Antik Budayakan Makan Ubi Rebus

Wali Kota Drs Hi Djelantik Mokodompit terus mengkampanyekan budaya menyajikan makanan tradisonal dalam setiap hajatan. Antik—sapaannya—melakukan hal ini selain untuk memberdayakan potensi lokal, juga untuk memenuhi hobinya menyantap aneka makanan berkarbohidrat non beras yang direbus itu. Yang sering disantapnya, di setiap hajatan warga, seperti ubi rebus santan, ketela rebus, ataupun jagung rebus. Bahkan, Antik bila melewati Desa Lobong, berkesempatan membeli makanan tradisional tersebut. “Kita harus beli hasil petani, ini juga untuk mengatasi dampak krisis financial global,’’ katanya.
Dia berharap, para panitia hajatan yang ada di 32 desa/kelurahan di Kotamobagu untuk tidak malu menyajikan makanan non beras tersebut, karena selain ingat petani, juga tidak melulu makan beras. “Instansi terkait juga untuk harus memberikan sosialisasi terkait dengan makan tradisional ini,’’ pesannya. (ald)

Sumber: Manado Post, 2 Maret 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: