KPUD Siap Kawal Persoalan Mariri

Bolmong, HARIAN KOMENTAR

Menanggapi persoalan TPS Mariri 1 Kecamatan Poigar yang menuai sorotan dan gugatan dari PDIP, Anggota KPUD Bolmong Sahrul Mamonto menyatakan siap akan mengawal persoalan ini. Namun, jika gugatan tersebut tidak terbukti, maka pihaknya akan menuntut balik terhadap parpol yang mengangkat persoalan tersebut. Rupanya KPUD Bolmong belum mendapatakan laporan resmi dari pihak penggugat terkait hasil perolehan suara caleg DPR-RI dari Golkar Aditya Anugrah Moha. Sahrul Mamonto yang ditemui wartawan mengatakan, proses tahapan pemungutan hingga penghitungan surat suara di TPS Mariri 1, secara administrasi tidak ditemukan adanya kejanggalan. Meski demikian, ia juga tidak akan membiarkan perangkat penyelenggaran pemilu yang terlibat memanipulasi atau melakukan pelanggaran pemilu, dirinya yang akan mengawal untuk menjebloskan personil KPPS atau personel perangkat pemilu yang bersangkutan. “Tapi, jika itu tidak benar, kami yang akan menuntut balik ke parpol yang mengangkat persoalan itu. Karena telah menyebarkan fitnah sehingga kondisi pemilu menjadi tidak stabil,” tukas Alul sapaan akrabnya. Sementara itu, Ketua Panwas Bolmong Akhlis Aer ketika dikonfirmasi terkait proses pemungutan hingga berakhirnya penghitungan suara di TPS tersebut, tetap memandang persoalan dari sisi yuridis dan administrasi. Dari informasi yang diperolehnya, selama tahapan proses tersebut di tingkat TPS dan KPPS, tidak ada indikasi adanya kejanggalan maupun penyimpangan. Namun, lanjutnya, yang dipersoalkan oleh pihak yang merasa dirugikan dalam hal ini PDIP, dengan perolehan suara ADM seratus persen di TPS Mariri, ada dugaan itu tidak sepenuhnya benar. “Tapi, sesuai dengan surat pernyataan dari KPPS, PPS dan para saksi tentang pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara, itu semuanya menyatakan sah dan tidak bermasalah,” kata Aer. Disebutkan, para saksi yang sudah menandatangani dalam surat pernyataan tersebut di antaranya, Edy Tambun (Partai Patriot), Epi Tambun (Partai Demokrat), Rudi Bangsawan (PKPB), Franglin Tambun (PDIP), Seti Sumerar (PDS), Juone Tambun (PDK), Dey Ma-notek (PIB) dan Grace Sulangi (Barnas). Dalam surat pernyataan yang turut juga ditandatangani oleh dua Panwascam Ayub Mokodongan dan Safrul Kandoli, Pawaslap Aswin Sumerar, dan yang membuat pernyataan KPPS Frelin Rempas dan Maroes Tilaar, mengakui proses pemungutan dan perhitungan surat suara DPR-RI sah dan tidak bermasalah.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 14 April 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: