Dekot Minta Cabut Izin Jual Miras

Terungkap di forum Musrenbangda

Kotamobagu, KOMENTAR
Kontroversi yang timbul terkait penerbitan izin penjualan minuman keras oleh Pemkot Kotamobagu masih bergulir. Desakan agar izin yang diberikan Disperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi) Kota Kotamobagu kepada tujuh sub-distributor dicabut, makin kencang. Kemarin, desakan pencabutan itu mencuat lagi di forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) tingkat Kota Kotamobagu.
Adalah Hi Sutomo Samad BBA, anggota DPRD Kota Kotamobagu, yang menyuarakan pencabutan itu. Menurut dia, pemberian izin penjualan miras oleh pemkot kepada sub-distributor itu telah menimbulkan polemik berkepanjangan di masyarakat. “Polemik ini harus secepatnya dihentikan, supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat,” ujarnya.
“Nah, agar polemik ini tidak sampai berlarut-larut, maka solusi terbaik adalah dengan mencabut izin penjualan miras yang sudah dikeluarkan (oleh pemkot) itu. Terlebih sampai sekarang belum ada payung hukum yang mengatur khusus tentang peredaran miras di Kota Kotamobagu,” tutur Papa Oting, sapaan akrab legislator dari Partai Barnas (Barisan Nasional) ini.
Ia mengungkapkan, penerbitan izin penjualan miras itu memang mengacu pada Perda No 10 Tahun 2008 tentang retribusi barang perdagangan. “Memang miras adalah salah satu barang dagangan. Tapi untuk peredarannya di masyarakat harus ada perda tersendiri. Karena perdanya belum ada, maka kami menyarankan untuk dicabut dulu izin penjualan itu,” pinta legislator yang juga baru terpilih sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Kotamobagu ini.
Sedangkan perda mengenai peredaran miras itu sendiri, menurut Papa Oting, saat ini masih dalam taraf penggodokan di dekot. “Sebenarnya ketika Ranperda Retribusi masih dibahas, saat bersamaan sementara pula digodok ranperda yang mengatur peredaran (miras) itu,” ungkapnya lagi.
“Namun sebelum ranperda peredaran itu rampung dibahas, ternyata perda retribusi tersebut lebih dulu terbit dan diberlakukan. Ini kan masih lemah,” sebut Papa Oting sambil menambahkan, saat ini Badan Legislasi Dekot Kotamobagu sedang menggodok ulang ranperda tentang peredaran tersebut.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 31 Maret 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: