua Komisi I Dekot Kotamobagu Yusran Debby Mokolanut Sag Msi, Selasa (25/5) kemarin, mengatakan, pihaknya telah mencoba beberapa kali mengkoordinasikan hal tersebut dengan Pemkot Kotamobagu, lewat pemanggilan terhadap beberapa istansi yang dianggap berkompeten dalam pengurusan NIP tersebut. Namun sayang, menurut Mokolanut, pihak Pemkot dalam hal tersebut terkesan menutup diri.
“Kordinasi yang kami lakukan selama ini tidak membuahkan hasil. Bahkan Pemkot terkesan arogan dan menutup diri, seraya menyatakan, hal tersebut masih dapat ditanggulangi sendiri oleh mereka, padahal kami merupakan mitra kerja dalam hal pelayanan terhadap masyarakat. Makanya, mulai saat ini persoalan CPNS adalah tanggung jawab penuh dari Pemkot Kotamobagu,” tegas Mokolanut dengan nada geram.
Menyinggung persoalan sikap Dekot Kotamobagu untuk dapat membentuk panitia khusus (pensus) untuk menyelidiki dugaan kecurangan pada seleksi tahun lalu, seandainya NIP CPNS tersebut tidak juga dapat dikeluarkan hingga akhir bulan ini, dimana hal tersebut terkait dengan pernyataan Pemkot Kotamobagu beberapa waktu lalu, yang menyatakan deadline pengeluaran NIP tersebut sampai pada akhir bulan ini. Mokolanbut justru mengelak, seraya menyatakan, dirinya tidak ingin masuk dalam urusan internal tersebut. dimana hal ini telah disepakati bersama oleh komisinya.
“Saya tidak mau tahu lagi persoalan NIP itu, kalaupun memang tidak akan dikeluarkan, maka itu merupakan tanggung jawab Pemkot Kotamobagu, dan bukan tanggung jawab kami selaku legislator. Lagipula, Pemkot Kotamobagu seharusnya dapat transparan persoalan proses NIP tersebut, kalau begini terus maka masyarakat nanti yang akan dibingungkan,” tutur Dosen Universitas Dumoga Kotamobagu tersebut.
Sementara itu, Walikota Kotamobagu Drs Hi Djelantik Mokodompit, saat dimintai konfirmasinya di sela-sela pelaksanaan pertemuan Apeksi menyatakan, sejauh ini pihaknya masih tetap berusaha untuk terus melakukan lobi ke BKN agar mempercepat NIP CPNS tersebut. “Kami masih terus berusaha, dan dapat dipastikan NIP tersebut tetap akan keluar,” ujar Mokodompit.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKID) Propisnsi Sulut Jefry Korengkeng, yang saat itu turut menghadiri pembukaan Apeksi bersama Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang menyatakan, pihaknya hingga saat ini belum menerima surat resmi dari BKN propinsi terkait dengan proses pengeluaran NIP CPNS tersebut.
“Kalau memang sudah ada, pasti akan segera kami proses, sebab hal ini menyangkut kepentingan orang banyak,” tutup Korengkeng.(jeem/rr)

Sumber: Swarakita-Manado, 26 Mei 2010

Harapan 352 CPNS Kotamobagu Pupus?

Pemerintah belum terbitkan NIP untuk angkatan 2009

Kepala BKD mengaku sudah habiskan anggaran Rp60 juta

Kotamobagu—Janji Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu untuk mengu-payakan penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil seleksi tahun 2009 pada peringatan HUT ke 3 Tahun Kota Kotamobagu, rupanya belum bisa direalisasikan.
Buktinya, Upacara peringatan HUT Kotamobagu yang bakal digelar di Lapangan Kotamobagu, Senin (24/5) hari ini, dipastikan tidak bakal diikuti oleh 352 CPNS yang telah dinyatakan lulus seleksi Tahun 2009 lalu. Hal ini juga menimbulkan anggapan bahwa harapan ratusan CPNS untuk menjadi PNS pupus sudah.
Bahkan, Pemkot Kotamobagu sendiri hingga saat ini masih terus meminta agar para CPNS tersebut dapat bersabar untuk menunggu pengeluaran NIP tersebut dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Humas Kotamobagu melalui Kepala Sub Bagian Protokol dan Pemberitaan Togap Simanjuntak STp, dengan ungkapannya yang terkesan pasrah, seraya meminta agar para CPNS terus berdoa.
“Upaya Pemkot saat ini telah maksimal, selanjutnya tingga menunggu campur tangan Tuhan, sebab sejauh apapun kita berusaha, keputusannya tetap berada di tangan Tuhan, makanya kami meminta agar para CPNS dapat turut membantu kelancaran proses ini dengan banyak bersabar serta berdoa,” ujar Simanjuntak.
Sementara itu, Kepala BKD Kotamobagu Drs Idris Manoppo, beberapa waktu lalu sempat melontarkan pernyataan kontroversial yang menyatakan, bahwa pengurusan NIP tersebut, telah menguras anggaran pribadinya hingga mencapai Rp 60 juta rupiah.
“Mereka tidak tahu betapa sulitnya mengurus persoalan ini. Lagi pula uang pribadi saya telah habis Rp60 juta untuk bolak-balik dan melobi ke Jakarta,” ungkap Manoppo.
Manoppo juga menjelaskan, kejadian di Kotamobagu tahun ini, dirasakan pula oleh beberapa daerah lainnya yang ada di Indonesia, khususnya di daerah bagian Jawa dan Sumatera. “Ada sekitar 19 daerah memiliki nasib seperti Kotamobagu, makanya para CPNS seharusnya tidak perlu khawatir, sebab hal ini hanya terkendala pada persoalan administrasi.
Sementara itu, Wakil Walikota Kotamobagu Ir Tatong Bara, saat dikonfirmasi tentang kepastian dikeluarkannya NIP tersebut oleh BKN hanya mengatakan, bahwa hal tersebut telah diserahkan kepada Walikota dan Dekot Kotamobagu untuk terus mengurusnya.
“Pengurusannya saat ini telah menjadi tanggung jawab Walikota. Lagipula hingga saat ini kami tetap berusaha untuk segera mempercepat penerbitan NIP tersebut. Tapi sekali lagi, kami masih butuh waktu,” tandas Bara.(jeem/rr)

Sumber: Harian Swarakita-Manado, 24 Mei 2010

MMS Disambut Warga Bolmut

POSKO,BOLMUT– Kehadiran Bunda Pembaharu Totabuan Ny Hj Marlina Moha Sihaan (MMS) dalam kegiatan Do’A dan Zikir Akbar yang diselenggaran di Auditorium Mania Boroko Bolmut disambut oleh puluhan ribu warga.

Figur Bunda Pembaharu

Do’a sekaligus zikir yang dipimpin langsung oleh Ustat Kondang Mohamad Arifin Ilham pada Sabtu (22/5) itu, selain mendoakan Warga dan Masyarakat Indonesia khususnya Bolmut agar selamat menuju cita-cita dan dihindarkan dari bala, juga Ustad dan puluhan ribu masyarakat Bolmut yang tumpah ruah hingga kejalan itu, mendo’akan MMS untuk diberikan kekuatan, keselamatan, agar sukses mewakili warga Muslim ke tingkat Provinsi nanti. “Bunda adalah wanita Muslimah yang kita harus dukung bersama, sebab dengan persatuan masyarakat Muslim serta kekuatan Do’a kita sekalian Insya Allah ini adalah satu-satunya perwakilan kaum Muslimin,” ujar Arifin dalam Do’anya.
Sementara itu Bupati Bolmut Dra Hamdan Datunsolang MM dalam sambutanya, menyampaikan atas nama pemerintah dan masyarakat Bolmut mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bunda MMS selaku pembaharu totabuan yang telah memekarkan Bolmut menjadi sebuah daerah otonomi yang kini berusia 3 tahun. “Terima kasih Bunda Pembaharu Totabuan,” ujar Datunsolang. Sementara itu, selesai acara Do,a dan Zikir, masyarakat simpatisan MMS mengerumuni beliau sambil bersalaman. “Kami siap mendukung Bunda. Apalagi sudah dipatenkan dengan SVR, ketua partai golkar Sulut.” ujar Karim saat berjabatan tangan dengan MMS.(723)

Sumber: Posko Manado, 25 Mei 2010

Dewan Kota ‘Bohongi’ CPNS 2009

Kapolres : Kami Masih Tunggu Hingga Batas Waktu
POSKO, KOTAMOBAGU— Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu akhirnya menuai kecaman pedas dari masyarakat, terutama para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009 yang hingga kini terkatung-katung nasibnya, karena tak kunjung mendapat SK dan dipekerjakan.

Ketua Dekot, Rustam Siahaan, yang pernah melontarkan janji akan diterbitkannya SK serta diumumkan pada tanggal 23 Mei, tepat pada HUT Kota Kotamobagu ke-3.  Dan ternyata, itu tidak benar.
‘’Yang kami tahu, Dekot sudah berjanji dan memastikan SK kami sudah ada pada tanggal 23.  Tapi buktinya mana? Ini namanya pembohongan kepada kami dan masyarakat,” ujar sejumlah CPNS ketik dimintai tanggapannya, kemarin.
Sementara itu, Ketua Dekot yang berhasil dimintai konfirmasinya, membenarkan jika SK CPNS 2009 belum ada.  Bahkan ia sendiri kembali berjanji akan tetap mengupayakan melalui lobi-lobi bersama pihak Pemkot, agar sebelum batas waktu yang diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, tanggal 30 Mei, SK tersebut sudah ada.
Hal berbeda Ketua Komisi A, Yusran Mokolanut, yang malah melontarkan bahasa yang terkesan melepas tanggungjawab.  ‘’Terserah jo mo tulis apa.  Bubar kalo bubar,” katanya kepada sejumlah wartawan dan di hadapan banyak orang, termasuk pejabat-pejabat Pemkot yang saat itu tengah menikmati makan siang di rumah dinas walikota dalam rangka HUT. (708)

Sumber: Posko Manado, 25 Mei 2010