Tidak Direstui Pengurus DPC Demokrat Boltim

SBY Ditolak KPU

Tutuyan, KOMENTAR
Berkas pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Soenardi Soemantha dan Merly Budiman, ditolak oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Bolmong. Pasalnya, kedua pasangan ini tidak mendapatkan restu dari partai pengusung yakni Partai Demokrat. Formulir B1 yang menerangkan partai pengusung terhadap pasangan calon, ternyata tidak ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris DPC PD Boltim.

Kejadian yang cukup memalukan itu terjadi Kamis (20/05) siang sekitar pukul 11.00 WITA, di Sekretariat KPU Bolmong Timur, saat pasangan yang dijuluki SBY ini hendak mendaftar sebagai bakal Cabup-Cawabup Boltim. Keduanya nyaris tak mampu menyembunyikan rasa malunya, terutama terhadap para pen-dukung dan simpatisan yang datang mengiringi mereka dengan puluhan kendaraan bermotor. Padahal, semula  keduanya telah mengklaim telah mendapat dukungan dari pengurus partai yang dibesarkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono ini.
Penolakan itu bahkan tidak hanya oleh satu atau dua personel KPU Bolmong saja, melainkan oleh lima orang tersebut. Awalnya, pasangan ini diterima oleh KPU Bolmong yang dipimpin langsung oleh Sam Sachrul Mamonto S.Sos selaku ketua. Tak lama berselang, penyelenggara pemilukada ini meminta untuk menskorsing pertemuan yang berlangsung di Sekretariat KPU Boltim.
Mereka kemudian melanjutkannya di ruangan lain dengan pintu tertutup. Di dalam ruangan itu, lima personel KPU ini terlibat perbincangan serius dengan Om Ding –sebutan akrab buat Soenardi Soemantha– dan pasangannya, Merly Budiman. Dari balik jendela kaca yang cukup terang itu, terlihat pula Wakil Ketua DPRD Boltim Tommy Sumendap yang tidak lain adalah suami Merly Budiman, tengah sibuk dengan telepon genggamnya masing-masing.
Entah apa yang dibicarakan. Namun wajah mereka tidak berbohong bahwa ada persoalan yang mengganjal proses pendaftaran tersebut. Hampir satu jam di dalam ruangan, yang juga mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian setempat, kesepakatan akhirnya ditemukan diantara calon peserta Pemilukada dan penyelenggara.
Ketua KPU Bolmong Sachrul Mamonto ketika ditemuai wartawan mengatakan, pada prinsipnya pihaknya menerima kedatangan pasangan tersebut. Namun, bukan berarti KPU telah menerima berkas persyaratan yang telah dimasukkan. “Masih ada persyaratan yang tidak dapat tidak dipenuhi oleh pasangan bakal calon. Yakni pengisian formulir B1 atau partai pengusung,” sebutnya.
“Setelah kami teliti secara seksama, ternyata formulir B1 itu tidak ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris DPC Demokrat Boltim. Padahal, syarat ini sangat penting untuk menerangkan bahwa pasangan calon telah didukung oleh partai yang berhak,” kata Mamonto.
Meski demikian, pihaknya masih memberikan toleransi kepada pasangan ini dengan memberikan waktu deadline hingga pukul 23.59 WITA, malam tadi. “Karena batas akhir pendaftaran sesuai dengan jadwal yang ditetapkan yakni hingga hari Kamis (20/05) pukul 23.59 WITA. Kalau persyaratan dimaksud tidak dipenuhi hingga waktu tersebut, kami (KPU, red) tetap tidak akan menerima,” pungkas Mamonto.
Bagaimana reaksi Om Ding serta Merly maupun suaminya, Tommy Sumendap, atas kejadian itu? Mereka bungkam seribu bahasa. Tak ada di antara mereka yang bersedia memberikan penjelasan, terutama seputar alasan Ketua dan Sekretaris DPC PD Boltim yang tidak menandatangani formulir B1.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 21 Mei 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: