Formasi CPNS Misterius

BKD Belum Berani Mengumumkan
BOLMONG—Walaupun kabarnya pendaftaran akan dibuka 19 Oktober nanti, namun para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Bumi Totabuan masih kebingungan. Pasalnya formasi CPNS untuk Bolmong, Kota Kotamobagu (KK), Bolmong Selatan (Bolsel), dan Bolmong Timur (Boltim) masih misterius.
Nampaknya empat daerah tersebut sepakat untuk mengumumkan rincian formasi bersamaan pembukaan pendaftaran—Senin (19/10) nanti. Ini dilakukan berdasarkan kesepakatan kabupaten/kota dengan Pemprov Sulut.
Namun begitu dari data yang kami peroleh, jumlah formasi Kabupaten Bolmong sebanyak 515 dengan rincian, guru 198, kesehatan 97, tenaga tehnis 86, tenaga honorer 111, dan sekdes 23 orang, Kota Kotamobagu sebanyak 401 dengan rincian, guru 28, kesehatan 107, dan tenaga tehnis 266, Boltim sebanyak 541, rinciannya, guru 240, kesehatan 98, dan tenaga tehnis 203, sedangkan Bolsel sebanyak 449 dengan rincian, guru 220, kesehatan 111, dan tenaga tehnis 118 (selanjutnya, lihat grafis). Sayangnya, belum dapat diketahui jumlah yang diterima dalam satu kualifikasi pendidikan. “Memang belum boleh diumumkan, karena pihak BKD Bolmong sebagai salah satu penyelenggara seleksi penerimaan CPNS, harus menjalani tahapan prosesnya yang sudah ditetapkan. Sesuai kesepakatan tanggal 19 Oktober baru diumumkan,’’ ungkap Drs Hi Mitran Tuna, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bolmong.
Berbeda dengan pernyataan Kepala BKD Kota Kotamobagu, Drs Hi Idris Manoppo. Dia mengatakan, belum menerima informasi resmi dari Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Men.PAN) RI. Hanya saja katanya, dalam satu dua hari ke depan sudah ada info rincian formasinya. “Talaud cepat menerima rincian formasi karena mereka (BKDD Talaud, red) bertahan di Men.PAN RI. Jadi kami tetap jemput bila sudah ada,’’ kata Idris, kemarin.
Pemkab Bolsel dan Boltim, juga bakal mengumumkan bersamaan hari pendaftaran. Mereka secara serentak mengumumkan dengan terperinci, sekaligus persyaratan dalam penerimaan CPNS 2009.‘’Kemungkinan sudah akan diumumkan dalam waktu dekat ini,’’ kata Sekdakab Bolsel Drs Gunawan M Lombu Spd, diiyakan Sekdakab Boltim Ir Hi Taufik Mokoginta, kemarin. (ald/ras)

Sumber: Manado Post, 13 Oktober 2009

Fantastis, Dana Prajab di Kota Kotamobagu Nyaris 1 Miliar

Kotamobagu, KOMENTAR
Fantastis! Barangkali, inilah kata yang tepat untuk menggambarkan besaran dana yang diserap dari pelaksanaan pendidikan dan latihan pra-jabatan golongan II dan III regular PNS angkatan kedua tahun 2009 di Kota Kotamobagu. Betapa tidak, dana yang harus dikeluarkan seluruh peserta ketika di total jumlahnya nyaris men-dekati angka Rp 1 miliar!
Capaian angka yang men-dekati Rp1 miliar ini di per-oleh dari akumulasi dana yang harus disetorkan se-luruh peserta kepada panitia prajab. Rinciannya, Rp 750 ribu/per orang untuk peng-adaan seragam serta sisanya yang Rp 1,445 juta/per orang sebagai biaya akomodasi selama 10 hari pelaksanaan prajab.
Diketahui, pra-jabatan kali ini diikuti oleh 394 peserta. Mereka berasal dari berbagai SKPD (Satuan Kerja Perang-kat Daerah) serta ada juga tenaga pengajar (guru). Selain dari Kota Kotamobagu, terda-pat pula peserta dari Kabu-paten Bolmong dan Kabupa-ten Boltim. Namun peserta dari dua daerah yang disebut belakangan, jumlahnya tidak mencapai 10 orang. Jika jumlah peserta mencapai 394 orang dikalikan dengan biaya per peserta sebesar Rp 2,195 juta, maka angka yang dida-pat adalah Rp 864.830.000.
Menyangkut besarnya biaya yang harus dikeluarkan itu, belakangan mengundang ke-luhan sejumlah peserta. “Pe besar skali do’ tu biaya. Mar mo bagimana ley, panitia so bilang depe jumlah memang so bagitu kong so nda bisa dita-war-tawar, jadi terpaksa mus-ti sadia noh,” keluh seorang peserta pria yang meminta agar identitasnya dirahasia-kan saat ditanyai Komentar di sela-sela acara pembukaan prajab, kemarin.
Beberapa peserta lain juga mengungkapkan keluhan senada. Bahkan ada di antara mereka yang mengaku ter-paksa meminjam uang kepa-da tetangga, hanya agar biaya prajabnya terpenuhi. Lebih menyedihkan lagi, ada yang mengaku terpaksa mengga-daikan beberapa barang ber-harganya demi memenuhi syarat keikutsertaan pada prajab kali ini.
“Torang dengar do’ di kabu-paten laeng nda talalu besar depe biaya prajab. Masa’ kong di sini pe besar skali,” sam-bung mereka, sambil sembu-nyi-sembunyi agar tidak terli-hat oleh panitia ketika sedang bercakap-cakap dengan war-tawan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kota Kotamobagu, Drs Idrus Manoppo tak menampik ten-tang besaran biaya yang ha-rus ditanggung para peserta prajab kali ini. “Setahu saya jumlah biaya prajab seperti itu. Tapi itu sudah sesuai pembicaraan dan kesepaka-tan bersama dengan para pe-serta,” ujarnya sambil mem-persilakan menghubungi ke-tua panitia terkait teknis pe-laksanaan prajab itu sendiri.
Pada bagian lain, Kepala Diklat Propinsi Sulawesi Uta-ra Dra Roosje Kalangi MSi didampingi Kabid Diklat dan PIM propinsi, Drs OJ Meweng-kang menambahkan, soal biaya sudah diatur sesuai standar berdasarkan golongan. “Se-dangkan untuk honorer dae-rah berbeda biaya administra-sinya,” ujar mantan atlit ter-jun payung Sulut ini.
Ketua Panitia pelaksanaan prajab yang juga menangani salah satu posisi penting di BKD Kotamobagu Drs M Mo-kodompit secara terpisah membenarkan hal tersebut. “Item pengadaan seragam dan akomodasi memang paling besar menyerap dana,” ujar-nya, singkat.
Prajab itu sendiri dibuka oleh Walikota Drs Djelantik Moko-dompit. Hadir dalam pembu-kaan itu, antara lain, Kepala Badan Diklat Propinsi Sulut Dra Roosje Kalangi, Sekdakot Drs M Mokoginta, serta sejumlah pejabat. Dalam kesempatan itu, Papa Razky –sapaan akrab Wa-likota Djelantik Mokodompit– mengimbau, agar peserta tidak terlibat dalam politik praktis dan dapat mengikuti hingga selesai prajab tersebut.(dax)

Sumber: Harian Komentar, 13 Oktober 2009

Bangunan Tahan Gempa

Menjadi Pusat Pemerintahan Bolmong di Lolak
BOLMONG—Sejak Kota Kotamobagu resmi menjadi daerah otonom, Kabupaten Bolaang Mongondow sudah memutuskan Kecamatan Lolak, menjadi pusat pemerintahan sekaligus ibukota kabupaten.
Seiring dengan terbitnya UU RI Nomor 4, tentang pembentukan Kota Kotamobagu di Provinsi Sulut, Bupati Marlina Moha-Siahaan melalui tim Bappeda, sudah menyusun master plan, termasuk rencana tata ruang wilayah di kawasan Lalow, Lolak. Bahkan, tim pengguna anggaran dibawa koordinator Sekdakab Ferry L Sugeha, memasukkan anggaran pembangunan gedung atau Kantor Bupati dan Prasarana Pemerintahan (Praspem) lainnya di Lolak.
Hasilnya, Kantor Bupati dan Praspem, pembangunanya, sudah di atas 50 persen, termasuk pembangunan jalan pompa bensin Tuyat-Kantor Bupati dan jalan kompleks Kantor Bupati Bolmong yang menelan anggaran senilai Rp4 miliar.
Menurut Kepala Bappeda Bolmong, Drs Suharjo Makalalag, M.Ed, kawasan hamparan luas pembangunan pusat pemerintahan akan terus dipacu. Bahkan, rencananya 2011, seluruh SKPD sudah dapat menempati kawasan baru di Lolak. Namun, sekarang ini dalam tahap pengerjaan dan bangunan yang ada di Lolak merupakan bangunan yang tahan gempa. “Sekarang ini dalam tahap pembangunan gedung, termasuk jalan menuju kawasan perkantoran kantor bupati,’’ ungkap Suharjo, kemarin.
Dikabarkan pula, pada Kamis (8/10), akhir pekan lalu, tim pemkab dipimpin Sekdakab Ferry Sugeha, mengunjungi kawasan pembangunan kantor bupati di Lolak. Ferry didampingi Asisten I Lutfi Limbanadi SH dan sejumlah pimpinan SKPD. ‘’Kami menjamin proses pengerjaan berjalan baik dan tepat waktu,’’ kata Kadis PU dan Kimpraswil Bolmong, Ir Dadang G Nugroho, kemarin.(ald/ras)

Sumber: Manado Post, 12 Oktober 2009