Pria Hypersex Perkosa Miyabi Hingga Pendarahan

Korban Ditinggalkan Telanjang Bulat di Rumah Kosong

KOTAMOBAGU (16/10/2009): Belum lagi usai penyidikan kasus dugaan cabul dan percobaan perkosaan yang melibatkan anak oknum pejabat Bolmong. Sebuah kasus yang tak kalah menghebohkan, kembali terjadi di Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur, Kotamobagu.
Kemarin, Jumat (16/10) dinihari sekitar pukul 00.30 Wita nasib apes itu menimpa Miyabi (20) –disamarkan- warga Kelurahan Kotabangon. Miyabi tidak hanya diperkosa, tapi juga dianiaya hingga babak belur sebelum dirinya dikangkangi tersangka yang diduga hypersex, yakni OD alias Onal (25) warga sekampung dengan korban, .
Kronologis kejadian itu menurut versi Miyabi, malam itu dirinya
bersama temannya Agus Susanto, baru saja usai jalan-jalan malam dan hendak kembali ke rumah mereka di Kotobangon. Namun, di tengah jalan yang hanya berjarak beberapa blok dari rumah korban, keduanya tiba-tiba dicegat tersangka Onal yang begitu agresif memegang tangan Miyabi. Ulah nekat tersangka ternyata bikin Agus teman korban keder dan kehilangan nyali. Buktinya, bukannya memberi perlindungan kepada teman perempuannya, Agus malah lari tunggang langgang menuju rumahnya. Kesempatan itu akhirnya dimanfaatkan tersangka dengan menggiring Miyabi ke lokasi sepi, tepatnya di sebuah rumah kosong di kawasan Kotobangon. Miyabi, si kembang desa berkulit mulus itu memang sempat meronta. Tapi aksi perlawanannya tak mampu menghalau tersangka Onal yang sudah kesetanan. Beberapa kali tubuh korban dihujami pukulan ke arah wajah secara bertubi-tubi.
Puas melihat korban sudah tidak berdaya, tersangka melanjutkan aksinya dengan melucuti pakaian Miyabi satu per satu hingga benar-benar bugil. Tak ayal, wajah cantik dan tubuh aduhai Miyabi pun membuat mata Onal terbelalak. Otaknya yang sudah disemuti birahi langsung meraja, tangan nakalnya menggerayangi tubuh Miyabi. Bahkan dengan beralas tanah, tubuh Miyabi direbahkan secara paksa untuk disetubuhinya. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka pun berlalu meninggalkan Miyabi yang kesakitan akibat pendarahan dan dalam keadaan telanjang bulat di dalam rumah kosong. Dengan susah payah bangkit dan mengenakan pakaiannya, Miyabi tertatih-tatih menuju Mapolres Bolmong untuk mengadukan peristiwa yang baru saja dialaminya.
Kapolres Bolmong, AKBP Set Lumowa, melalui Ka SPK Plug A, Ipda Robby Ansyari, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Kasusnya masih dalam penyelidikan, karena pelakunya masih dalam pengejaran,” terang Ansyari.(708)

Sumber: Harian Posko Manado, 17 Oktober 2009

Dikawal Polisi

BOLMONG—Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di Markas Polisi Resor (Mapolres) Bolaang Mongondow, akan terus mengawal proses seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) untuk tahun 2009.
Kapolres Bolmong Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Set S Lumowa SIK, bersama Polres Persiapan Bolmong Utara dan Polres Persiapan Kota Kotamobagu, terus memantau jalannya proses seleksi. Nantinya, tim Mapolres akan melakukan penjagaan proses pendaftaran hingga pengumuman CPNS.
Menurut Kapolres Bolmong, AKBP Set S Lumowa SIK, pihaknya masih menunggu kabar resmi dari panitia CPNS dalam hal jumlah personil yang akan dibutuhkan dalam pengawalan LJK, proses pemeriksaan hasil seleksi, dan pengumuman hasil seleksi. ‘’Kalau nantinya ada yang melanggar aturan pasti akan ditindak sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,’’ ungkap Set, kemarin.
Informasi yang kami peroleh, rekrutmen awal akan dilaksanakan pada Senin (19/10). Proses seleksi akan digelar awal November, selanjutnya tahap pengumuman Desember. Kemungkinan besar seleksinya akan digelar secara serentak di Kabupaten/Kota se Sulut. Info tersebut dibenarkan Kepala BKD Bolmong Drs Hi Mitran Tuna. ‘’Sesuai jadwal provinsi penerimaan akan dimulai 19 Oktober,’’ kata Mitran, kemarin.(ald)

Sumber: Manado Post, 17 Oktober 2009

Pimpinan SKPD Pasrah

PROSES pergantian jabatan di pemerintahan bukan sebuah fenomena asing. Namun, sudah menjadi keharusan untuk memperlancar proses pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Fenomena itu boleh dibilang dirasakan para pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Kabupaten Bolmong. Pimpinan SKPD pun punya alasan yang berbeda. Ada yang mengaku pasrah, ada yang dibalut kecemasan, dan ada juga yang meskipun dimarahi sang top eksekutif tetaplah pasrah. ‘’Kalau saya hanya menunjukkan kinerja. Kerja saya utamakan bukan mencari muka,’’ bisik seorang pejabat eksekutif di Bolmong yang minta namanya tidak dikorankan.
Isu pergantian jabatan atau pergantian birokrat dari semua lingkup SKPD, belum disuarakan baik Sekdakab Bolmong Drs Hi Ferry L Sugeha dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bolmong Drs Hi Mitran Tuna. ‘’Belum ada petunjuk pimpinan (Bupati Ny Hj Marlina Moha Siahaan, red) untuk proses pergantian pejabat dari semua eselon,’’ kata Mitran, kemarin. (ald/ras)

Sumber: Manado Post, 17 Oktober 2009