Ditangkap Polda Sulut terkait shabu-shabu Oknum PNS Pemkot Terancam Pemecatan

Kotamobagu, KOMENTAR

Di tengah ratusan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) tengah menanti turunnya NIP (Nomor Induk Pegawai) mereka, tak dinyana nama baik para abdi negara di lingkungan Pemkot Kotamobagu tercoreng. Ini menyusul tertangkapnya VM alias Vicky, oknum PNS di Kantor Pelayanan Administrasi Terpadu (dulu disebut Kantor Sistem Administrasi Satu Atap/Sintap, red) oleh Direktorat Narkoba Polda Sulut. Vicky yang diketahui adalah putra mantan oknum Ketua DPRD Bolmong ini, ditangkap pada Jumat (23/07) lalu sekitar pukul 18.00 WITA. Ia ditangkap bersama dua rekannya yang berinisial YM alias Yam dan RM alias Ref. Ketiganya diciduk petugas dari Satuan Operasi (Satops) II dari sebuah rumah di bilangan Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat. Vicky sendiri yang pernah ditangkap dalam kasus serupa dan telah divonis penjara oleh Pengadilan Negeri Manado, rupanya sudah lama menjadi TO (Target Operasi) Direktorat Narkoba Polda Sulut. Makanya, setelah petugas menciduk tiga tersangka sebelumnya, giliran Vicky dkk diborgol pada Jumat lalu itu. Sementara itu, status Vicky sebagai PNS kini sudah di ujung tanduk menyusul ditangkapnya ia untuk kali kedua dalam kasus sama, yaitu keterlibatan dalam penggunaan obat-obat terlarang alias narkoba. Apa pasal? Sekkot Kotamobagu, Drs Muhammad Mokoginta langsung memberikan isyarat kalau selepas menghadapi proses hukum di meja hijau, Vicky sudah ditunggu sidang disiplin. “Tindakannya itu sungguh sangat memalukan jajaran Pemkot Kotamobagu, apalagi ini sudah kali kedua dia ditangkap. Sekalipun kasus pertama itu dia (Vicky, red) belum berstatus PNS, tapi setidaknya hal itu dapat menjadi pertimbangan. Di mana sanksi disiplin yang dapat dijatuhkan terhadapnya bisa sampai pemecatan,” tegas Mokoginta kepada Komentar lewat telepon, Senin (26/07) sore kemarin. Di sisi lain, Drs Ruslani Mokodompit selaku pimpinan langsung Vicky di Kantor Pelayanan Administrasi Terpadu mengaku, belum mengetahui kalau ada anak buahnya yang ditangkap polisi karena terlibat pemakaian narkoba. “Memang ada yang bilang kalau ada pegawai di sini ditangkap karena narkoba,” ujar Papa Bill –sapaan akrab Ruslani Mokodompit. Karena itu, ia belum dapat memberikan tanggapan panjang lebar terkait kasus yang melibatkan Vicky itu. “Saya mau cari tahu dulu lebih detail lagi yah. Kalau sudah baru saya bersedia memberikan keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 27 Juli 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: