SKM Ditahan

MMS: Kami Hargai Proses Hukum yang Sedang Berlangsung

Paparang: Mari Hormati Azas Praduga tak Bersalah dalam Persibom-gate Ini

Manado—SKM alias Kudji kemarin ditahan pihak Polda Sulut, terkait penyidikan kasus dana Persibom, yang ditata dalam APBD 2006. Penahanan terhadap Ketua Dekot Kota Kotamobagu ini dilakukan sekitar pukul 00.05 Wita dini hari Kamis (26/2) kemarin. Menurut sumber resmi, SKM ditahan usai diperiksa secara maraton pada Rabu (25/2) lalu. Pihak keluarga SKM sendiri menyerahkan proses hukum ini ke pihak yang berwenang. “Kami menghargai proses hukum yang sedang berlangsung. Kita ikuti saja sambil berdoa supaya lekas selesai,” ujar Marlina Moha-Siahaan (MMS), istri SKM, saat dihubungi Swara Kita, tadi malam. Di lain pihak, praktisi hukum Santrawan Paparang SH MH mengatakan, masyarakat harus menghormati azas praduga tak bersalah dalam kasus Persibom ini. “Jangan menghakimi yang terjadi, karena belum tentu yang terlihat dengan mata saat ini secara hukum telah bersalah. Karena dari amatan saya, masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk pembuktian yang sebenarnya,” kata pengacara kondang asal Sulut di Jawa, yang dihubungi saat baru tiba dari Jakarta, kemarin sore. APA ADANYA SKM sendiri gagal saat dihubungi via handphone. Namun lewat Sesprinya, SKM menyatakan dirinya sehat-sehat saja dan tegar menghadapi masalah ini, dan lagi memusatkan konsentrasi pada pemenangan sang putra Aditya Anugrah ‘Didi’ Moha SKed (ADM) ke DPR RI. Sementara itu, sikap tegar dipertunjukkan ADM, manakala mendengar sang ayah sedang menjalani proses hukum di Polda Sulut. Dirinya mengaku, sangat menjunjung tinggi proses tersebut, sekaligus menitip pesan kepada seluruh masyarakat Bolmong, bahwa dia akan tetap sebagai ADM yang dikenal masyarakat saat ini. “Saya tetap ADM seperti apa adanya, sebagaimana yang dikenal masyarakat Bolmong dan Sulut. Sebagai adalah kader yang terdidik, bukan hidup dengan kemanjaan, saya mendukung tinggi proses hukum yang sekarang sedang dihadapi ayah saya dengan tentu selalu menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah,” ungkap Didi-sapaan ADM kepada sejumlah wartawan, kemarin. Didi juga meminta kepada pendukung dan simpatisannya, agar melihat persoalan yang menimpah ayahnya dengan objektif dan proporsional. Sebab bagaimana pun juga, hukum masih tetap berproses dan selalu banyak hal yang bisa terjadi tanpa diperhitungkan sebelumnya. “Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Bolmong khsusnya para pendukung dan simpatisan saya, agar selalu berpikir positif, dan bersama-sama menjaga dan memelihara kamtibmas,” ungkapnya lagi. Karena sikapnya yang positif tersebut, ADM menegaskan bahwa dirinya tetap fokus pada target untuk menuju Senayan. Dia menyadari, setiap usaha dan upaya menuju kebaikan, selalu dibarengi dengan tantangan. “Meskipun demikian tantangannya, namun saya tetap berada di garda terdepan untuk berjuang dan membangun Bolaang Mongondow. Sekali mengaku tanjung, bertahan dipukul ombak,” tegasnya sesekali diimbuhi tawa lepas sembari. Dalam wawancara dengan sejumlah wartawan itu, sempat terangkat pula bahwa ADM adalah sosok pemuda yang bersih tanpa cela. Sehingga terindikasi ada upaya-upaya politis dari oknum-oknum tertentu yang bertujuan untuk menghalang-halangi tekadnya menuju Senayan, dengan cara menjatuhkan pamor keluarganya. Ketika hal itu ditanyakan kepada ADM, pria ini menyambut dengan senyum penuh arti, kemudian menjelaskan bahwa, dalam politik semua bisa terjadi. Namun dia tetap berpikiran positif terhadap segala hal, sehingga nyaris tidak ada waktu untuk menduga-duga mengenai asumsi tadi. Didi juga sempat menyampai-kan pesan untuk sang Ayah. “Saya bangga dan tetap mengagumi ayahanda karena ketaatan terhadap hukum. Ini adalah bagian dari rencana Allah, dan saya mendoakan semoga ayahanda tetap tegar, dan selalu menjadi ayah yang saya kenal dulu. Saya dan keluarga tetap sayang dan mencintai ayahanda,” jawab ADM penuh haru, menambahkan dirinya sendiri akan segera berkunjung di Polda Sulut. Kalau pesan untuknya dari sang ayah? “Tadi malam Ayah menelepon. Ayahanda tertawa dulu sambil berkelakar, lalu menyemangati saya. Katanya harus maju terus, jangan pernah mundur,” pungkas Didi.(hzet/esbe/erem/rr/hz)

Sumber: swarakita-manado.com, 27 Pebruari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: