HUT PROKLAMASI RI KE-65 DI TANAH TOTABUAN

Bolsel Hikmat, Boltim Biasa Saja, Kotamobagu Meriah, Bolmong Butet Jadi Primadona

Bendera Merah Putih Selasa (17/) kemarin, serentak berkibar di Tanah Totabuan, dikawal Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), usai sirene detik-detik peringatan kemerdekaan untuk yang ke-65 kalinya digaungkan.  Pemandangan berbeda dan unik di masing-masing daerah yang ada, membuat peringatan HUT Proklamai tahun ini sedikit berbeda.

WILAYAH Bolmong Selatan (Bolsel), Pemangku Penjabat Sementara Bupati, Drs AR Mokoginta, memimpin langsung upacara yang dihadiri ribuan peserta, terdiri dari unsur Muspida, Pejabat teras, PNS, siswa, dan masyarakat, berjalan lancar serta hikmat.  Ibadah puasa pun tak menghalangi peserta upacara menegakkan tanggan, hormat bendera diiringi lagi kebangsaan Indonesia Raya.
Drs A.R.Mokoginta sebagai inspektur upacara, yang juga dibarengi dengan pembacaan naskah Proklamasi oleh Ketua Dekab Bolsel Abdul Razak Bunsal SE, yang berhasil menyedot perhatian warga, selain dihadiri oleh pimpinan SKPD, PNS, pelajar SD, SMP dan SMA, juga turut disaksikan oleh Sangadi, toko masyarakat, tokoh agama dan pejuang kemerdekaan, juga turut dihadiri oleh Calon Bupati Drs Arudji Mongilong.
Di Bolmong Timur (Boltim), upacara berjalan lancar dan biasa saja.  Bahkan, masyarakat sempat dibuat bertanya-tanya, karena dari 20 anggota Dewan Kabupaten, tidak sampai setengahnya hadir dan larut bersama dalam peringatan HUT RI kemarin.  Namun begitu, menurut Kepala Bagian Humas, Rizky Lamaluta, upacara yang diinspekturi PPS Bupati Kandoli Mokodongan, berjalan lancar.
Lain dari yang lain, di Kota Kotamobagu, kemeriahan HUT RI yang sudah terasa sejak sebulan terakhir, seluruh penjuru kota dihisasi ornament kemerdekaan, umbul-umbul dan bendera merah putih, akhirnya memuncak kemarin di bawah komando Walikota Drs Djelantik Mokodompit.  Dipesankannya pada kesempatan itu, seluruh masyarakat khususnya pemuda di seluruh tanah Totabuan, untuk bersatu padu dengan semangat proklamasi.
Sementara itu, lain daripada yang lain di Bolmong induk.  Gelaran upacara peringatannya memang berjalan sebagaimana di daerah lain.  Namun, Bupati Hj Marlina Moha Siahaan, yang untuk kali terakhirnya menjadi inspektur upacara, menjadi primadona.  Semua pasang mata tertuju padanya sejak awal hingga akhir upacara.  Ramai dibicarakan, ini sekaligus upacara perpisahan dengan sang bupati, meski masih ada setahun tersisa masa jabatannya.  Usai upacara, Siahaan pun dikerubuti PNS dan masyarakat untuk foto bersama. (708)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010

Kepala BKD KK Kembali Diperiksa

MANADO—Kepala BKD Kota Kotamobagu (KK) Idrus Manoppo kooperatif memenuhi panggilan penyidik Polda Sulut terkait penyelidikan kasus penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) KK. Idrus sendiri sudah enam kali diperiksa penyidik. “Saya tetap kooperatif dengan pemeriksaan ini,” kata Manoppo usai diperiksa kemarin (30/7).
Ketika ditanya soal kemungkinan akan ditetapkan sebagai tersangka, Manoppo  dengan tenang mengatakan, ia siap menerima resiko apapun dari proses hukum yang sementara dijalaninya. “Kalau nantinya setelah diperiksa dan dari saksi dinyatakan tersangka, saya siap,” kata Manoppo.
Ia menambahkan, saat diperiksa dan ditanyai penyidik, dirinya menjawab sesuai fakta dan kenyataan. Apakah ada intervensi dari pihak lain dalam proses penerimaan CPNS itu, Manoppo menjawab, semua dijalankan sesuai mekanisme yang ada. “Kebijakan-kebijakan yang diambil semua dari panitia, tidak dari pihak manapun,” tuturnya.
Kemarin pun, pegawai kantor Pos KK, Nordin Sadakati mendatangi Polda Sulut. “Iya diperiksa karena ada beberapa berkas CPNS yang dikirim lewat kantor kami,” tutur Sadakati kepada Wartawan.
Kapolda Sulut, Brigjen Hertian A Yunus melalui, Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bella dikonfirmasi mengatakan, proses pemeriksaan kasus ini terus dilakukan. Kalau indikasi pidananya sudah jelas, tersangkanya akan langsung ditindak.(cw-04/van)

Sumber: Manado Post, 31 Juli 2010

Esok (31 Juli 2010) Nasib CPNS KK Ditentukan

KOTAMOBAGU — Berdasarkan kesepakatan bersama MenPan dan Reformasi Birokrasi dengan Pemerintah Kota Kotamobagu, pengumuman hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2009 akan jatuh tempo pada Sabtu (31/7)besok. Hari itu merupakan jawaban atas perjuangan pemerintah kota (Pemkot) terhadap nasib ke-355 CPNS. Deadline itu sudah kedua kali diberikan kepada Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit dan Wakil Wali Kota KK Tatong Bara, setelah 31 Mei lalu.
Memang, tidak ada yang mengetahui secara pasti kewenangan apa yang diberikan Meneg PAN-RB kepada pemkot untuk menyelesaikan persoalan CPNS. Faktanya, diduga ada 14 nama yang fiktif (tidak ikut tahapan rekrutmen tapi namanya diluluskan, red). Kemudian, ratusan nama yang terindikasi lulus tidak murni. Dan, sampai sehari menjelang deadline, tidak terlihat langkah maju yang dilakukan pemkot, selain menunggu dan terus berusaha membuka komunikasi dengan Meneg PAN-RB maupun Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “Sudah tunggu saja,” singkat Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Muhammad Mokoginta.
Bahkan, Mokoginta secara meyakinkan menyatakan, pihaknya akan membuat sebuah gebrakan. “Yang jelas ada yang akan kami bikin,” tegasnya. Saat ditanya apa itu, ia hanya mengatakan, semua itu rahasia negara dan rahasia jabatan. (fir)

Sumber: Manado Post, 30 Juli 2010

Angkutan Sewa Wajib Plat Kuning

KOTAMOBAGU — Berdasarkan Undang-undang nomor 2/2009 tentang lalu lintas angkutan jalan (LLAJ), semua mobil jasa angkutan wajib menggunakan plat kendaraan berwarna kuning. Undang-undang diperkuat dengan surat dari Dishub Provinsi Sulut nomor 551/51/D Hub Kom Provinsi Sulut. Semua angkutan sewa secara bertahap mengubah plat nomor, yakni mulai 17 Juni-17 Juli dilakukan sosialisasi. Dari 17 Juli hingga 17 Agustus semua angkutan sewa sudah menggunakan plat kuning.
“Instruksi ini sudah kami sosialisasikan ke 11 PO yang mengoperasikan sekira 300 kendaraan yang lalulalang Manado-Kotamobagu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kotamobagu Ahmad Yani Damopolii.
Pengusaha pemilik PO, kebanyakan menolak kebijakan ini. Najib Tawil pemilik PO Kota Jaya menyayangkan keputusan ini karena sangat merugikan pengusaha PO maupun pemilik kendaraan yang dititipkan di PO. “Kami harus membayar biaya perubahan plat dan bisa jadi pangkalan kami tutup karena pemilik kendaraan menarik kendaraannya,” ujarnya.
Sembari khawatir kalau ini dipaksakan, PO akan kekosongan angkutan sewa dan akan berdampak terhadap aktivitas warga dari Manado ke Kotamobagu dan sebaliknya.
Ia juga menambahkan, kalau dikatakan illegal, pihaknya mempunyai izin operasi yang dikeluarkan pemerintah, kemudian asuransi dan surat kir. “Justru akan lebih banyak pangkalan liar jika diberlakukan,” tandasnya. (fir)

Sumber: Manado Post, 30 Juli 2010

SVR Fantastis di Sangihe, MMS Memukau di Bolmong

RANGKAIAN kampanye terbuka pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari Partai Golkar, Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) dan Ny Marlina Moha-Siahaan (MS) selalu spektakuler, karena selalu
dihadiri oleh puluhan ribu massa pendukungnya.
Lagi, kampanye fantastis terjadi di wilayah Nusa Utara yang dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe tepatnya di lapangan Gesit, Tahuna, Rabu (28/07) kemarin. Di mana kurang lebih dua puluh ribu massa memadati lapangan kebanggaan masyarakat Sangihe tersebut, untuk bertemu dan mendengarkan orasi politik sang calon gubernur, SVR.
Dari pantauan harian ini, massa pendukung menyatakan salut dengan pasangan SVR-MMS serta Ny Meiva Salindeho-Lintang STh yang merupakan kader terbaik yang dipersembahkan Partai Golkar untuk Sulut, khususnya daerah Nusa Utara. “Kami bangga dengan Partai Golkar yang telah mempersembahkan kader-kader yang terbaik untuk kami warga Sangihe. Kader-kader yang bukan cuma memiliki nama besar saja dengan berbagai penghargaan, tapi juga dekat dengan kami. Yang bisa memegang tangan kami dan merasakan ketidaksejahteraan yang kami rasakan, yang bisa berbaur dengan kami tanpa ada rasa kesenjangan,” kata warga, J Manampiring, Rein Salindeho dan Yoni Manosoh. “Apalagi selama musim kampanye, hanya SVR bersama Golkar yang berani melakukan kampanye terbuka. Sedangkan pasangan calon lainnya, hanya melakukan kampanye dialogis dalam gedung dan melakukan kegiatan sosial lainnya,” tambah mereka.
SVR sendiri dalam orasi politiknya, menyatakan jika Ia dan MMS terpilih, maka hak warga Nusa Utara untuk mendapatkan pembangunan akan diberikan maksimal. Vreeke juga menyatakan, bahwa nasib nelayan akan diperhatikan, salah satunya adalah memperbaiki pusat pengolahan ikan di Dago. Selain itu, wacana Propinsi Nusa Utara, yang didengungkan akan diperjuangkan. “Yang ingin kami tegaskan, bahwa sebagai gubernur dan wakil gubernur nanti, kami tidak memiliki wilayah kekuasaan. Karena itu, kami akan menyerahkan seluruhnya apa yang menjadi keinginan rakyat di kabupaten/kota untuk pembangunan,” kata SVR .
Sebelumnya, SVR pada pukul 09.00 WITA, mendatangi Pasar Towo’e dan berkomuni-kasi langsung dengan para pedagang. Bahkan politisi berjulukan ‘Tuama Minahasa’ ini membeli ikan dan memilih sendiri ikan yang akan dibelinya, untuk dimakan bersama-sama warga setempat. Setelah itu, SVR bersama pengurus DPD I dan II melaksanakan rapat pembekalan saksi di seluruh Kabupaten Sangihe di BPU Tahuna. Baru kemudian pukul 14.00 WITA, SVR melakukan kampanye terbuka.
Sedangkan MMS yang kebagian jadwal kampanye di wilayah Bolmong pun tampil memukau di Kecamatan Dumoga, Bolmong. Di mana kurang lebih 30 ribu massa menghadiri kampanye terbuka yang dilakukan oleh politisi wanita yang dikenal sebagai ‘Bunda Pembaharu’ itu.
Histeris massa tidak bisa terelakkan, ketika MMS yang tiba di lokasi kampanye. Dan sebagai tokoh kebanggaan rakyat Totabuan, MMS pun langsung menghentak semangat massa dengan orasi politiknya. “Bunda sayang kalian semua. MMS dan SVR adalah harga diri Bolmong, Minahasa dan Nusa Utara,” kata bunda.
Karena itu MMS berpesan pada 3 Agustus nanti untuk datang ke TPS kemudian buka surat suara dan coblos nomor dua. “Setelah itu pulang dan tunggu hasilnya. Karena kami akan menang untuk rakyat. Kemenangan kami adalah kemenangan rakyat,” tukas MMS.
Hadir dalam kampanye terakhir, anggota DPR RI Aditya Didi Moha, Walikota Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit, anggota DPRD Sulut Rasky Mokodompit dan Ketua PPRN, PPP dan PKS Bolmong.(ami/*)

Sumber: Harian Komentar, 29 Juli 2010

Saatnya SVR-MMS Jadi Penentu

PASANGAN calon gubernur dan calon wakil gubernur Sulut periode 2010-2015, Drs Stefanus Vreeke Runtu dan Dra Hj Marlina Moha-Siahaan dinilai paling layak menjadi penentu kebijakan di daerah Nyiur Melambai ini.
Di mana sejumlah pelayan gereja, dalam hal ini GMIM, SVR-MMS adalah dua tokoh pemersatu yang meniadakan perbedaan baik agama, golongan maupun ras. Apalagi pasangan yang diusung Partai Golkar ini, selalu menempatkan persatuan dan toleransi dalam pengambilan kebijakan yang menyangkut masyarakat.
“Saatnya SVR dan MMS menjadi penentu kebijakan di Sulut, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut periode 2010-2015,’’ tegas pelayan GMIM asal Minahasa Selatan, Penatua Drs Edison Masengi, Minahasa Penatua Handry Kindangen SE dan dari Manado Penatua Brian Waleleng.
Penegasan dan dukungan juga diberikan oleh Penatua Naomi Mundung dari Bitung, kemudian dari Mitra Penatua Anie Boseke SH dan dari Tomo-hon Penatua Hofny Kalalo SH. Selain itu, SVR-MMS juga mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat lintas agama di antaranya, Pendeta Manuel Mantiri (GPdI), Lerry Wenur ST (Advent) dan Welly Simon Wenur (Katolik).
Demikian pula SVR mendapat dukungan penuh dari warga Nusa Utara, bersama Drs Winsulangi Salindeho, Pendeta Meiva Lintang STh, Drs Piet Kuara dan Drs Engel Tatibi. “SVR layak didukung karena perhatiannya dalam kegiatan gereja. Dan sebagai warga GMIM, SVR diperkirakan bakal mendapat dukungan kurang lebih 40 persen ,’’ ungkap Masengi.
Dukungan dan simpati warga GMIM dirasakan SVR ketika tampil dalam acara Konven Pelsus Perempuan GMIM yang dihadiri empat ribu tamu dan dua ribu peserta sidang Majelis Sinode ke-75 GMIM di Tondano, pekan lalu. Mereka adalah perutusan 99 wilayah dan 877 jemaat di tujuh kabupaten/kota di Sulut. Sementara itu, SVR memohon doa restu warga GMIM dalam pencalonannnya sebagai Gubernur Sulut.
“Sebagai warga gereja, saya memohon dukungan doa dan restu untuk menjadi penentu kebijakan Sulut lima tahun ke depan,’’ kata SVR dengan penuh kerendahan hati.
Pasangan SVR-MMS adalah pasangan paripurna yang dimiliki warga Sulut. Keduanya adalah pemimpin semua suku etnis, agama dan golongan, yang menunjukkan SVR adalah bapak pemekaran Minahasa raya, representasi Minahasa raya dan Kristen. Sedangkan MMS representasi Bolmong raya dan Muslim.(ami/*)

Sumber: Harian Komentar, 28 Juli 2010

Jika NIP Terbit Hanya buat 161 CPNS-Orangtua Ancam Demo Besar-besaran Lagi

Kotamobagu, KOMENTAR
Suara perih kembali diungkapkan para CPNS Kota Kotamobagu. Terlebih jika benar apa yang disampaikan oleh Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) belum lama ini, di mana dari 355 CPNS yang diumumkan Pemkot Kotamobagu hanya 161 orang yang lebih dulu menerima Nomor Induk Pegawai (NIP).
Menurut para CPNS, hal itu adalah keputusan yang keliru dan justru adalah blunder bagi pemerintah. “Jika hanya 161 yang keluar terlebih dahulu NIP dan lainnya menyusul, maka kami akan melakukan demo besar-besaran dan menolak NIP 161 orang,” ancam Herdi Dayoh, salah satu CPNS.
Menurutnya lagi, bahwa yang harus dikeluarkan oleh pihak BKN dan Menpan adalah sesuai dengan telah diumumkan oleh pemerintah Kota kotamobagu waktu lalu yakni 355 orang, karena jika terus dipaksakan jelas ini akan berdampak pada keamanan dan kenyamanan.
Hal yang sama disampaikan oleh Samsuri Mamonto, menurutnya suda cukup CPNS diobok-obok oleh persoalan kepentingan, sekarang hendaklah pemerintah berpikir baik, karena sebentar juga kami CPNS ini akan mengabdi di kotamobagu dan akan mendukung semua program pemerintah untuk kemajuan Kota Kotamobagu. “Kami mohon melihat persoalan CPNS dari sisi baiknya, bukan dari sisi kepentingan, karena sebentar yang akan dirugikan juga adalah pemerintah dan rakyat Kota Kotamobagu,” Pinta Mamonto.
Persoalan ini harus diarifi oleh pemerintah Kotamobagu, Propinsi bahkan pusat, karena jika tidak ada solusi yang terbaik, maka hal ini akan sangat berdampak di daerah.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 28 Juli 2010