Sejumlah Ormas Siap Kawal ADM

Kotamobagu—Untuk mengawal perolehan suara yang diraih oleh Aditya Didi Moha (ADM) di KPU Bolmong dan Kotamobagu, sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Bolmong menyatakan siap untuk mengawalnya sampai mengantar ADM ke DPR RI. Sejumlah Ormas tersebut diantaranya BKPRMI, KNPI, FKPPI, KBP3 Bolmong. Menurut salah seorang pengurus FKPPI Jenli Taturu dan Pengurus KBP3 Efendi Abdul Kadir, suara yang di raih ADM adalah suara rakyat murni Bolmong Bersatu. “Karena ADM sekarang lagi memimpin perolehan suara terbanyak dibandingkan caleg lain, maka kami pengurus dan kader FKPPI dan KBP3 di wilayah Bolmong sudah menjadi kewajiban untuk mengawal serta mengamankan perolehan suara yang sudah dimiliki ADM saat ini,” ujar keduanya. Yanto Damopolii yang adalah salah satu pendukung ADM juga menambahkan bahwa kemenangan ADM adalah kemenangan harkat dan martabat rakyat Mongondow. “Jangan karena sudah masuk dalam tim sukses lalu berkata pejuang ADM. Ingat ADM milik rakyat, cari muka jangan sampai selalu dipertunjukan di keluarga dan kerabat ADM. Agar apa diharapkan kepada ADM di pusat bisa tercapai minimal ketua komisi,” tuturnya.(erem)

Sumber:  www.swarakita-manado.com, 15 April 2009

Terkait Usaha Menghalalkan Segala Cara

LSM Minta Caleg Jangan Bapaksa

BOLMONG (14/4/2009): Usaha pembusukan nama caleg yang mendapatkan suara terbanyak, yang terjadi di wilayah Bolaang Mongondow bersatu, yang dilakukan oleh tim sukses salah satu partai yang kalah, rupanya membuat sejumlah LSM di wilayah Bolmong angkat bicara juga.

Ketua LSM Swara Madani Salin Lanjar kepada Koran ini, dengan tegas dan sedikit menyindir, menyebutkan jika para Caleg yang sudah jelas kalah dalam perolehan suara mereka, untuk tidak Bapaksa memperoleh suara, dengan menghalalkan segala cara, termasuk menyebar isu-isu mengenai adanya penggelembungan suara di Bolmong.
Menurut Lanjar, seharusnya para Caleg tersebut mengakui kehebatan dari caleg-caleg yang notabene adalah orang Bolmong asli, karena sudah jelas jika mereka tidak mempunyai basis suara yang jelas di wilayah Bolmong bersatu.
“Jangan kwa mo bapaksa. Kalau memang sudah tau kalah, jangan menghalalkan segala cara dengan menyebar isu yang tidak sedap di Bolmong. Bolmong sudah aman, jangan para Caleg yang bukan asli Bolmong justru ingin memecah persatuan yang tercipta di masyarakat Bolmong,” tegas Lanjar menyindir usaha yang dilakukan oleh para Caleg yang mulai menyebutkan adanya pelanggaran yang terjadi di Bolmong.
Hal senada juga disampaikan Ketua LPKEL Reformasi Effendi Abdul Kadir, yang menyebutkan jika masyarakat Bolmong sudah tidak mau lagi ditipu oleh orang-orang luar, yang hanya menginginkan terjadinya perpecahan antara masyarakat Bolmong, dan kemudian justru membuat masyarakat Bolmong yang menjadi sengsara.
Oleh karena itu, Effendi mengajak semua masyarakat Bolmong untuk mengawal perolehan suara Caleg asal Bolmong yang sudah jelas angka yang didapatkan sangat signifikan, untuk tidak lagi dipermainkan, karena berkaca pada pemilihan 2004 lalu.
“Kita sudah cukup sabar dengan kasus pada 2004 lalu, dimana masyarakat Bolmong, harus memendam kekecewaan karena adanya permainan curang yang dilakukan oleh calon lainnya. Masyarakat sudah akan mengawal hasil putra dan putri Bolmong yang sudah signifikan saat ini,” tegas Effendi sembari menyebutkan jika seharusnya mereka sadar diri, jangan maling teriak maling.(722)

Sumber:  poskomanado.com, 15 April 2009

KPUD tangani persoalan TPS Mariri I (Tim ADM Nilai Langkah Positif)

Bolmong, HARIAN KOMENTAR
Konsultan Tim Pemenangan Aditya Didi Moha (ADM), Pitres Sombowadile mengungkap, pihaknya memandang positif langkah KPUD sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang langsung menyikapi persoalan di TPS Mariri I, Kecamatan Poigar, Bolmong.
Terkait dugaan penggelembungan suara milik ADM, caleg Partai Golkar untuk DPR-RI, menurut Pitres, di luar kendali pihaknya. Sebab, selama ini, tim pemenangan ADM selalu secara resmi mengacu saja pada hasil yang diinformasikan petugas KPPS dan diperkuat dengan konfirmasi ke PPS (tingkat desa).
“Terima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah memastikan bahwa koreksi hasil dapat dilaksakan semacam itu. Kami ingin KPUD juga konsisten melakukan koreksi hasil Pemilu untuk banyak TPS yang hasilnya kami ragukan,” papar Pitres.
Diketahui, penghitungan ulang kotak suara DPR-RI di TPS Mariri I dilakukan Selasa (14/04), menyusul laporan dugaan kecurangan yang dilayangkan DPD PDIP Bolmong dan DPD Sulut, dari penghitungan ulang itu, ADM yang sebelumnya diumumkan meraih dukungan 100 persen, ternyata hanya me-ngantongi 363 suara dari total 415 pemilih. Sementara sisa suara lainnya terbagi ke beberapa caleg, seperti Olly Dondokambey, Vanda Sarundajang, Jeffrey Johanes Massie, Irawati Saleh, Edwin Kawilarang dan EE Mangindaan. Sementara dikabarkan juga, 40 surat suara lainnya hilang entah dimana.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 15 April 2009

Panwas KK Simpan Senjata Pamungkas

Kotamobagu, HARIAN KOMENTAR
Diam-diam, ruapanya Panwas KK telah mengantongi seluruh bukti dari hasil perolehan suara di 212 TPS se KK. Bukti ini akan dibeber, ketika ada caleg atau parpol yang melakukan komplein terhadap hasil rekapitulasi oleh KPUD KK nantinya.
Dikatakan Ketua PAnwas KK Udel Simbala kepada Komentar, saat pemungutan dan penghitungan suara dimulai 9 April lalu, pihaknya telah melakukan mengerahkan seba-nyak 212 personil di tiap-tiap TPS untuk memantau dan menginformasikan hasil perolehan suara para caleg.
“Tapi data tersebut masih disimpan, dan akan diangkat ketika muncul kejanggalan dan adanya komplein dari para caleg terhadap hasil pemungutan suara,” kata Simbala.
Sementara itu, disisi lain, mulai bermunculan para caleg yang mengklaim telah memperolah suara terbanyak di daerah pemilihannya, meski oleh KPUD KK belum melakukan penetapan secara resmi berapa jumlah perolehan suara yang diraih oleh caleg.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 15 April 2009