Pengusaha Warnet Ancam Gugat Telkom

“Ganti Speedy jadi Sepeda”


Kotamobagu, KOMENTAR
Kecepatan yang dimiliki mobil Jaguar, rupanya menggoda pihak PT Telkom untuk dijadikan mas-kot dalam memasarkan produk jasa internet mereka yakni Speedy. Pilihan ini dimaksudkan untuk menggambarkan kecepat-an akses Speedy layaknya ke-capatan lari sebuah mobil Jaguar. Kenyataannya, pilihan tersebut dinilai salah kaprah dan sudah harus ditinjau ulang.
Betapa tidak? Selang empat bulan terakhir, layanan Speedy di Kotamobagu malah sudah sa-ngat lamban. Tidak heran, be-berapa pengusaha dan pelang-gan warnet (warung internet) sampai mempelesetkan produk tersebut menjadi sepeda. “Telkom sudah harus mengganti maskot Speedy dari mobil Jaguar dengan sepeda kumbang,” usul Yudi dan Manly, dua pengelola warnet di Kotamobagu.
Pernyataan mereka cukup ber-alasan. Sebab, sebagaimana di-pantau Komentar, kecepatan akses Speedy saat ini memang sangat berbanding terbalik de-ngan promosi gencar yang dila-kukan pihak PT Telkom, khu-susnya produk jasa internet ter-sebut. Jangankan melakukan proses upload yang notabene membutuhkan akses lebih tinggi, hanya sebatas melakukan down-load saja toh nyaris tidak bisa.
“Saya memilih berlangganan Speedy home dengan harapan, berita-berita saya bisa cepat dikirim ke Manado tanpa lewat warnet lagi. Nyatanya, bukan jadi cepat tapi sebaliknya. Sebab,
saya akhirnya harus ke war-net lagi karena pengiriman dari rumah gagal terus,” ke-luh Guesman Laeta, seorang jurnalis sebuah koran harian yang sehari-hari bertugas di wilayah Kota Kotamobagu.
Karena itu, ia berencana un-tuk berhenti berlangganan speedy home bila tidak ada perbaikan dalam waktu sing-kat oleh pihak Telkom. Per-nyataannya turut pula di-dukung oleh pelanggan-pe-langgan rumahan lainnya. “Kalu Telkom bagini trus, lebe bae brenti jo pake speedy home. Buat apa bayar mahal-mahal kalu nembole mo pake,” ketus Irma Paputungan dan Hendra Damopolii, dua warga Kotamobagu.
Di sisi lain, terkait layanan kerugian yang dialami gara-gara dipicu oleh lambannya jaringan speedy, sejumlah pe-milik warnet bersepakat un-tuk menggugat PT Telkom. “Kalau tidak ada penjelasan terbuka dari pihak Telkom, terutama perbaikan atas jari-ngan yang lalod (lambat load-ing) terus begini, kami akan melakukan tuntutan hukum,” tutur Sendry Rommy, owner sebuah warnet.
“Acuan gugatan itu tentu saja Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindu-ngan Konsumen. Selaku kon-sumen, kami akan menuntut Telkom kerugian yang kami alami oleh produk yang me-reka jual itu,” ancamnya.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 05 Mei 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: