Indonesia Masih Ranking Ke-3 Pengguna Facebook Terbanyak

JAKARTA, KOMPAS.com — Facebook telah mengumumkan jumlah akun penggunanya yang mencapai 500 juta. Sayangnya, situs yang digawangi oleh Mark Zuckenberg ini tidak memperinci negara-negara mana saja yang menyumbangkan kontribusi terbesar dalam total akun tersebut.

Nah, awal pekan ini, situs Royal Pingdom mencoba untuk membeberkan secara detail negara-negara pengakses Facebook terbanyak. Royal Pingdom menggunakan data dari Google Ad Planer yang menyediakan data statistik online.

Google Ad Planer menghitung, 550 juta akun menyambangi Facebook setiap bulan. Angka ini melampaui data yang dirilis oleh Facebook. Nah, dengan penghitungan 550 juta akun ini, Royal Pingdom mencatat negara-negara yang mendongkrak jumlah akun jejaring sosial ini.

Sepuluh negara terasa yang ada di Facebook nyatanya telah menyumbang 58 persen dari total pemilik akun di Facebook. Indonesia ada di peringkat ketiga setelah AS dan Inggris. (KONTAN/Femi Adi Soempeno)

Ini dia peringkat 10 besar negara penyumbang akun terbesar Facebook:

1. AS (130 juta)
2. Inggris (28 juta)
3. Indonesia (26 juta)
4. Italia (26 juta)
5. Perancis (21 juta)
6. India (21 juta)
7. Jerman (18 juta)
8. Meksiko (16 juta)
9. Turki (16 juta)
10. Kanada (15 juta)

Sumber: Harian Kompas

Merah Putih Dikibarkan Terbalik di Papua

DETIK-detik proklamasi yang diringi dengan bunyi sirene serta suara dentuman sebanyak 17 kali, pertama-tama dilaksanakan di ujung timur Indonesia, tepatnya di Papua. Hal itu karena perbedaan waktu dua jam lebih awal antara wilayah Barat dengan wilayah Timur Indonesia.
Hanya saja, peringatan HUT Proklamasi di Propinsi Papua Barat dipusatkan di Manokwari diwarnai insiden memalukan. Di hadapan Inspektur Upacara Gubernur Papua Barat Abraham O Ataruri, bendera merah putih terbalik saat akan dikibarkan. Pengibar bendera Pedy Idowari, Fajar Rustam dan Abdul Kadir serta komandan Paskibraka Lettu Kadiwaru. Sedangkan perwira upacara saat itu Kapten In-fanteri Irawan, Komandan upacara Mayor Infanteri Robert Morin yang juga Kepala Staf Kodim 1703 Manokwari.
Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono membe-narkan hal itu. “Terjadi keteledoran saat bendera akan dikibarkan, yang putih jadi di atas dan merah di bawah, tapi saat itu juga langsung dihentikan dan diperbaiki,” kata Wachyono.
Sementara itu, pengibaran bendera merah putih raksasa di wilayah perbatasan, Wu-tung Kota Jayapura, menyedot perhatian warga perbatasan. Ukurannya memang luar biasa, 165 x 47 meter. Tak hanya warga sekitar, beberapa warga dari penjuru Kota Jayapura ternyata ikut berbondong-bondong datang ke perbatasan. Mereka ingin menyaksikan secara dekat bagaimana prosesi pengibaran bendera merah putih yang diklaim terbesar di dunia itu. “Saya bangga dengan acara pengibaran bendera ini,” Cici, salah satu warga yang menyaksikan pengibaran tersebut, Selasa (17/08) kemarin.
Bendera raksasa ini adalah prakarsa dan ide dari para pemuda mau pun pemerintah Kota Jayapura. Masyarakat berharap pengibaran bendera raksasa ini, bisa menginspirasi seluruh pemuda dan pemudi di Papua untuk lebih bersemangat lagi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Prosesi pengibaran bendera merah putih raksasa berlangsung sejak pukul 13.45-14.10 WIT. Pengibaran tersebut melibatkan ratusan warga dengan dibantu anggota TNI/Polri. Pengibaran bendera raksasa juga mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat keamanan di wilayah perbatasan. Ukuran bendera dengan panjang 165 x 47 meter dan bobot 550 kilogram ini, diharapkan bisa tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).(vvn/dtc)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010

’KADO’ KAKAK KELAS DI HUT KEMERDEKAAN RI KE 65

Mengaku Buah Dada Sakit, Purna Paskibraka Dicabuli di Kamar Kos
POSKO, MANADO—Ditengah teman-teman sekolahnya memaknai HUT Kemerdekaan RI ke 65 lewat upacara pengibaran sang saka merah putih, kemarin. Sebaliknya siswi salah satu SMA terkemuka di Manado, sebut saja Nindy (16) –bukan nama sebenarnya–, harus mengurungkan niatnya mengikuti upacara hari kemerdekaan itu.

Dia memilih berurusan dengan polisi akibat peristiwa malang yang menimpanya, Selasa (17/8) dinihari pukul 01.00 Wita. Nindy yang juga tercatat purna paskibraka 17 Agustus tahun lalu itu menjadi korban cabul oleh kakak kelasnya berinisial PP alias Petra (17) warga Kelurahan Tingkulu Lingkungan VII Kecamatan Wanea. Naas yang menimpa gadis yang juga seorang model Manado terjadi di kamar kosnya di bilangan Tingkulu, hanya beda lingkungan dengan  rumah tersangka.
Informasi dirangkum koran ini menyebutkan, malam sebelumnya (Senin 16/8) korban memang memilih untuk tidur cepat karena keesokan harinya harus mengikuti upacara bendera memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dugaan kuat, tersangka sudah merencanakan aksi bejat itu. Terbukti, ketika mengetahui mangsanya sudah tertidur pulas, tersangka merangsek masuk ke kamar kos korban melalui jendela.
Daun jendela kamar kos korban berhasil dirusaknya. Nafsu bejat tersangka makin menggelegar ketika melihat tubuh molek korban dengan kulit putih mulus yang hanya dibalut baju tidur tipis sedikit transparan tergeletak pulas di tempat tidur.
Sementara Nindy sendiri tak mengetahui kalau tengah malam itu kakak kelasnya sudah berada dekat tubuhnya. Dia nanti merasakan ada yang aneh pada buah dadanya yang tiba-tiba sudah terasa sakit akibat diremas-remas paksa oleh tersangka yang sudah kebelet nafsu seks itu.
Nindy pun langsung terjaga dari tidurnya. Dia buru-buru menyalakan handphone. Astaga! Ternyata tangan tersangka sudah keasikan merayap di buah dadanya yang montok itu. Tak ingin aksinya diketahui orang, tersangka pun mengancam korban agar jangan memberi tahu kepada orang lain.
Namun korban tidak sebodoh itu mengiyakan keinginan pelaku. Dia malah langsung teriak minta tolong. Pelaku yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi akhirnya hanya bisa pasrah. Teman-teman kos yang mendengar teriakan minta tolong itu langsung mendobrak pintu kamar korban.
Akhirnya tersangka tak bisa berkutik lagi. Dia dihajar habis-habisan oleh teman-teman kos korban hingga menyebabkan mata kanannya memar serta sempat muntah-muntah akibat pukulan bertubi-tubi yang telak mengena di sekujur tubuhnya.
Oleh warga sekitar, langsung melaporkan kasus pencabulan tersangka itu ke kantor polisi. Kapoltabes Manado Kombes Aridan J Roeroe melalui Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Plug C Ipda Megy Samuri ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. ”Pelaku sudah diamankan dan saat ini kasusnya sedang proses penyelidikan,” jelas Samuri. (728)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010

Pindahkan Ibu Kota

KOMPAS.com — Kemacetan Jakarta dan sekitarnya, yang menjadi sorotan utama Kompas dalam beberapa hari terakhir, kiranya tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomis (Kompas, 26/0710). Kerugian yang dialami juga menyangkut kerugian sosial dan psikis.

Secara psikis, Jakarta sangat tidak sehat, bukan saja karena terjadi polusi yang parah, melainkan juga karena kemacetan di jalan raya menimbulkan berbagai tekanan psikologis atau stres.

Demikian pula, secara sosial, kemacetan di jalan membuat relasi sosial menjadi penuh konflik, tidak saja di antara para pengendara di jalan, tetapi juga berdampak sampai ke kantor dan rumah tangga. Hubungan sosial penuh ketegangan akibat beban psikis yang dialami di jalan.

Oleh karena itu, sesungguhnya Jakarta bukan hanya sebuah kota yang sangat tidak ramah lingkungan, melainkan juga sangat tidak ramah secara sosial dan psikis. Dengan kondisi seperti itu, kiranya pembenahan transportasi umum, termasuk perluasan, penambahan, dan keterpaduan atau sinergi transportasi umum tidak akan banyak membawa hasil memadai. Itu hanya solusi jangka pendek sementara.

Yang dibutuhkan untuk jangka panjang adalah terobosan lebih radikal dan revolusioner. Kami mengusulkan tiga solusi. Sembari membenahi transportasi umum dan solusi lain yang bersifat tambal sulam, kendati sangat perlu, ketiga solusi harus segera diputuskan pemerintah pusat.

Pindahkan ibu kota

Usul pertama, pindahkan ibu kota. Ini usul dan langkah paling radikal. Banyak negara melakukan itu dan berhasil mengatasi kemacetan di ibu kota negaranya. Bung Karno, presiden pertama, telah berpikiran visioner menyiapkan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebagai calon ibu kota RI sejak 1960-an.

Melanjutkan visi Bung Karno, sebaiknya ibu kota baru berada di luar Jawa, khususnya di Indonesia bagian timur. Ada banyak keuntungan positif untuk itu.

Pertama, pemindahan ibu kota jangan dilihat sebagai beban ekonomi karena besarnya dana yang dialokasikan. Ini harus dilihat sebagai peluang ekonomi yang sangat menggiurkan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang yang akan mengerjakan persiapan, pembangunan, dan relokasi ibu kota tersebut. Akan dibutuhkan waktu 5-10 tahun untuk realisasi, dan itu peluang ekonomi yang sangat baik.

Kedua, dari segi politik, pemindahan ibu kota ke luar Jawa dan Indonesia bagian timur (IBT) akan serta-merta menggeser episentrum pembangunan nasional dari Jawa dan Indonesia bagian barat (IBB). Ini akan menjadi sebuah langkah dan peluang pemerataan pembangunan ke IBT untuk memberi kesempatan lebih besar bagi berkembangnya wilayah luar Jawa, khususnya IBT.

Ketiga, selain untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dan sekitarnya, ini sekaligus menjadi peluang untuk membangun sebuah ibu kota baru dengan tata ruang, jaringan, dan pola transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan, ramah secara sosial dan psikis, atau jauh lebih manusiawi.

Kita bangun ibu kota baru dengan sistem transportasi multimoda yang ramah lingkungan, nyaman, aman, dan mudah dijangkau. Kita bangun sebuah ibu kota baru dengan hutan kota yang asri, tempat-tempat rekreasi umum yang ramah secara sosial, dengan berbagai fungsi sosial yang futuristik untuk kehidupan modern, tetapi dengan warna etnik yang khas.

Pilihan di Kalimantan lebih diutamakan mengingat Kalimantan bebas dari pusat gempa.

Penyebaran kementerian

Usul kedua yang jauh lebih moderat, semua kementerian disebar ke beberapa wilayah RI sesuai dengan kondisi provinsi kita. Ambil saja sebagai contoh, Kementerian Kehutanan di Kalimantan atau Papua. Kementerian Kelautan dan Perikanan di Ambon. Kementerian Perindustrian di Surabaya. Kementerian Pendidikan di Yogyakarta.

Kemudian Kementerian Pariwisata di Bali. Kementerian Perdagangan di Jakarta atau Batam. Kementerian ESDM di Kalimantan atau Sumatera. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal di IBT agar benar-benar fokus pekerjaannya lebih diarahkan untuk pembangunan daerah tertinggal di IBT, dan seterusnya.

Cara ini akan menarik banyak pihak untuk mendesentralisasikan usaha atau minimal kantor pusatnya mengikuti kantor kementerian untuk memudahkan kegiatan usahanya. Maka, tak lagi semua perusahaan berkantor pusat di Jakarta.

Dari segi tata kelola pemerintahan, tidak ada banyak kendala karena berbagai rapat kabinet bisa dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi modern.

Pembatasan

Kalau usulan kedua masih dianggap merepotkan karena berbagai kendala teknis menyangkut koordinasi lintas kementerian, usul ketiga yang sangat soft adalah pembatasan pembangunan di beberapa bidang. Namun, ini merupakan sebuah keharusan paling minim yang tidak boleh tidak segera dilaksanakan.

Tepatnya, usul ini berupa larangan bagi pembangunan baru untuk minimal tiga bidang. Pertama, tidak boleh ada lagi penambahan pembangunan mal atau pusat perbelanjaan baru di Jakarta. Apabila perlu, tidak boleh ada lagi penambahan mal baru di Jabodetabek. Dengan larangan ini, tidak akan ada lagi penambahan urbanisasi tenaga kerja baru ke Jakarta untuk bekerja di pusat-pusat perbelanjaan dan pertokoan tersebut.

Kedua, tidak boleh ada lagi hotel baru dibangun di Jakarta. Dengan otonomi daerah, seharusnya berbagai kegiatan pemerintahan telah dilaksanakan di daerah. Oleh karena itu, seharusnya daerahlah yang didorong membangun hotel baru sejalan dengan bergeraknya uang ke daerah.

Ketiga, sudah saatnya pembangunan universitas baru dilarang di Jakarta dan sekitarnya. Dengan jalan itu, pemerintah berketetapan untuk mengembangkan universitas baru, negeri dan swasta, yang berkualitas dan murah di daerah. Tenaga-tenaga dosen muda di daerah diberi kesempatan memperoleh pendidikan lanjutan di luar negeri untuk kembali mengajar di daerah.

Sementara dosen-dosen berkualitas di Jawa diberi kesempatan mengajar di daerah dan tidak perlu berpusat di Jakarta atau Jawa. Dengan jalan ini, putra-putra daerah, para calon mahasiswa, bisa mendapat peluang memperoleh pendidikan tinggi di daerahnya sekaligus mengabdi di daerahnya setelah lulus kelak.

Ketiga usulan mengandaikan persoalan kemacetan Jakarta harus diputuskan pada level pemerintah pusat, presiden dan kabinet, dengan melibatkan DPR. Ini harus menjadi sebuah keputusan politik nasional yang akan sangat menentukan nasib Jakarta dan nasib bangsa seluruhnya ke depan.

*A SONNY KERAF Pemerhati Lingkungan Hidup, Dosen Universitas Atma Jaya Jakarta

Sumber: Kompas.com

Cut Tari Sudah Mengaku, Kata Kuasa Hukumnya

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum Cut Tari, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan bahwa kliennya sudah mengaku kepada penyidik bahwa perempuan dalam salah satu dari tiga video seks itu adalah dirinya. Tari sudah ditetapkan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka bersama Luna Maya.

“Di BAP (berita acara pemeriksaan), kami menerangkan bahwa yang di video itu dia, mengakui bahwa yang berhubungan intim itu dia, yang bersama-sama dengan penyanyi itu,” terang Hotman ketika dihubungi oleh sejumlah wartawan, Jumat (9/7/2010).

Hotman mengatakan, pengakuan itu baru ia sampaikan kepada para wartawan saat ini karena pihaknya tidak ingin mendului pernyataan dari polisi. Seperti diketahui, polisi secara resmi baru Jumat (9/7/2010) pagi mengumumkan penetapan Cut Tari menjadi tersangka. “Dia sejak hari Senin sudah tersangka. Kami tidak mengumkan ke publik karena kami tidak ingin mendahului Mabes,” terangnya lagi.

Namun, menurut Hotman, kliennya tidak mengetahui bahwa perbuatan intim itu direkam, dengan ponsel. “Tapi, dia tidak pernah tahu siapa yang merekam, yang menyebarkan rekaman itu. Dia tidak pernah lihat rekaman. Dia tidak pernah menyimpan atau mengedarkan,” ucapnya. “Laki-laki kan sering mainkan HP saat berhubungan, itu bisa aja kan. Kalau lagi berhubungan sering kan menerima telepon,” sambungnya. (SAN)

Sumber: Kompas.com, 09 Juli 2010 (http://entertainment.kompas.com/read/2010/07/09/16212765/Cut.Tari.Sudah.Mengaku..Kata.Kuasa.Hukumnya-5)

Ha ha… Suami Istri Bertarung Berebut Jabatan Bupati

GORONTALO, KOMPAS.com —

Istri pertama Bupati Kabupaten Bone Bolango (Bonbol), Ruaida Mile, siap mengalahkan suaminya, Ismet Mile, yang sama-sama maju dalam bursa pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah itu.

Hal itu dikemukakan Ruaida seusai mendaftarkan diri serta menyerahkan berkas administrasi persyaratan calon pasangan di Kantor Komisi Pemilihan Umum setempat, Rabu (7/4/2010).

Ruaida, yang didampingi pasangan calon wakil bupati, Haris Hadju, atau yang dikenal sebagai paket “Ridha” itu, menandaskan bahwa pihaknya siap merebut kemenangan hanya dalam satu putaran.

“Yang pasti kami bukan pasangan boneka dari paket mana pun, kami siap menang,” kata Ruaida, yang datang dengan sekitar 400 massa pendukung itu.

Seusai mendaftarkan diri, paket “Ridha” ini langsung berkonvoi keliling sejumlah jalan utama di Kabupaten Bone Bolango. Aksi itu berjalan tertib dan terkendali.

Ruaida saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Kabupaten Bonbol, sedangkan pasangan calon wakil bupatinya, Haris Hadju, tercatat sebagai staf ahli Gubernur Gorontalo.

Suaminya, Ismet Mile, yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Bonbol sekaligus Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) setempat, juga kembali mencalonkan diri dengan menggandeng Ibrahim Ntau, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum di wilayah itu, paket mereka bernama “Isra”.

Selain pasangan suami istri Bupati Bonbol tadi, juga tercatat sejumlah pasangan calon lainnya yang juga turut meramaikan Pilkada Bonbol, baik yang diusung oleh parpol pendukung maupun yang bersifat independen.

Sementara itu, Ketua KPU Bonbol Femmy Kristina Udoki mengatakan, pendaftaran dan penyerahan berkas administrasi persyaratan pasangan calon untuk pilkada itu akan dibuka hingga 12 April mendatang. Pasangan calon yang memenuhi syarat akan diumumkan pada tanggal 1 hingga 2 Mei 2010.

Pilkada di Kabupaten Bonbol rencananya akan digelar pada 5 Juli 2010 mendatang, serentak bersama dua kabupaten lainnya, yakni Pohuwato dan Gorontalo.

Sumber: Kompas.com, 7 April 2010

Lebih Mahal dari Emas, Bisnis Tokek Landa Sulut

Bisnis pem-belian tokek (binatang mi-rip cecak), ter-nyata mulai melanda Sula-wesi Utara. Diperoleh kabar, ada pembeli asal Jawa yang bersedia membayar harga se-ekor tokek jutaan rupiah. Tapi syaratnya, tokek tersebut tidak cacat, masih hidup dan memiliki berat 3 ons ke atas. “Semakin berat, harganya semakin mahal. Bisa menca-pai puluhan juta, bahkan ratusan,’’ ungkap Ato, warga di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Meski tokek sendiri cukup ba-nyak di daerah ini, namun tidak mudah bagi warga untuk men-dapatkan tokek dengan berat di atas 3 ons. “Umumnya tokek yang didapat berkisar satu atau 2 ons lebih.’’ Dalam bisnis ini, tokek dengan harga di bawah standar berat yang disyaratkan, tidak memiliki harga, alias tidak akan dibeli pihak buyer.
Tokek konon memiliki kha-siat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan ada isu bahwa binatang ini mampu menyembuhkan pe-nyakit AIDS, meski belum ada hasil penelitiannya. Bisnis tokek sendiri, ternyata sudah cukup popular di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan di dunia internet, banyak di-bahas soal tokek, terutama khasiat dan harganya yang jauh melebihi emas.
Tak heran jika di berbagai tempat, banyak warga yang makin santer berburu tokek di pohon-pohon atau gua-gua. Seorang warga bernama Yu-sak mengaku, dia tergiur men-cari tokek karena mendapat-kan informasi ada pembeli yang mau membayar menca-pai jutaan rupiah.
Simak juga penuturan Su-darmono. Ia terjun ke bisnis tokek ini. Caranya, dengan menjadi perantara jual beli to-kek. Ia yakin peminat binatang ini menghargai seekor tokek dengan harga cukup fantastis. Tak perlu sampai satu kilo, tokek berbobot tiga sampai empat ons saja laku dijual dengan harga puluhan juta. “Hanya tokek berbobot minimal tiga ons dihargai mahal, sedangkan yang bobotnya kurang sedikit saja harganya anjlok,” kata Sudarmono.
Dalam kurun waktu yang be-lum lama menjajal bisnis ini, Sudarmono mengaku sudah berhasil menjadi perantara jual beli tokek seharga Rp 30 juta. Upah sebagai mediator 25 persen dari nilai transaksi.
Sudarmono mengaku me-nyesal hanya menjual dengan harga sebesar itu. Pasalnya, ia masih belum terlalu banyak tahu soal pasar tokek. “Mes-tinya dulu saya bisa jual antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Waktu itu saya memang belum pengalaman,” katanya menyesal.
Menurut Sudarmono, tokek banyak diburu karena faktor hobi atau sebagai obat asma dan penyakit kulit. “Saya de-ngar, tokek banyak dipesan oleh orang Jepang dan Taiwan seba-gai media penelitian obat AIDS,” kata bapak dua anak ini.
Sementara Mahdi, pemain lain di bisnis ini, mengakui, bisnis tokek sedang booming beberapa bulan terakhir. Sejak terjun ke bisnis ini awal tahun, ia sudah dua kali menjual tokek berberat sekitar tiga ons. la melego ma-sing-masing Rp 5 juta per ekor. Pembelinya dari Jakarta. la mendapatkan tokek dari Kara-wang, Jawa Barat. Mahdi me-ngaku mengambil untung besar dari bisnis ini. Saat membeli dari penjual di Karawang, ia tak mematok harga. “la minta Rp 300 ribu, ya saya kasih,” aku pria yang berdomisili di Bekasi ini terkekeh.
Berdasarkan informasi dari Wikipedia, tokek adalah nama umum untuk menyebut cecak besar. Ada beberapa jenis tokek, namun istilah tokek biasanya merujuk kepada jenis tokek rumah. Tokek rumah adalah sejenis reptil yang masuk ke dalam golo-ngan cecak besar, suku Gek-konidae. Tokek rumah memi-liki nama ilmiah Gekko gecko (Linnaeus, 1758). Dalam ba-hasa lain hewan ini disebut sebagai téko atau tekék (ba-hasa Jawa), tokék (bahasa Sunda) dan tokay gecko atau tucktoo (bahasa Inggris).
Tokek rumah memangsa aneka serangga, cecak lainnya yang lebih kecil, tikus kecil dan mungkin juga burung kecil. Seperti bangsa cecak lainnya, tokek aktif berburu terutama di malam hari. Terkadang tokek turun pula ke tanah untuk mengejar mangsanya. Di siang hari, tokek ber-sembunyi di lubang-lubang kayu, lubang batu atau di sela atap rumah.
Telur tokek di suatu celah gua kapur. Tokek melekatkan telur-nya, yang biasanya berjumlah sepasang dan saling berlekatan, di celah-celah lubang pohon; retakan batu; atau jika di rumah, di belakang almari atau di bawah atap. Tempat bertelur ini kerap pula digunakan oleh beberapa tokek secara bersama-sama. Telur menetas setelah dua bulan lebih.

tokek2
Hewan ini tersebar luas mulai dari India timur, Nepal, Bangladesh, lewat Myanmar, Tiongkok selatan dan timur, Thailand, Semenanjung Malaya dan pulau-pulau di seki-tarnya, Sumatera, Jawa, Kali-mantan, Sulawesi, Lombok, Flores, Timor, Aru dan Ke-pulauan Filipina.
Tokek rumah kerap meng-gigit jika ditangkap. Bila dipe-gang, tokek otomatis akan me-ngangakan mulutnya siap untuk menggigit penangkap-nya. Gigitannya sangat kuat, otot-otot rahangnya seakan mengunci, sehingga muncul pameo bahwa gigitan tokek tak akan dapat lepas kecuali jika ada petir menyambar. Anggap-an yang tidak ada kebenar-annya, kecuali bahwa me-mang betul gigitannya sukar dilepaskan.
Ada cara yang mudah untuk menipu tokek agar tak tergigit ketika memegangnya. Letak-kan sesuatu yang agak lunak tetapi liat di mulutnya yang menganga, seperti sepotong ranting atau perca kain yang dilipat-lipat, yang tidak mudah putus. Tokek akan menggi-gitnya dengan sekuat tenaga, sehingga si penangkap aman untuk mengamati, memeriksa dan mengukur hewan itu. Tokek tak akan melepaskan barang itu selama ia masih dipegang orang. Namun na-mun mana kala tokek dibebas-kan, ia akan segera melepas-kan barang yang digigitnya dan berlari meninggalkannya. Selamat berburu!(nox)

Sumber:  Harian Komentar, 12 Oktober 2009