Fantastis, Dana Prajab di Kota Kotamobagu Nyaris 1 Miliar

Kotamobagu, KOMENTAR
Fantastis! Barangkali, inilah kata yang tepat untuk menggambarkan besaran dana yang diserap dari pelaksanaan pendidikan dan latihan pra-jabatan golongan II dan III regular PNS angkatan kedua tahun 2009 di Kota Kotamobagu. Betapa tidak, dana yang harus dikeluarkan seluruh peserta ketika di total jumlahnya nyaris men-dekati angka Rp 1 miliar!
Capaian angka yang men-dekati Rp1 miliar ini di per-oleh dari akumulasi dana yang harus disetorkan se-luruh peserta kepada panitia prajab. Rinciannya, Rp 750 ribu/per orang untuk peng-adaan seragam serta sisanya yang Rp 1,445 juta/per orang sebagai biaya akomodasi selama 10 hari pelaksanaan prajab.
Diketahui, pra-jabatan kali ini diikuti oleh 394 peserta. Mereka berasal dari berbagai SKPD (Satuan Kerja Perang-kat Daerah) serta ada juga tenaga pengajar (guru). Selain dari Kota Kotamobagu, terda-pat pula peserta dari Kabu-paten Bolmong dan Kabupa-ten Boltim. Namun peserta dari dua daerah yang disebut belakangan, jumlahnya tidak mencapai 10 orang. Jika jumlah peserta mencapai 394 orang dikalikan dengan biaya per peserta sebesar Rp 2,195 juta, maka angka yang dida-pat adalah Rp 864.830.000.
Menyangkut besarnya biaya yang harus dikeluarkan itu, belakangan mengundang ke-luhan sejumlah peserta. “Pe besar skali do’ tu biaya. Mar mo bagimana ley, panitia so bilang depe jumlah memang so bagitu kong so nda bisa dita-war-tawar, jadi terpaksa mus-ti sadia noh,” keluh seorang peserta pria yang meminta agar identitasnya dirahasia-kan saat ditanyai Komentar di sela-sela acara pembukaan prajab, kemarin.
Beberapa peserta lain juga mengungkapkan keluhan senada. Bahkan ada di antara mereka yang mengaku ter-paksa meminjam uang kepa-da tetangga, hanya agar biaya prajabnya terpenuhi. Lebih menyedihkan lagi, ada yang mengaku terpaksa mengga-daikan beberapa barang ber-harganya demi memenuhi syarat keikutsertaan pada prajab kali ini.
“Torang dengar do’ di kabu-paten laeng nda talalu besar depe biaya prajab. Masa’ kong di sini pe besar skali,” sam-bung mereka, sambil sembu-nyi-sembunyi agar tidak terli-hat oleh panitia ketika sedang bercakap-cakap dengan war-tawan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kota Kotamobagu, Drs Idrus Manoppo tak menampik ten-tang besaran biaya yang ha-rus ditanggung para peserta prajab kali ini. “Setahu saya jumlah biaya prajab seperti itu. Tapi itu sudah sesuai pembicaraan dan kesepaka-tan bersama dengan para pe-serta,” ujarnya sambil mem-persilakan menghubungi ke-tua panitia terkait teknis pe-laksanaan prajab itu sendiri.
Pada bagian lain, Kepala Diklat Propinsi Sulawesi Uta-ra Dra Roosje Kalangi MSi didampingi Kabid Diklat dan PIM propinsi, Drs OJ Meweng-kang menambahkan, soal biaya sudah diatur sesuai standar berdasarkan golongan. “Se-dangkan untuk honorer dae-rah berbeda biaya administra-sinya,” ujar mantan atlit ter-jun payung Sulut ini.
Ketua Panitia pelaksanaan prajab yang juga menangani salah satu posisi penting di BKD Kotamobagu Drs M Mo-kodompit secara terpisah membenarkan hal tersebut. “Item pengadaan seragam dan akomodasi memang paling besar menyerap dana,” ujar-nya, singkat.
Prajab itu sendiri dibuka oleh Walikota Drs Djelantik Moko-dompit. Hadir dalam pembu-kaan itu, antara lain, Kepala Badan Diklat Propinsi Sulut Dra Roosje Kalangi, Sekdakot Drs M Mokoginta, serta sejumlah pejabat. Dalam kesempatan itu, Papa Razky –sapaan akrab Wa-likota Djelantik Mokodompit– mengimbau, agar peserta tidak terlibat dalam politik praktis dan dapat mengikuti hingga selesai prajab tersebut.(dax)

Sumber: Harian Komentar, 13 Oktober 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: