Dikawal Polisi

BOLMONG—Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di Markas Polisi Resor (Mapolres) Bolaang Mongondow, akan terus mengawal proses seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) untuk tahun 2009.
Kapolres Bolmong Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Set S Lumowa SIK, bersama Polres Persiapan Bolmong Utara dan Polres Persiapan Kota Kotamobagu, terus memantau jalannya proses seleksi. Nantinya, tim Mapolres akan melakukan penjagaan proses pendaftaran hingga pengumuman CPNS.
Menurut Kapolres Bolmong, AKBP Set S Lumowa SIK, pihaknya masih menunggu kabar resmi dari panitia CPNS dalam hal jumlah personil yang akan dibutuhkan dalam pengawalan LJK, proses pemeriksaan hasil seleksi, dan pengumuman hasil seleksi. ‘’Kalau nantinya ada yang melanggar aturan pasti akan ditindak sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,’’ ungkap Set, kemarin.
Informasi yang kami peroleh, rekrutmen awal akan dilaksanakan pada Senin (19/10). Proses seleksi akan digelar awal November, selanjutnya tahap pengumuman Desember. Kemungkinan besar seleksinya akan digelar secara serentak di Kabupaten/Kota se Sulut. Info tersebut dibenarkan Kepala BKD Bolmong Drs Hi Mitran Tuna. ‘’Sesuai jadwal provinsi penerimaan akan dimulai 19 Oktober,’’ kata Mitran, kemarin.(ald)

Sumber: Manado Post, 17 Oktober 2009

Pimpinan SKPD Pasrah

PROSES pergantian jabatan di pemerintahan bukan sebuah fenomena asing. Namun, sudah menjadi keharusan untuk memperlancar proses pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Fenomena itu boleh dibilang dirasakan para pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Kabupaten Bolmong. Pimpinan SKPD pun punya alasan yang berbeda. Ada yang mengaku pasrah, ada yang dibalut kecemasan, dan ada juga yang meskipun dimarahi sang top eksekutif tetaplah pasrah. ‘’Kalau saya hanya menunjukkan kinerja. Kerja saya utamakan bukan mencari muka,’’ bisik seorang pejabat eksekutif di Bolmong yang minta namanya tidak dikorankan.
Isu pergantian jabatan atau pergantian birokrat dari semua lingkup SKPD, belum disuarakan baik Sekdakab Bolmong Drs Hi Ferry L Sugeha dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bolmong Drs Hi Mitran Tuna. ‘’Belum ada petunjuk pimpinan (Bupati Ny Hj Marlina Moha Siahaan, red) untuk proses pergantian pejabat dari semua eselon,’’ kata Mitran, kemarin. (ald/ras)

Sumber: Manado Post, 17 Oktober 2009

Waspada Calo CPNS

BOLMONG—Proses seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) tahun 2009 tidaklah mudah. Namun begitu tidak dibenarkan para pelamar menggunakan jasa para calo.
Bupati Bolmong Ny Hj Marlina Moha-Siahaan, Wali Kota Kotamobagu Drs Djelantik Mokodompit, Penjabat Bupati Boltim Kandoli Mokodongan SH, dan Penjabat Bupati Bolsel Drs Arudji Mongilong, sepakat mengeluarkan instruksi. Yaitu, seluruh calon pelamar CPNS yang ikut seleksi tetap waspada terhadap aksi calo. Juga, pelamar menunjukkan kualitas SDM dari berbagai disiplin ilmu, serta berupaya penerimaan CPNS berlangsung murni, transparan, dan proporsional.
Wali Kota Djelantik Mokodompit, misalnya, jauh-jauh hari sudah mengingatkan kepada panitia CPNS daerah (BKD Kotamobagu dan tim) untuk selalu mengedepankan aturan. Langkah ini dilakukan agar yang lulus nanti benar-benar CPNS yang siap pakai dan sesuai dengan disiplin ilmu. ‘’Kualitas lebih diutamakan, tentunya juga harus waspada terhadap aksi calo. Kalau ada yang kurang jelas sebaiknya dikonfirmasi ke panitia CPNS lokal (BKD, red),’’ kata Antik, kemarin.
Penjabat Bupati Bolsel Arudji Mongilong, lebih keras lagi. Dia menegaskan, akan ada ruangan khusus untuk menampung panitia inti CPNS. Ruangan ini untuk menghindari jangan sampai ada kontak antara pelamar. “Harus diingat seleksi ini akan dilakukan di seluruh Indonesia dan ini dilakukan secara serentak. Jadi yang diutamakan dalam kompetitif ini adalah kualitas,’’ ungkap Arudji, diiyakan Penjabat Bupati Boltim Kandoli Mokodongan.(ald/ras)

Sumber: Manado Post, 15 Oktober 2009

Penerimaan CPNS

Dibuka 19 Oktober, Pelamar Diwarning

BOLMONG (14/10/2009): Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow akhirnya memastikan tahapan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dimulai 19 Oktober hingga 7 November mendatang. Diawali dengan pengumuman formasi yang akan diterima, diakhiri dengan pengumuman akhir mereka yang lolos menjadi CPNS 28 November mendatang. Hal ini ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bolmong Drs Hi Mitran Tuna. Diungkapkannya, 19 Oktober hingga 2 November mendatang adalah pengumuman formasi bagi para pelamar, disertai dengan persyaratan berkas yang harus dimasukkan mulai 23 Oktober hingga 7 November mendatang. Terkait tahapan tersebut, Tuna menegaskan bahwa sudah merupakan keputusan dari BKD Provinsi dalam rapat yang digelar belum lama ini, dimana seluruh BKD Kabupaten/Kota sudah menggelar rapat dengan BKD Provinsi terkait persiapan penerimaan CPNS nanti, dimana semua menyatakan siap untuk menggelar penerimaan CPNS pekan depan. Ditambahkannya, BKD akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kantor Pos cabang Kotamobagu untuk tahapan penerimaan CPNS, karena sesuai dengan tahun sebelumnya mulai dari pemasukan berkas hingga penetapan berkas yang lulus harus berdasarkan pengesahan berupa stempel pos di luar amplop. Sementara itu, dengan ditetapkannya tahapan penerimaan CPNS di Bolmong, menjadi kesempatan bagi sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab sperti calo yang menawarkan jasa mereka dengan janji muluk. BKD sendiri telah mengingatkan warganya agar tidak mudah tergoda dengan ‘rayuan gombal’ para calo tersebut.(708)

Tahapan Penerimaan CPNS di Bolmong Raya:

19 Oktober-2 November 2009   : Pengumuman formasi.

23 Oktober-7 November 2009  : Pemasukan berkas lamaran

10 November 2009                        : Pengumuman lolos berkas

28 November 2009                        : Pengumuman akhir

Sumber: BKD Bolmong

Sumber Tulisan: Posko Manado, 15 Oktober 2009

UU RI NO 22 TAHUN 2009

Dishub Hanya Kebagian Menjaga Terminal
KOTAMOBAGU (13/10/2009): Jika biasanya personil Dinas Perhubungan nampak bertugas dijalan mengatur lalu lintas, namun setelah Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disahkan dan mulai diterapkan, petugas berseragam Biru ini, merasa kian dikucilkan dalam wilayah tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).
Seperti diakui Kepala Dinas Perhubungan Kotamobagu Achmad Yani Damopolii, kepada wartawan Selasa (13/10) kemarin, berdasarkan undang-undang tersebut, pengawasan di jalan raya hanya dikhususkan bagi pihak Kepolisian, sementara untuk Dishub sendiri diperkecil tanggungjawab serta hak-haknya. Ditambahkan Damopolii, pihak Dishub hanya bisa menjaga terminal dan tempat timbang kendaraan yang bermuatan serta pemasangan rambu lalu lintas.
“Kami harus ikuti sesuai undang-undang yang ada tentang Lalu Lintas, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak Dishub dan Kepolisian,” jelasnya. Namun Damopolii mengaku setelah Peraturan Pemerintah (PP) terkait undang-undang tersebut turun, akan dibentuk sebuah Forum Komite Lalu Lintas dengan melibatkan semua stakeholder, agar semua persoalan mengenai Lalu Lintas dapat dipecahkan bersama.(708)

Sumber: Posko Manado, 14 Oktober 2009

PERSONIL DISHUT MINIM

Hutan Bakau Bolaang Gundul

BOLMONG (13/10/2009): Hutan Bakau yang ada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow belakangan kian terancam, menyusul sejumlah oknum yang merusak dan menjadikannya sebagai kayu bakar.
Buktinya, jika dikalkulasi, temuan pihak Dinas Kehutanan kemarin, hampir Satu hektar hutan Bakau di Kecamatan Bolaang telah dibuat gundul.
Dari data yang dihimpun di Dinas Kehutanan kemarin, sedikitnya ditemukan 500 ikat potongan atau hampir Satu hektar pohon Bakau telah dipotong oleh oknum yang belum diketahui identitasnya. Kuat dugaan, puluhan kubik kayu tersebut bakal diperjualbelikan sebagai kayu bakar.
Kepala Bidang Penguji Dishut Bolmong, Nazrudin Damapolii S.Hut, kepada wartawan Selasa (13/10) kemarin menjelaskan, pihaknya mendapati kayu tersebut sudah berada di pinggir jalan di kawasan Desa Inobonto Kecamatan Bolaang Bolmong, belum lama ini.
“Sekitar 500 ikat yang langsung kami amankan sebagai barang bukti temuan,” katanya. Selain itu, untuk meningkatkan pengawasan di Bolmong yang kian menjadi, Damapolii mengaku pihaknya telah menambah personil pengawasan di lapangan, dan akan terus ditingkatkan untuk memperkuat pengamanan bakau.
“Itu jelas wajib dilakukan untuk mengawasi dan menjaga Bakau yang memang harus dilindungi,” katanya.(708)

Sumber: Posko Manado, 14 Oktober 2009

3 Kali Tes Tak Lulus, Berharap Tes Objektif

Keluh Kesah Peserta CPNS Bolmong Raya
TAK lama lagi seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) akan dibuka. Banyak calon pelamar akan berlomba untuk bisa lulus dan diangkat menjadi pegawai.
Namun, pendekatan ala KKN (Kolusi, Korupsi, Nepotisme), itu, membuat warga cemas. Rasa kesal mereka karena sudah ikut tes berulang-ulang kali tetapi belum juga berhasil.
Ibu Riska, misalnya, mengakui, ketika Bolmong masih satu (belum dimekarkan) ikut tes kualifikasi SMA. Juga, ikut tes kedua kalinya belum berhasil. Dan, ketika Bolmong sudah mekar dan ikut tes dengan ijasah sarjana juga belum lulus. “Kalau soal tes saya rasa sudah diisi dengan benar, tetapi herannya jawaban saya dengan yang lain sama, malah dia (peserta CPNS lain, red) yang lulus tes,’’ tutur Riska.
Dia berharap, panitia seleksi harus bisa mendengar keluhan ini. Apalagi, saban tahun sesuai amatannya proses seleksi sudah tidak fair. Banyak yang lulus tetapi tidak semua itu lulus murni. Ada yang lulus karena keterpaksaan, juga karena ada permainan yang tidak sehat sesama panitia dan oknum pegawai. “Mudah-mudahan mereka (panitia CPNS dan oknum pegawai, red) mendengar keluh kesah kami ini,’’ kata Riska yang sudah beranak dua ini.
Kekecewaan juga dirasakan Edwin Ismail. Alumni Unsrat ini, mengaku, sudah 4 kali ikut tetapi belum juga berhasil. Berbicara soal rejeki atau garis tangan, pasti semuanya ada rasa memiliki. Namun, kadangkala garis tangan ditentukan oleh panitia CPNS. “Bukannya meluluh menyalahkan panitia tetapi berharap seleksi kali ini benar-benar murni tanpa ada KKN,’’ kata Edwin.(ald/ras)

Sumber: Manado Post, 14 Oktober 2009