Hanya 49% CPNS Di SK kan

Tatong-Djelantik Tidak Berbarengan ke Menpan

KOTAMOBAGU — Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB) Letjen (purn) EE Mangindaan dan BKN menunda penetapan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kotamobagu. Sampai saat ini belum diketahui alasan penundaan tersebut.
Kabar dari Wakil Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara yang lagi di Jakarta, MenPan belum berani memutuskan. Dengan nada ragu, srikandi PAN ini mengaku takut menjawab salah. Ia mengaku akan berbicara panjang lebar dan membeberkan semua persoalan yang menghambat keluarnya SK dan NIP para CPNS. “Nanti besok (hari ini, red) saja saya bicara. Untuk saat ini, biarkan dulu proses penyelesaian di tingkat Menpan,” ujar Tatong yang mengaku menghadap MenPan tanpa didampingi wali kota.
Bocoran dari staf di BKD, berbagai  temuan yang improsedural itu, seperti adanya pelamar CPNS yang tidak mengikuti ujian lantas diluluskan, kemudian pelamar yang tidak lulus berkas diluluskan, Menpan-RB tetap bersikeras akan menganulir CPNS yang lulus tidak murni.
‘’Yang kami dengar penetapan SK dilakukan besok (hari ini-red). MenPan kemungkinan akan menganulir yang lulus tidak murni dan akan menerbitkan SK dan NIP CPNS yang lulus murni. Bocorannya, hanya sekira 49 persen saja dari 352 CPNS yang lulus murni,’’bisik sumber Selasa kemarin.
Sayangnya, upaya konfirmasi dengan Menpan-RB EE Sejauh ini kabar SK CPNS masih simpang siur. Mangindaan belum berhasil dihubungi nomor telepon selularnya 081717xxxx tidak aktif. Demikian pula upaya konfirmasi dengan Wali Kota Kotamobagu, belum mendapat jawaban. (fir/ham)

Sumber: Manado Post, 2 Juni 2010

CPNS Kotamobagu Kian Meradang

-Sehari Semalam Duduki Kantor Walikota
-Rencanannya Segera Lakukan Penyegelan Kantor
POSKO, KOTAMOBAGU- Sudah terhitung sehari semalam ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) rekrutmen 2009, menduduki kantor Walikota Kotamobagu. Mereka terus meminta pertanggungjawaban pihak Pemkot terkait menggantungnya nasib mereka dan tak kunjung dipekerjakan dengan dasar dikeluarkannya Surat Keputusan yang hingga kini semakin tak jelas saja.

Sejak Senin (31/5) hingga Selasa (1/6) kemarin, tetap dalam pengawalan pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Po-PP), mereka bertahan di aula kantor walikota, menunggu kedatangan para pejabat yang dianggap sebagai aktor di balik tak jelasnya nasib mereka, seperti Walikota Drs H Djelantik Mokodompit, dan Wakil Walikota Ir Tatong Bara, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Idris Manoppo.
Di sela-sela penantian itu, sempat diwarnai aksi demo dan penyampaian orasi dari puluhan aktivis mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dwi Dharma Kotamobagu, sebagai bentuk dukungan moral bagi para CPNS dan desakan agar Pemkot segera memberi kepastian terkait masalah tersebut.
Informasi lain yang berhasil dihimpun, Walikota Kotamobagu, Djelantik didampingi Kepala BKDD Manoppo, kemarin sedang melakukan pertemuan dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kepala BKN Pusat, untuk mendapatkan kepastian mengenai nasib para CPNS kedepan.
Namun, selentingan isu yang juga telah sampai ke telinga para CPNS yang mengaku tak sabar lagi menunggu, SK yang mereka harapkan semakin sulit diterbitkan menyusul adanya cukup banyak nama yang masih bermasalah, bahkan terpaksa akan dianulir, karena dinyatakan lulus CPNS tanpa melalui proses dan mekanisme yang berlaku.
Meski begitu, para CPNS mengaku akan tetap menunggu kedatangan walikota untuk meastikan itu sendiri, sambil merencanakan apak yang mereka lakukan jika memang nanti SK mereka tetap tidak dikeluarkan. Kami akan tetap tunggu, dan jika memang tidak ada kepastian bahkan kami disia-siakan, maka kantor walikota akan kami segel, ujar para CPNS melalui Korlap Hendra Manggopa dan Sam Mamonto. (708)

Sumber: Harian Posko Manado, 2 Juni 2010