UU RI NO 22 TAHUN 2009

Dishub Hanya Kebagian Menjaga Terminal
KOTAMOBAGU (13/10/2009): Jika biasanya personil Dinas Perhubungan nampak bertugas dijalan mengatur lalu lintas, namun setelah Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disahkan dan mulai diterapkan, petugas berseragam Biru ini, merasa kian dikucilkan dalam wilayah tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).
Seperti diakui Kepala Dinas Perhubungan Kotamobagu Achmad Yani Damopolii, kepada wartawan Selasa (13/10) kemarin, berdasarkan undang-undang tersebut, pengawasan di jalan raya hanya dikhususkan bagi pihak Kepolisian, sementara untuk Dishub sendiri diperkecil tanggungjawab serta hak-haknya. Ditambahkan Damopolii, pihak Dishub hanya bisa menjaga terminal dan tempat timbang kendaraan yang bermuatan serta pemasangan rambu lalu lintas.
“Kami harus ikuti sesuai undang-undang yang ada tentang Lalu Lintas, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak Dishub dan Kepolisian,” jelasnya. Namun Damopolii mengaku setelah Peraturan Pemerintah (PP) terkait undang-undang tersebut turun, akan dibentuk sebuah Forum Komite Lalu Lintas dengan melibatkan semua stakeholder, agar semua persoalan mengenai Lalu Lintas dapat dipecahkan bersama.(708)

Sumber: Posko Manado, 14 Oktober 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: