Mega Proyek Ratusan Miliar Terancam Mubazir

Bolmong, KOMENTAR
Kehadiran mega proyek PLTA dari PLN di Bolmong untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bolmong Raya maupun Mina-hasan Selatan yang telah dianggarkan sebesar Rp 450 miliar yang bersumber dari dana Loan bakal mubazir. Ini menyusul belum adanya reali-sasi alih status lahan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Kehutanan RI.
Dari hasil penelusuran, rencananya PLN akan membangun pembangkit listrik dengan daya 2 x 15 megawatt yang justru menjadi keuntungan bagi daerah tersebut untuk menarik investor yang selalu melihat ketersediaan energi sebelum menanamkan investasi. Sebab, selama ini warga Sulut selalu dipersoalkan oleh ketersediaan pasokan energi listrik yang terasa makin kurang sementara kebutuhan kian besar.
Informasi resmi yang diperoleh, untuk alasan memenuhi kebutuhan energi ini, baik PLN maupun empat konsorsium, telah melakukan kesepakatan bahkan telah memperoleh persetujuan Gubernur SH Sarundajang yang tengah getol mem-promosikan Sulut ke daerah lain dan dunia internasional. Namun sejak 2007, belum ada realisasi dari Dephut RI. Pada-hal sudah dicapai kesepakatan sejak 2007 lalu untuk membangun PLTA sebagai solusi. Sayangnya, sampai saat ini sta-tus tanah belum dialihkan dari Departemen Kehutanan.
Data yang didapat dari sumber resmi Pemkab Bolmong, mega proyek PLTA atau PLTA Poigar, yang berada di perbatas-an Minsel, Bolmong Induk dan Boltim tersebut, turbinnya akan dibangun di kawasan Ka-bupaten Minsel. Namun lahan yang akan digunakan sekitar 50 hektare untuk membuat terowongan sepanjang 8 km berdiameter 4 meter, terbanyak berada di kawasan Bolmong Induk dan Boltim.
Adapun sumber air yang akan mengalir ke turbin seba-gai pembangkit listrik, berasal dari aliran Danau Iloloy dan Moat. Namun lokasi terowongan sepanjang 8 km ter-sebut berada di bawah hutan konservasi. Hingga diperlukan legalitas peralihan status dari Dephut.
Elemen di Bolmong pun berharap pemerintah pusat sece-patnya merealisasikan proyek yang dinilai ramah lingkungan ini. Proyek ini guna memenuhi ketersediaan listrik demi menarik investor Minsel dan Bolmong Raya.
Sementara Ketua LSM Surya Madani , Salim Landjar menyesalkan jika saja mega proyek ini tidak diseriusi pemerintah guna menunjang kebutuhan akan kelistrikan di Totabuan.(dax)

Sumber: Harian Komentar, 20 Agustus 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: