Kasus CPNS Boltim Memanas

Kepala BKDD Diperiksa Lanjut
TUTUYAN — Sejak bergulirnya informasi bahwa Polres Bolmong telah menetapkan Darwis Lasabuda sebagai tersangka dugaan kasus keucrangan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Boltim memanas. Informasi yang diperoleh, saat ini Darwis selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Boltim tidak akan tinggal diam, dan akan membeberkan semua kronolgis persoalan CPNS ke penyidik kepolisian.
Fendi Mokoginta, salah seorang tokoh muda Boltim yang dimintai tanggapan bahkan membeberkan kalau Darwis Lasabuda (DL) hanya menjadi tumbal dari permainan dan kepentingan elit Boltim. “Bukan hanya saya, banyak warga menilai Darwis hanya melakukan sesuai petunjuk atasan. Ini semua permainan,” ujarnya.
Saat ditanya atasan apa yang dimaksud, Fendi mengatakan, dirinya tidak ingin menyebut nama. “Mudah-mudahan penyidik kepolisian bisa objektif dengan persoalan ini, sehingga tidak salah menilai,” pintanya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan lanjutan pada Jumat (8/1) lalu, sejumlah penyidik melakukan semacam reka ulang, Yakni proses dan mekanisme pemeriksaan Lembar Jawaban Komputer (LJK) melalui alat scan. Tersangka DL rupanya tidak sendiri tetapi bersama salah seorang staf yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan LJK.
Menurut Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) AKP Denny Budhiono, pemeriksaan ini memang diharuskan karena pihaknya ingin mengetahui cara kerja mesin terhadap kebenaran hasil pemeriksaan. “Kami kan sedang mengumpulkan bukti-bukti. Jadi pemeriksaan jalan terus,” katanya, sembari mengarahkan untuk keterangan lanjut ditanyakan langsung kepada Kapolres.
KAPOLRES: ADA DUGAAN GRATIFIKSI
Sementara itu, mengenai duduk kasus yang tengah diproses, menurut Kapolres AKBP Gatot Tri Suryantha, kasus ini dimasukkan dalam tindak pidana Korupsi, karena kuat dugaan telah terjadi gratifikasi atau suap menyuap dalam rekrutmen CPNS. Saat ditanya apakah tersangka akan ditahan, Kapolres mengatakan semua itu kewenangan penyidik. “Itu bukan kewenangan saya, tetapi penyidik,” tegasnya.
Begitupula saat ditanyakan, kemungkinan aka nada tersangka baru dalam kasus ini, Gatot hanya mengatakan pemeriksaan belum selesai. “Belum juga selesai sudah ditanya tersangka lain. Tunggu saja,” elaknya.
Namun, menurut informasi Polres masih akan memeriksa sejumlah saksi termasuk pejabat Boltim yang masuk dalam kepanitiaan rekrutmen. Artinya, kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ini masih terbuka. “Soal pemeriksaan, mulai dari saksi hingga keputusan ditahan atau tidak, semuanya tergantung pada penyidik,” tandas Gatot. (fir)

Sumber: Manado Post, 11 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: