Kursi Caleg Belum Ditetapkan

Pleno Baru Suara Parpol, Hasil Sudah di KPU Sulut

KOTAMOBAGU–Pleno penetapan suara partai politik dan calon legislative anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Kota Kotamobagu (KK), berjalan aman dan lancar. Dalam pleno sempat terjadi perdebatan terkait selisih suara, tetapi langsung diperbaiki. Seperti kejadian di PPK Kecamatan Pinolosian Tengah, ada perbedaan laporan KPPS, tetapi ketika diverifikasi dengan PPK, ternyata hanya kesalahan dalam penulisan angka. PPPK Pinolosian Tengah, Aswin Islim BA, Channy Podomi, Sherly Mamonto, Lahadi Ododay, dan Sahara Ismair, lega setelah ada pembetulan. “Sempat terjadi adu argumen tetapi kami juga bisa memberikan klarifikasi,’’ kata Channy Podomi, kemarin.
Sesama caleg di parpol saling mempertahankan kebenaran terkait perolehan suara. PDIP di daerah pemilihan V (Bolaang Uki, Pinolosian Tengah, Pinolosian Timur, Pinolosian, dan Posigadan), misalnya, Abdi Gobol dan Ronny Mokoginta saling klaim perolehan angka. “Tapi persoalan parpol jangan dibawa ke KPUD, karena kami disini hanya sebatas pleno,’’ saran Ketua KPUD Bolmong Uyun Pangalima, kemarin.
Ketua PDIP Jakobus Jemmy Tjia langsung menfasilitasi kedua calegnya itu. Bahkan Tjia, memberikan saran kepada kedua calegnya itu untuk saling legowo. “Bila saling mengalah, tetap masuk dalam daftar tunggu (maksudnya di pengisian DPRD Bolsel, red),’’ kata Tjia. Hasil pleno KPUD Bolmong dan Kotamobagu, sudah diserahkan ke KPU Provinsi. KPUD Kotamobagu, pada Sabtu (25/4), sedangkan Bolmong Minggu (26/4), kemarin.
Sementara dalam pelaksanaan pleno penetapan suara parpol dan caleg, Polres Bolmong menerapkan kondisi siaga I. Kapolres Bolmong AKBP Set S Lumowa SIK dan Wakapolres Kompol Dedi R Dayan SIK melakukan pemantauan kondisi lapangan.(ald)

Sumber: Manado Post, 27 April 2009

Golkar-PAN Rebutan Pimdekot

KOTAMOBAGU—Meski pleno penetapan calon anggota legislatif baru akan digelar Senin (27/4) atau Selasa (28/4) besok, tetapi mulai ada wacana siapa yang bakal jadi pimpinan Dewan Kotamobagu. Bila melihat hasil pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kotamobagu, Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN), bisa mendapatkan fraksi. Maka, kedua calon fraksi akan bersaing Menurut beberapa ‘pengamat’ politik di Kotamobagu, bila ada komunikasi politik antar fraksi dan sesama anggota Dekot, maka bisa saja PBB, Barnas, Demokrat, dan PDIP akan mendapat 1 jatah wakil ketua dekot. Santer beredar, Rudini ‘Udi’ Sako, Agus Suprijanta, dan Bob Paputungan kans besar rebut DB 2 K (ketua). Sedangkan untuk DB 7 K dan DB 8 K (wakil ketua), selain mereka bertiga, juga ada Rustam Siahaan (Golkar), Abdul Rivai Mokodompit (PBB), Rustam Simbala (PDIP), dan Sutomo Samad (Barnas).
Namun sebagian berpendapat masih sangat dini bicara soal pimdekot, apalagi belum ada pleno pengisian kursi. “Belum ada pembahasan dalam internal parpol, juga menunggu hasil akhir pleno penetapan anggota dekot,’’ kata Sekretaris DPC PBB Kotamobagu Abdul Rivai Mokodompit dan Sekreratis Golkar Sudirman Mamonto, S.Sos, kemarin. (ald)

Sumber: Manado Post, 27 April 2009

Ambil Kembali Amplop, Seng, Beras Hingga Lampu Jalan

Cerita Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu

Sudah 9 hari masyarakat meninggalkan pesta demokrasi, pemilu legislatif 9 April. Ada yang gembira karena hampir pasti duduk di kursi empuk 5 tahun ke depan, ada yang ketakutan karena merasa belum aman, bahkan ada yang mulai mengambil kembali ’sogokan’ dari warga, yang diberikan sebelum pemilu lalu. Di Kotamobagu, ada caleg yang merasa sudah tidak lolos mulai merapat ke konstituen. Bukannya bersenang-senang, tapi justru si caleg ingin mengambil kembali uang, beras, seng, kursi, sound system, hingga lampu jalan, yang diberikan lalu. Dengan alasan konstituen ini tidak memilihnya saat pemilu. Si caleg dengan mengerahkan suruhannya menagih amplop itu. Ada yang kembalikan, tapi ada juga yang tidak mau mengembalikan dengan alasan mereka tidak minta. ”Mereka sendiri yang berikan, bukan kami yang minta,’’ kata sejumlah warga Kotamobagu. Jika di Kotamobagu uang, di Bolmong malah barang. Berupa bahan bangunan, dll. Seperti di Modayag, Bolmong Timur, ada caleg yang ambil kembali seng karena orang yang diberikan seng tersebut ternyata tidak mencontrengnya. ”Di Bolmong ikut ambil barang yang sudah diberikan,’’ kata Arhans Daud dan Andre Poga, warga Kotamobagu. Mendengar hal tersebut Kakandepag Bolmong Hi Suhada Mokoagow mengatakan, segala sesuatu yang menyangkut pemberian seseorang bila dimulai dengan tidak ikhlas maka bukan mendatangkan pahala tetapi kemudaratan. ”Jadi segala sesuatu harus dimulai dengan rasa ikhlas. Jadi kalau tangan kanan memberi tangan kiri tak perlu tahu,’’ kata Suhada. (ronald)

Sumber: Manado Post, 18 April 2009

SBY Beri Signal Berduet JK Lagi

Jakarta, Harian Komentar
Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) sudah terbuka menyatakan keinginannya untuk berpasangan lagi dengan SBY di Pilpres 2009 mendatang. Gayung pun bersambut, karena SBY meski belum menyatakan secara terbuka, namun mulai memberi signal bahwa JK adalah cawapres yang mumpuni.
Buktinya, SBY secara khusus mengungkit prestasi fenomenal Wapres Jusuf Kalla (JK). Terutama dalam tercapainya perjanjian damai RI-GAM di Helsinski tiga tahun silam. Peran penting JK sepanjang proses perundingan pemerintah RI dan GAM, diungkit SBY dalam acara pembubaran Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/04).
Operasi tanggap darurat dan pemulihan pasca tsunami tidak akan berhasil bila konflik bersenjata masih berlangsung. Presiden SBY ingat benar bahwa sepanjang masa tanggap darurat dan tahap awal rekontruksi, ada rasa was-was dan cemas terhadap kondisi ke-amanan di Aceh. Meski dua pihak terlibat konflik sadar harus untuk saling bahu membahu, tetap saja dibayangi kecurigaan dan permusuhan.
“Tapi kepercayaan terus dibina, perlu negoisasi yang baik. Pak JK punya banyak peran di situ,” ujar SBY. Peran penting JK di Aceh berlanjut pada tahapan rekontruksi dan rehabilitasi. Ketika struktur organisasi BRR sedang disusun, JK aktif memberikan masukan agar lembaga yang bertugas membangun kembali Aceh tersebut mendapat otoritas penuh dalam me-nunaikan tanggungjawabnya dan bebas dari intervensi pemerintah.
“Kalau terlalu banyak intervensi pemerintah, nanti malah bingung. Saya banyak berdiskusi dengan Pak JK soal itu” ungkap SBY sambil menunjuk ke arah JK yang duduk di seberang podium. Apakah ini sebuah isyarat duet SBY-JK akan dilanjutkan?
Partai Golkar sendiri menyatakan telah merasakan signal bahwa Partai Demokrat setuju untuk bersanding kembali. “Kami sudah mendapat sinyal kuat bahwa Demokrat akan berkoalisi dan menggandeng cawapres dari kami,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/04).
Meski demikian, Priyo masih enggan membeberkan sinyal seperti apa yang partainya dapat dari PD. Apakah dari pertemuan Cikeas? “Saya tidak bisa menjawab,” elak-nya. Ditanya lebih lanjut apakah keyakinan Golkar akan digandeng PD sudah mengerucut kepada Jusuf Kalla sebagai cawapres SBY atau belum, Priyo kembali mengelak. “Saya tidak bisa men-jawab,” elaknya lagi.
Sementara itu, sumber di internal Partai Golkar mengatakan, saat ini sudah ada tujuh nama cawapres terkuat yang digembar-gemborkan oleh sejumlah DPD Golkar untuk mendampingi SBY. Nama-nama tersebut antara lain Jusuf Kalla, Surya Paloh, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Sri Sultan Hamengkubuwono dan Priyo Budi Santoso. “Tu-juh Nama ini dari hasil surat edaran (capres) yang lalu,” katanya. Ia menjelaskan, berhubung pengajuan capres tidak realistis lagi, maka surat edaran yang sedianya digunakan untuk menjaring capres kini dipakai untuk melihat peta usulan cawapres dari daerah. “Kini di lapangan daerah-daerah pun bergejolak. Para tokoh pun turun gunung,” pungkasnya.
Golkar sendiri telah membahas format koalisi dan ma-salah calon wakil presiden (cawapres) dalam rapat pengurus pleno Partai Golkar yang dihadiri sang Ketua Umum Jusuf Kalla (JK), kemarin. “Pertama format koalisi kedua soal calon cawapres ketiga tata caranya,” kata JK sesaat setelah keluar dari ruang rapat, DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, kemarin. Rapat berlangsung dua jam lebih. Dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir pukul 18.10 WIB.(jim/dtc)

Sumber:  Harian Komentar, 18 April 2009

Sejumlah Ormas Siap Kawal ADM

Kotamobagu—Untuk mengawal perolehan suara yang diraih oleh Aditya Didi Moha (ADM) di KPU Bolmong dan Kotamobagu, sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Bolmong menyatakan siap untuk mengawalnya sampai mengantar ADM ke DPR RI. Sejumlah Ormas tersebut diantaranya BKPRMI, KNPI, FKPPI, KBP3 Bolmong. Menurut salah seorang pengurus FKPPI Jenli Taturu dan Pengurus KBP3 Efendi Abdul Kadir, suara yang di raih ADM adalah suara rakyat murni Bolmong Bersatu. “Karena ADM sekarang lagi memimpin perolehan suara terbanyak dibandingkan caleg lain, maka kami pengurus dan kader FKPPI dan KBP3 di wilayah Bolmong sudah menjadi kewajiban untuk mengawal serta mengamankan perolehan suara yang sudah dimiliki ADM saat ini,” ujar keduanya. Yanto Damopolii yang adalah salah satu pendukung ADM juga menambahkan bahwa kemenangan ADM adalah kemenangan harkat dan martabat rakyat Mongondow. “Jangan karena sudah masuk dalam tim sukses lalu berkata pejuang ADM. Ingat ADM milik rakyat, cari muka jangan sampai selalu dipertunjukan di keluarga dan kerabat ADM. Agar apa diharapkan kepada ADM di pusat bisa tercapai minimal ketua komisi,” tuturnya.(erem)

Sumber:  www.swarakita-manado.com, 15 April 2009

Terkait Usaha Menghalalkan Segala Cara

LSM Minta Caleg Jangan Bapaksa

BOLMONG (14/4/2009): Usaha pembusukan nama caleg yang mendapatkan suara terbanyak, yang terjadi di wilayah Bolaang Mongondow bersatu, yang dilakukan oleh tim sukses salah satu partai yang kalah, rupanya membuat sejumlah LSM di wilayah Bolmong angkat bicara juga.

Ketua LSM Swara Madani Salin Lanjar kepada Koran ini, dengan tegas dan sedikit menyindir, menyebutkan jika para Caleg yang sudah jelas kalah dalam perolehan suara mereka, untuk tidak Bapaksa memperoleh suara, dengan menghalalkan segala cara, termasuk menyebar isu-isu mengenai adanya penggelembungan suara di Bolmong.
Menurut Lanjar, seharusnya para Caleg tersebut mengakui kehebatan dari caleg-caleg yang notabene adalah orang Bolmong asli, karena sudah jelas jika mereka tidak mempunyai basis suara yang jelas di wilayah Bolmong bersatu.
“Jangan kwa mo bapaksa. Kalau memang sudah tau kalah, jangan menghalalkan segala cara dengan menyebar isu yang tidak sedap di Bolmong. Bolmong sudah aman, jangan para Caleg yang bukan asli Bolmong justru ingin memecah persatuan yang tercipta di masyarakat Bolmong,” tegas Lanjar menyindir usaha yang dilakukan oleh para Caleg yang mulai menyebutkan adanya pelanggaran yang terjadi di Bolmong.
Hal senada juga disampaikan Ketua LPKEL Reformasi Effendi Abdul Kadir, yang menyebutkan jika masyarakat Bolmong sudah tidak mau lagi ditipu oleh orang-orang luar, yang hanya menginginkan terjadinya perpecahan antara masyarakat Bolmong, dan kemudian justru membuat masyarakat Bolmong yang menjadi sengsara.
Oleh karena itu, Effendi mengajak semua masyarakat Bolmong untuk mengawal perolehan suara Caleg asal Bolmong yang sudah jelas angka yang didapatkan sangat signifikan, untuk tidak lagi dipermainkan, karena berkaca pada pemilihan 2004 lalu.
“Kita sudah cukup sabar dengan kasus pada 2004 lalu, dimana masyarakat Bolmong, harus memendam kekecewaan karena adanya permainan curang yang dilakukan oleh calon lainnya. Masyarakat sudah akan mengawal hasil putra dan putri Bolmong yang sudah signifikan saat ini,” tegas Effendi sembari menyebutkan jika seharusnya mereka sadar diri, jangan maling teriak maling.(722)

Sumber:  poskomanado.com, 15 April 2009

KPUD tangani persoalan TPS Mariri I (Tim ADM Nilai Langkah Positif)

Bolmong, HARIAN KOMENTAR
Konsultan Tim Pemenangan Aditya Didi Moha (ADM), Pitres Sombowadile mengungkap, pihaknya memandang positif langkah KPUD sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang langsung menyikapi persoalan di TPS Mariri I, Kecamatan Poigar, Bolmong.
Terkait dugaan penggelembungan suara milik ADM, caleg Partai Golkar untuk DPR-RI, menurut Pitres, di luar kendali pihaknya. Sebab, selama ini, tim pemenangan ADM selalu secara resmi mengacu saja pada hasil yang diinformasikan petugas KPPS dan diperkuat dengan konfirmasi ke PPS (tingkat desa).
“Terima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah memastikan bahwa koreksi hasil dapat dilaksakan semacam itu. Kami ingin KPUD juga konsisten melakukan koreksi hasil Pemilu untuk banyak TPS yang hasilnya kami ragukan,” papar Pitres.
Diketahui, penghitungan ulang kotak suara DPR-RI di TPS Mariri I dilakukan Selasa (14/04), menyusul laporan dugaan kecurangan yang dilayangkan DPD PDIP Bolmong dan DPD Sulut, dari penghitungan ulang itu, ADM yang sebelumnya diumumkan meraih dukungan 100 persen, ternyata hanya me-ngantongi 363 suara dari total 415 pemilih. Sementara sisa suara lainnya terbagi ke beberapa caleg, seperti Olly Dondokambey, Vanda Sarundajang, Jeffrey Johanes Massie, Irawati Saleh, Edwin Kawilarang dan EE Mangindaan. Sementara dikabarkan juga, 40 surat suara lainnya hilang entah dimana.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 15 April 2009