Jainuddin Akhirnya Resmi Balik ke Induk

Djelantik Sebelumnya Minta Maaf Kekhilafan

KOTAMOBAGU (5/5/2009): Teka-teki nasib mantan Sekretaris Kota Kotamobagu Jainuddin Damopolii yang ‘dipecat’ oleh Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit, akhirnya terjawab sudah.

Setelah sempat non job dan diisukan akan kembali ke Pemkab Bolmong, Papa Et sapaan akrabnya, secara resmi hari Senin (4/5) kemarin akhirnya kembali resmi memakai bets tanda pengenal pemerintah Kabupaten Bolmong.

Kembalinya Papa Et ini ke Bolmong, diawali pertemuan pada hari Sabtu (2/5) pekan lalu antara Papa Et dengan Bupati Bolmong Marlina Moha Siahaan di ruangan Bupati Bolmong, dimana dalam pembicaraan yang tertutup tersebut, Papa Et secara resmi telah kembali ke Induk, karena surat permintaan perpindahan akhirnya ditandatangani oleh Wali Kota Djelantik Mokodompit.

Papa Et sendiri ketika dikonfirmasi membenarkan jika dirinya telah kembali berseragam Pemkab Bolmong, resmi pada hari Senin, setelah surat perpindahannya, sempat tertunda selama beberapa bulan lamanya di Pemkot Kotamobagu.

“Terhitung secara resmi itu hari Senin. Tapi kalau bergabung kembali dengan Bolmong yakni pada hari Sabtu lalu, karena surat saya sudah disetujui dan ditandatangani,” jelas Papa Et kepada Koran ini.

Sementara, sebagaimana informasi yang dirangkum Koran ini, penandatanganan surat perpindahan Papa Et yang merupakan orang dibalik suksesnya pemekaran Kota Kotamobagu dan juga daerah lainnya di Bolmong, sempat diwarnai oleh permintaan maaf oleh Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit kepada Jainuddin Damopolii, dengan memecatnya sebagai seorang Sekkot.

Bahkan, informasi resmi tersebut menyebutkan jika latar belakang permintaan maaf dari Djelantik ini, disebabkan oleh adanya teguran langsung dari Badan Kepegawaian Nasional, kepada Wali Kota Djelantik Mokodompit dan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, terkait dengan pencopotan Papa Et yang dianggap tidak memenuhi prosedural.

Kabag Humas Setdakot Kotamobagu Roy Bara sendiri, ketikan dikonfirmasi mengaku belum mengetahui hal tersebut. Namun menurut Roy Bara, untuk permasalahan teguran dari BKN, itu sama sekali tidak ada, karena pemecatan Sekkot Jainuddin Damopolii sudah sesuai prosedural dan sama sekali tidak ada alasan untuk dijadikan bahan teguran untuk Wali Kota dan Gubernur.(722)

Sumber: poskomanado.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: