Sadis! Belasan Siswi SD Bolmong,Dipaksa Layani Kepsek dan Guru ‘Cabul’

Oknum Pemangku Adat Desa Juga Diduga Terlibat
POSKO, BOLMONG— Kecaman, makian, bahkan kutukan sudah terlontar dari para orang tua belasan siswi Sekolah Dasar Negeri 3 Maelang, Bolaang Mongondow, kepada AO alias Ansari (54), oknum Kepala Sekolah .

Pasalnya, Ansari yang diduga telah kehilangan akal sehatnya itu tega mencabuli belasan siswi, anak didik yang seharusnya ia ayomi agar menjadi manusia berbudi luhur dan memiliki masa depan cerah. Beraninya lagi, aksi bejat oknum guru cabul tersebut berlangsung saat jam belajar tengah berjalan. Informasi dan pengakuan orang tua yang dihimpun POSKO hingga Jumat (16/7) kemarin, kasus pelecehan seksual ini ternyata tdiak dilakukan Ansari seorang. Ia diduga bersekongkol dengan salah seorang guru di sekolah tersebut, YO alias Yahya (65), belakangan diketahui tak lain adalah kakak kandungnya sendiri dan dikenal sebagai pemangku adat desa setempat.
Keduanya dilaporkan bersiasat memanggil satu per satu siswi di sekolah tersebut, ke ruangan Kepsek dengan alasan diajarkan menggunakan komputer. Saat itulah dimanfaatkan, sang siswi dirayu, dicumbu, hingga akhirnya dicabuli. Sayangnya, hingga berita ini naik cetak, belum diketahui pasti sejauh mana aksi pencabulan tersebut, termasuk dugaan pemerkosaan.
Aksi bejat ini sudah lama berlangsung bahkan diduga sudah beberapa tahun terakhir, hingga akhirnya pada Kamis (15/7) baru-baru sekitar pukul 16.00 Wita, salah satu korban para ‘Oemar Bakrie’ ini mengeluh kepada orang tuanya. Bak sabetan petir di siang bolong, laporan itu langsung merembet dan kian membesar, hingga ke orang tua dan warga desa lain.  Pengakuan pun banyak bermunculan dari siswi lainnya yang mengungkap tidak hanya satu korban, tetapi banyak, bahkan mencapai belasan. Tak hitung tiga, Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Maelang pun langsung dibanjiri masyarakat, terutama orang tua yang hendak melaporkan aksi bejat sang Kepsek dan guru tersebut.
Salah satu orang tua korban, Sofrianto Dilapanga, di hadapan polisi ketika melapor, mengungkapkan penyesalannya. Bahkan tidak disangkanya, para pelaku yang selama ini sangat dekat keluarganya, tega berbuat itu hingga melukai lahir dan batin tidak hanya anak mereka tetapi seluruh masyarakat yang percaya kepada mereka.  Kabar terakhir, sedikitnya 13 siswi yang sudah mengakui telah menjadi korban, dan 3 di antaranya telah melakukan visum et repertum untuk dipastikan tingkat pencabulannya. ‘’Semuanya masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dan tersangkanya sedang dibawa ke Mapolres Bolmong untuk kelanjutan proses,” ujar Kapolres Bolmong, AKBP Gatot Tri Suryanta MSi, ketika dikonfirmasi via ponselnya.(708)

Sumber: Posko Manado, 17 Juli 2010

Bentor Ancam Bus Sekolah

KOTAMOBAGU — Seorang sopir bus angkutan sekolah di Kota Kotamobagu terlihat kalut. Belum jauh berjalan, mendadak sejumlah tukang becak motor (bentor) yang beroperasi di pusat Kota Kotamobagu, menghadang bus sekolah Jumat kemarin. Sempat terdengar nada marah-marah dari para sopir bentor.
‘’Kasian sang sopir ketakutan dihadang di tengah jalan,’’tandas seorang warga kemarin.
Penghadangan bus yang baru saja dioperasikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kotamobagu, dinilai tidak wajar. Menurut Kadishub Ahmad Yani Damopolii, bus sebanyak 2 unit itu untuk membantu para siswa agar tidak terlambat. “Ini kan turut membantu penghematan keluarga, terutama keluarga miskin. Karena, bus ini sifatnya gratis,” ujarnya.
“Operasi bus, tidak sepanjang hari. Hanya pada pagi hari pukul 06.00-08.00 Wita dan siang hari pukul 12-14.00 Wita. Jadi, hanya mengantar dan menjemput saja,” jelasnya, sembari menginformasikan, di Gorontalo saja sebagai pusat bentor, tidak menolak pengoperasian bus sebanyak 9 uniy. “Masa di Kotamobagu hanya 2 unit saja di tolak,” tambahnya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolmong Ali Kobandaha menyatakan, seharusnya para tukang bentor mensuport pemerintah. Karena turut membantu ekonomi keluarga menengah ke bawah. “Dengan adanya bus, orang tua sebenarnya bisa menghemat Rp6.000 setiap harinya,” katanya.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bolmong AKBP Gatot Tri Suryanta menegaskan, pihaknya akan memberikan bantuan pengawalan beroperasinya bus sekolah. “Kami akan berikan pengawalan,” tandasnya. (fir)

Sumber: Harian Manado Post, 17 Juli 2010