Jembatan Totabuan II dan Tapal Batas Tak Terurus

KOTAMOBAGU—Jembatan Totabuan II dan Tapal Batas di Desa Insil Baru Kecamatan Passi Timur butuh perhatian serius dari Pemkab Bolmong. Pantauan wartawan koran ini Selasa (24/2) kemarin, jembatan yang bertuliskan ejaan lama: Djembatan Totabuan II yang mulai dibangun 13-6-1971 dan diresmikan Agustus 1971 itu tidak terawat lagi. Kolam yang menyerupai danau di kawasan tersebut bila tidak segera diantisipasi airnya diperkirakan bisa naik ke lantai jembatan. Begitu juga tapal batas yang berhiasan penari Kabela, catnya mulai pudar. “Jangan sampai tanda perbatasan Bolmong dibiarkan, paling dipelihara,’’ kata jebolan IPB, Syafruddin Mokodompit. Dua personil Dekab Bolmong, Herman Kembuan, SE,Ak dan Fadly Mokoginta, berharap, Pemkab tidak membiarkan tapal batas yang ada di kawasan perkebunan, termasuk jalan dan jembatannya. “Manfaatnya sangat strategis, makanya harus dijaga kondisinya,” ujar mereka berdua. Kadis PU Kimpraswil Bolmong Ir Dadang G Nugroho mengatakan, anggaran untuk infrastruktur jalan dan jembatan tetap dialokasikan dalam APBD. Misalnya, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan dijatahi sebesar Rp22,134 miliar. Namun, dari data yang diperoleh untuk kawasan Passi hanya ada proyek pembangunan Jalan Bintau-Inuai Passi Barat/Passi Timur senilai Rp750 juta dengan volume 3 kilometer. ”Keluhan akan kami terima dan menjadi bahan evaluasi, tapi tentunya disesuaikan dengan kondisi anggaran,’’ kata Dadang. (ald/irz).

Sumber: Manado Post, 25 Pebruari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: