ADM: Biarkan Semuanya Diselesaikan Petugas Pemilu

Bolmong, HARIAN KOMENTAR
Terkait munculnya komplain dari parpol PDIP Sulut terhadap hasil proses pemungutan suara yang terjadi di Desa Mariri 1 TPS Mariri, caleg untuk DPR-RI dari partai Golkar Aditya Anugrah Moha (ADM) menyerahkan seluruhnya diselesaikan pihak penyelenggara pemilu.
Sikap tenang dalam penyampaian yang tidak panjang lebar ADM kepada wartawan, bahwa pihaknya tidak mengintervensi lebih jauh terhadap hasil perolehan suara mencapai seratus persen dari total suara 415. Justru ia melihat persoalan tersebut merupakan gambaran pengakuan dari masyarakat yang tertuang melalui pemilu legislatif terhadap dirinya.
“Saya sangat antusias terhadap warga Mariri 1. Soal adanya indikasi sebagaimana yang dilaporkan oleh pihak lain terhadap proses pemungutan suara, kami menyerahkan agar diputuskan dan diselesaikan oleh pihak yang terkait,” kata ADM kemarin.
Di sisi lain, Tim Pemenangan ADM Surahman Tohir menegaskan, seharusnya pihak pengawas atau lembaga penyelenggara pemilu melihat persoalan ini lebih luas dan tidak hanya pada satu titik saja. “Kami melihat perlakukan penyelenggara dan pengawas pemilu di propinsi, hanya tertuju pada kantong-kantong yang dapat mendulang suara terbanyak dari salah satu parpol atau caleg tertentu. Sementara, pada persoalan lain yang harus disikapi secara serius dari pihak terkait, seperti yang ada di Talaud dan sekitarnya, tidak mendapatkan perhatian yang khusus.
“Kami legowo dengan hasil perolehan suara ADM di tiap-tiap TPS. Seperti di Desa Bukaka yang hanya meraup enam suara, kami tidak persoalkan. Jangan seperti maling teriak maling,” kata Tohir yang mendampingi ADM.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 14 April 2009

KPUD Siap Kawal Persoalan Mariri

Bolmong, HARIAN KOMENTAR

Menanggapi persoalan TPS Mariri 1 Kecamatan Poigar yang menuai sorotan dan gugatan dari PDIP, Anggota KPUD Bolmong Sahrul Mamonto menyatakan siap akan mengawal persoalan ini. Namun, jika gugatan tersebut tidak terbukti, maka pihaknya akan menuntut balik terhadap parpol yang mengangkat persoalan tersebut. Rupanya KPUD Bolmong belum mendapatakan laporan resmi dari pihak penggugat terkait hasil perolehan suara caleg DPR-RI dari Golkar Aditya Anugrah Moha. Sahrul Mamonto yang ditemui wartawan mengatakan, proses tahapan pemungutan hingga penghitungan surat suara di TPS Mariri 1, secara administrasi tidak ditemukan adanya kejanggalan. Meski demikian, ia juga tidak akan membiarkan perangkat penyelenggaran pemilu yang terlibat memanipulasi atau melakukan pelanggaran pemilu, dirinya yang akan mengawal untuk menjebloskan personil KPPS atau personel perangkat pemilu yang bersangkutan. “Tapi, jika itu tidak benar, kami yang akan menuntut balik ke parpol yang mengangkat persoalan itu. Karena telah menyebarkan fitnah sehingga kondisi pemilu menjadi tidak stabil,” tukas Alul sapaan akrabnya. Sementara itu, Ketua Panwas Bolmong Akhlis Aer ketika dikonfirmasi terkait proses pemungutan hingga berakhirnya penghitungan suara di TPS tersebut, tetap memandang persoalan dari sisi yuridis dan administrasi. Dari informasi yang diperolehnya, selama tahapan proses tersebut di tingkat TPS dan KPPS, tidak ada indikasi adanya kejanggalan maupun penyimpangan. Namun, lanjutnya, yang dipersoalkan oleh pihak yang merasa dirugikan dalam hal ini PDIP, dengan perolehan suara ADM seratus persen di TPS Mariri, ada dugaan itu tidak sepenuhnya benar. “Tapi, sesuai dengan surat pernyataan dari KPPS, PPS dan para saksi tentang pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara, itu semuanya menyatakan sah dan tidak bermasalah,” kata Aer. Disebutkan, para saksi yang sudah menandatangani dalam surat pernyataan tersebut di antaranya, Edy Tambun (Partai Patriot), Epi Tambun (Partai Demokrat), Rudi Bangsawan (PKPB), Franglin Tambun (PDIP), Seti Sumerar (PDS), Juone Tambun (PDK), Dey Ma-notek (PIB) dan Grace Sulangi (Barnas). Dalam surat pernyataan yang turut juga ditandatangani oleh dua Panwascam Ayub Mokodongan dan Safrul Kandoli, Pawaslap Aswin Sumerar, dan yang membuat pernyataan KPPS Frelin Rempas dan Maroes Tilaar, mengakui proses pemungutan dan perhitungan surat suara DPR-RI sah dan tidak bermasalah.(fai)

Sumber: Harian Komentar, 14 April 2009