Legislatif-Eksekutif Berbeda Pendapat

Soal Buku APBD 2009

Bolmong—Pendapat berbeda disampaikan beberapa anggtoa DPTRD Bolmong dan pihak eksekutif Bolmong, terkait buku APBD Bolmong 2009. Beberapa anggota dewan mengira, hasil konsultasi dnegan gubernur belum turun, hal itu karena mereka sampai sekarang belum memilikinya. Sedangkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Bolmong Suhardjo Makalalag justru menyampaikan bahwa hasil konsultasi dengan Gubernur Sulut sudah diterima, namun belumd apat diserahkan kepada anggtoa dewan karena masih menunggu kejelasan mengenai dana Ad Hoc.

Herman Kembuan dari fraksi PDIP Dekab Bolmong, dalam perbincangan dengan Swara Kita di kantornya kemarin siang mengatakan, bahwa sampai sekarang buku APBD 2009 belum selesai dikonsultasikan dengan Pemprov Sulut. Sehingga wajar kalau dewan belum menerimanya. Namun bila hasil konsultasi bersama dengan rekomendasi atau perubahan-perubahand dari Gubernur Sulut itu sudah ada, dia mengharapkan agar top eksekutif dan legislatif dapat menyerahkan kopian sesuai aslinya kepada semua anggtoa dewan, bukan hanya anggota Panggar. “Sebab kami yang menyetujuinya dalam sidang paripurna, sehingga kami juga berhak untuk memiliki buku APBD Bolmong 2009 itu. Saya sarankan sebaiknya pemerintah jangan lagi menahan buku APBD seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Jangan sampai nanti bermasalah, baru anggota dewan dilibatkan,” katanya.

Herman sendiri sempat tersenyum penuh arti, ketika berbicara soal buku APBD 2009 ini. Ia mereview kembali peristiwa 2006 silam, ketika dia dan rekannya Aljufri Kobandaha, begitu ngotot meminta buku APBD saat itu, sampai-sampai menjadi polemik hangat di dewan karena diblow up hampir semua media. Namun namun sampai tahun anggaran selesai, perjuangan mereka tak menuai hasil.

Sedangkan Ketua DPRD Bolmong Hi Sunardi Sumantha ketika dikonfirmasi, terkesan enggan mengomentari saran dari anggtoanya. Ia mengelak memberikan komentar ketika ditanya apakah kopian buku APBD 2009 akan diberikan diserahkan juga kepada semua anggota dewan. “Ada buku itu. Tapi tunggu dulu ya, saya sedang ikut rapat di Manado,” ka-tanya mencoba menghidar saat ditanya mengapa belum di-bagikan kepada anggota dewan.

Di pihak lain, Kepala BA-PPEDA Bolmong Suhardjo Makalalag yang dikonfirmasi kemarin siang mengatakan bahwa Buku APBD 2009 hasil konsultasi dengan Gubernur Sulut sebenarnya sudah diterima Pemkab. Dalam konsultasi itu, ada beebrpa catatan penting dan rekomendasi Gubernur Sulut.

Lalu mengapa belum diberikan kepada anggota dewan? “Oh, begini. Soalnya kami masih menunggu kejelasan dana Ad Hoc yang mencapai sektiar Rp 50 miliar. Dana itu kan harus satu paket dalam APBD. Sekarang Ibu Lala (Dra Hj Ramlah MSi, Kepala DPKAD) masih berada di Jakarta untuk mencari kejelasan mengenai dana tersebut,” katanya lagi, namun enggan mengatakan kalau pihaknya akan meyerahkan kopian buku APBD yang disoal itu kepada semua anggtoa dewan.(esbe)

Sumber: swarakita-manado.com, 24 Pebruari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: