7.365 PNS Terima Gaji Baru

Rapel Menyusul Pekan Depan

KOTAMOBAGU—Ribuan PNS di Pemkab Bolmong dan Pemkot Kotamobagu ternyata sudah menikmati gaji baru dengan kenaikan gaji pokok 15 persen. ”Sejak 1 April sudah dibayarkan,” kata Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bolmong, Ny Ramlah Darwis-Mokodongan SE MSi, (2/4) kemarin. Namun, tambah Ramlah, gaji tersebut belum termasuk pembayaran rapel kenaikan gaji Januari-Maret. ”Pembayaran rapel Januari-Maret diupayakan minggu kedua bulan ini,’’ katanya.
Berdasarkan data DPPKAD Bolmong, 5.281 PNS Pemkab Bolmong sudah menikmati gaji baru dengan total yang dibayarkan mencapai Rp12,4 miliar. ‘’Yang pasti kenaikan gaji pokok bervariasi dan disesuaikan dengan masa kerja,’’ ujar Ramlah, kemarin.
Sementara Kadis PPKAD Kotamobagu Drs Darusdin Mokoagow mengaku, masih banyak bendahara SKPD yang bingung dengan rumus hitungan gaji baru dan rapel. ”Saat ini kita masih menunggu laporan bendahara SKPD, kalau sudah rampung maka bisa saja akan dibayar pekan ini,’’ kata Darusdin, kemarin.
Katanya, pembayaran gaji tergantung bendahara masing-masing SKPD, sebab dananya sudah tersedia di kas daerah, berikut dengan anggaran untuk rapel. Dana yang disediakan Rp5,8 miliar. ‘’Lebih cepat mereka menikmati rapel lebih bagus,’’ katanya lagi.
Data yang berhasil dirangkum wartawan Manado Post, tercatat total PNS data 2007 tercatat 7.365 (diluar CPNS yang lulus 2008), pegawai sebanyak itu tersebar di Bolmong, KK, Boltim dan Bolsel. Bolmong 5.281 PNS, termasuk Boltim 900 PNS dan Bolsel 900, serta Kota Kotamobagu 2.001 PNS ditambah 84 orang yang baru selesai melaksanakan Diklat Prajab.
Berdasarkan PP 8 tahun 2009 tentang Gaji Baru PNS, kenaikan gaji pokok PNS bervariasi, sesuai dengan masa kerja. Rinciannya, golongan I dan II berkisar 16,5 persen. sementara untuk PNS golongan III dan IV rata-rata sekitar 15 persen. (ald)

Sumber: Manado Post, 03 April 2009

Butet: Terima Kasih Rakyat Bolmong

KOTAMOBAGU—Pemilu tinggal 5 hari lagi. Hingga kini, di Bumi Totabuan prosesnya, dari sosialisasi caleg hingga kampanye caleg dan parpol, berjalan tertib. ”Kami sangat berharap suasana kondusif ini akan terus terjaga hingga akhir proses, hingga penetapan calon,” kata Bupati Bolmong Ny Marlina Moha-Siahaan. Secara khusus juga, sebagai pembina politik di Bolmong, Bupati Marlina minta masyarakat memberikan suaranya pada 9 April nanti, yang merupakan hak politik.
Menurut Butet—sebutan akrab Bupati Marlina—suasana kondusif ini tidak lepas dari peran masyarakat Totabuan secara umum yang sudah dewasa dalam berpolitik. ”Ini patut diberi apresiasi. Terima kasih rakyatku yang telah menjaga kebersamaan. Ingat, pemilu hanya merupakan proses menuju masyarakat sejahtera, bukan tujuan akhir,” kata Mama Didi—sapaan akrabnya di Bolmong.
Untuk sisa waktu ini, jelang pemilu hingga usai pemilu untuk penetapan kursi, Bupati Marlina atas nama pemerintah Bolmong meminta kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Demikian juga kepada KPU yang dipercayakan menyelenggarakan pesta demokrasi ini agar sebaik mungkin mengelolanya agar tidak terjadi gesekan baik antar caleg, maupun caleg dengan KPU. ”Pemilu adalah pesta demokrasi. Yang namanya pesta harus dirayakan dengan suka cita,” ujar Mama Didi.(ald/**)

Sumber: Manado Post, 04 April 2009

Tengah Malam, Kudji-Manoppo Dapat Penangguhan

Manado, HARIAN KOMENTAR

Permohonan penangguhan dua tersangka dugaan korupsi dana Persibom masing-masing Syamsudin Kudji Moha dan Jemmy Manoppo akhirnya dikabulkan pihak Polda Sulut. Penangguhan terhadap manajer dan mantan pimpro di Diknas Bolmong itu dari ruang tahanan polda, Sabtu (04/04) tengah malam sekitar pukul 23.00 WITA. Penangguhan terhadap keduanya diberikan penyidik Sat Ops III Dit Reskrim Polda Sulut berdasarkan surat Nomor Pol/SP.han/06/c/IV/09/Dit Reskrim dan Pol/SP.han/05/c/IV/09 Dit Reskrim. Di mana dalam surat tersebut, Bupati Bolmong, Marlina Moha-Siahaan sebagai istri menjadi jaminan istri Kudji. Sedangkan Mannopo dijamin istrinya Habiba Paramata, dengan jaminan tersebut mereka menyatakan tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta jika diperlukan mereka bersedia memenuhi panggilan penyidik. Selain itu mereka berdua juga diwajibkan melapor setiap Selasa ke Dit Reskrim. Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bella yang dikonfirmasi membenarkan adanya penangguhan tersebut. Dikatakannya, hal terse-but merupakan hak tersangka mau pun keluarganya. “Di mana tentu saja hal itu diatur dan sesuai dengan KUHAP,” jelasnya lagi. Diketahui juga untuk mendapatkan penangguhan tersebut Kudji sendiri selaku manajer sudah mengganti dugaan kerugian negara dalam kasus tersebut. Soal waktu penangguhan yang dilakukan hampir tengah malam serta bukan pada hari kerja, menurut Bella sepenuhnya menjadi hak polisi dalam hal ini penyidik. Juga isu adanya intervensi pejabat di mabes Polri terkait upaya penangguhan yang sudah lama diajukan kedua tersangka itu pun dibantahnya. Kudji sendiri tercatat men-dekam di tahanan Polda sekitar 37 hari sejak 26 Februari lalu sedangkan Manoppo terhitung paling lama di an-tara tersangka Persibom-gate yakni 51 hari sejak 12 Fe-bruari lalu. Dua tersangka kasus ini sudah lebih dulu mendapat penangguhan masing-masing mantan Sekda Bolmong, Rahmat Mokodongan dan mantan Bendahara Persibom, Safrudin Mo-noarfa.(gra)

Sumber: Harian Komentar, 06 April 2009