Kudji Pakai Nomor 9

Yal: Murni Hukum, Usut Tuntas Persibom-gate
Bangko: Saya 1 dari 20 Saksi

MANADO–Manager Persibom Syamsudin Kudji Moha tampil beda di Mapolda, kemarin. Saat dikeluarkan dari ruang tahanan menuju tempat pemeriksaan, suami tercinta Bupati Bolmong Ny Marlina Moha Siahaan itu sudah mereyen baju tahanan Polda Sulut dengan nomor dada 09 di sebelah kiri.
Pemakaian baju tahanan untuk kepentingan pemeriksaan ini sesuai aturan di lingkungan kepolisian RI.
Sekitar pukul 09.30 Wita Kudji dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan soal Persibom-gate. Dengan mengenakan baju tahanan, Kudji keluar menuju ruang pemeriksaan di Sat III Unit 3. Ruangan ini memang digunakan untuk memeriksa kasus Persibom.
Berbeda dengan Ketua Dewan Kota Manado Ferro Taroreh yang beberapa kali keluar saat diperiksa, Kudji kerasan di ruang pemeriksaan. Sampai pukul 24.00 Wita, Kudji tidak pernah keluar ruangan. Kudji keluar dari ruang pemeriksaan pukul 00.15 Wita. Ia membalut baju tahanan dengan kajet loreng dan memakai topi loreng.
Informasi diterima, pemeriksaan terhadap Kudji sebetulnya telah selesai sejak sore menjelang malam. Hanya saja, Kudji yang enggan keluar ruangan. Kabarnya Kudji malu kepergok wartawan yang akan mengabadikan dirinya memakai baju tahanan. Memakai baju tahanan, memang kali pertama diterapkan Polda Sulut. Tahanan Polda yang akan dimintai keterangan diwajibkan memakai baju tahanan.
Saat Kudji menjalani pemeriksaan, sekitar pukul 15.30 Wita salah satu Korwil DPP Partai Golkar Rene Manembu datang berkunjung di ruang tahanan Polda Sulut. Namun, ia tidak bertemu karena Kudji tidak berada dalam ruang tahanan.
Rene yang dimintai tanggapan soal penahanan Kudji mengatakan, sebagai sesama kader Partai Golkar, diminta atau tidak, partai akan memberikan bantuan. “Apalagi Kudji itu Ketua DPD Partai Golkar (Kota Kotamobagu dan Bolsel),” ujarnya.
Sementara, sekitar pukul 22.20 Wita Rahmat Mokodongan mantan penghuni ruang tahanan Polda Sulut, yang kini telah menghirup udara bebas terlihat keluar dari ruang tahanan. Ternyata, Rahmat menyempatkan waktu memenuhi permintaan teman-temannya sewaktu ditahan. “Saya kebetulan lagi di jalan, tiba-tiba teringat pesanan dari teman-teman. Makanya, saya menyempatkan waktu membawa pesanan mereka,” ujar Rahmat penuh keceriaan.
“Soal kapan saya akan kembali beraktivitas seperti biasa sebagai Kepala Dinas, itu tergantung pimpinan Polda,” kata Rahmat sembari berlalu pergi.
SERAHKAN PROSES HUKUM
Sementara, tokoh masyarakat Bolmong yang juga Ketua DPR Sulut Syachrial Damopolii mengatakan, semua pihak harus menghormati asas praduga tak bersalah dalam kasus ini. Sebab ini murni untuk penegakan supremasi hukum.
Olehnya, siapapun yang berurusan dengan Persibom harus menghormatinya sebagai bagian dari penegakan hukum. Ia mencontohkan dirinya yang juga sedang menghadapi kasus hukum. Tapi, sebagai warga negara yang baik tentunya menghormati supremasi hukum.
Atas dasar itu, Yal –sapaan akrab kader Golkar yang disebut-sebut pindah ke Barnas itu– mengaku sangat menghargai Kapolda Brigjen Pol Bekto Suprapto untuk mengusut tuntas masalah Persibom. Ia berharap masalah ini dapat diusut tuntas agar segera mendapatkan kepastian hukum. “Masalah (Persibom) ini, Kudji dkk belum tentu bersalah. Tapi harus disut tuntas agar mendapatkan kepastian hukum dan memenuhi rasa keadilan masyarakat,” katanya.
Yal ikut mengimbau masyarakat Bolmong untuk tidak menggiring masalah ini pada opini yang tidak tepat. Khususnya pengusutan dana Persibom. Karena apa yang dilakukan Polda sangat benar untuk menjawab dugaan penyimpangan dan penyelewengan dana Persibom. “Sudah lama jadi pembicaraan di Bolmong, Persibom ini jadi modus untuk mendapatkan dana publik APBD untuk kepentingan sekelompok orang. Termasuk diduga ikut didanai PNS melalui pemotongan gaji. Semua itu sudah santer dibicarakan. Benar tidaknya, ini yang diusut tuntas Polda,” katanya.
Atas dasar itu, menurut Yal, ini waktunya untuk menjawab sas sus dan rumor. Karena memang harus dibuktikan secara hukum supaya tidak ada fitnah. Yal ikut menghargai dan mengapresiasi upaya orang-orang Bolmong yang mengangkat Persibom. Lebih khusus Kudji yang telah membawa Persibom ke Liga Utama persepakbolan Indonesia. “Tapi siapapun yang melakukan itu harus melalui cara-cara yang benar dan tidak menyimpang dari aturan hukum,” katanya lagi. “Jangan memajukan Persibom tapi melanggar hukum,” tambahnya.
Berulangkali Yal mengajak orang untuk menyerahkan dugaan penyelewengan ini ke Polda. Karena masyarakat Bolmong harus belajar mendorong prestasi olahraga dengan tidak menggunakan dana APBD. Ia mencontohkan prestasi tim basket SMA Katolik Theodorus Kotamobagu yang mengukir sukses dengan merajai kejuaraan basket pelajar paling bergengsi di Indonesia di manado dengan menggunakan dana swadaya murni. ‘’Mereka contoh yang baik. Sukses meraih prestasi olaharga tanpa menggunakan dana APBD satu rupiah pun,’’ katanya.
BANGKO SEBATAS SAKSI
Sementara itu, Ketua Dekab Bolmong Utara Karel Bangko menyatakan, pihaknya bukan aktor utama dugaan penyalagunaan dana Persibom. Sebab dalam kasus ini, kata Bangko, dirinya hanya salah satu saksi dari 20 orang. “Masalah Persibom ini, saya hanya dimintakan sebagai saksi. Kasus ini bukan berdiri sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, dirinya dijadikan saksi karena kapasitasnya sebagai anggota Panitia Anggaran Dekab Bolmong. “Saya sama sekali tidak tersangkut dugaan penyalagunaan dana Persibom. Juga tak tersangkut dengan kasus-kasu lain. Pada kasus Persibom saya hanya salah satu saksi, diantara 20 saksi lainya. Kami jadi saksi karena sama-sama anggota Panggar Dekab Bolmong pada 2006,’’ kata Ketua DPD Golkar Bolmut ini.

Sumber: Manado Post, 3 Maret 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: