80 % Jalan KK Kritis

1.174 Lubang Menganga di 9 Ruas

KOTAMOBAGU–Pemkot Kotamobagu secepatnya menanggulangi ruas jalan yang ada di 32 Desa/Kelurahan se Kotamobagu (KK). Pasalnya, jalan hotmix, HRS, dan lapisan penetrasi (lapen) di seantero Kotamobagu rata-rata sudah mengalami kerusakan, bahkan ada yang parah. Pantauan wartawan Koran ini Senin (23/2) kemarin, kerusakan jalan yang sangat parah terjadi di jalan Losik Lobud Kopandakan I dan sepanjang ruas di desa Kopandakan I Kecamatan Kotamobagu Selatan. Kerusakan lainnya berada di ruas desa Poyowa Kecil Kotamobagu Selatan dan jalan Hi Imban Molinow dan sepanjang jalan kelurahan Molinow kecamatan Kotamobagu Barat, serta ruas di kelurahan Mongondow (selanjutnya, lihat grafis). Jalan tersebut terdapat lubang yang menganga, kubangan, yang diameter mencapai 1 meter. “Bila hujan, jalanan jadi kubangan berbecek dan sangat rentan terjadi kecelakaan,’’ kata Yani Rumbayan, warga Rumoring Gogagoman. Sedangkan jalan yang mulus dengan pemukaan hotmix hanya ada di desa Bungko, Sinindian, Mogolaing, dan sebagian jalan di Biga, Bilalang I dan Bilalang II Kotamobagu Utara. Atas kondisi Personil Dekab Kotamobagu Sudirman Mamonto SSos mengharapkan, peran serta dan partisipasi seluruh masyarakat dalam menangani infrastrukktur yang rusak. Bahkan jalan yang sudah parah sebaiknya ditimbun dengan sirtu. Juga Dinas PU harus berperan aktif dalam memperbaiki jalan. “Lebih cepat lebih bagus,’’ kata Sudirman, kemarin. Kadis PU Kota Kotamobagu Ir. Enna Mokoginta mengakui bahwa kerusakan jalan lebih dari 80 persen. Kerusakan tersebut berada hampir merata di semua kelurahan dan desa “Cuma jalan propinsi dan nasional yang bagus,’’ puji Enna, kemarin. Enna menambahkan, dari alokasi Rp37,8 miliar, khusus untuk fisik sebesar Rp20,042 miliar, “Yang akan di-hotmix hanya 9 ruas. Drainase juga akan diperbaiki, agar airnya tidak meluap yang menyebabkan kerusakan jalan,” imbuhnya. (ald/irz).

Sumber: Manado Post, 24 Pebruari 2009

KK Andalkan Kacang Goyang dan Kerajinan

Kotamobagu–Pemkot Kotamobagu lewat Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Ir Gulimat Mokoginta mengatakan, pihaknya menyambut positif World Ocean Conference (WOC) yang akan digelar di Sulut dalam waktu dekat ini. Sehingga Pemkot berencana memanfaatkan hajatan dunia tersebut untuk mempromosikan keunggulan Kota Kotamobagu.

Ada dua bidang yang akan dipromosikan Kotamobagu nanti. Adalah industri Kacang Goyang yang merupakan andalan yang ditandingi oleh produk kacang goyang dari laur daerah. Dimana, kacang goyang yang unik dari Kotamobagu hanya dapat diproduksi oleh masyarakat di Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan.

“Pemkot mengandalkan produksi kacang goyang untuk dipromosikan dalam WOC nanti. Mudah-mudahan dengan ajang WOC, kacang Goyang dari Kotamobagu dapat menembus pasar dunia,” kata Gulimat. Selain industri kacang goyang, lanjut Gulimat, pihaknya juga akan mengandalkan industri kerajinan akar-akaran, yang saat ini lagi marak di Kotamobagu. Industri akar-akaran ini, diketahui untuk dibuat hiasan dalam rumah tangga berupa bunga. “Tampaknya bunga dari akar pohon ini akan menarik minat mancanegara.. Jadi kami juga mengandalkannya,” ungkap Gulimat lagi.(erem)

Pembangunan Pasar Tradisional KK

Mokoginta: Calo Tanah Mulai Gentayangan

Kotamobagu—Rencana Pemkot Kotamobagu untuk membangun pasar tradisional masih terhalang. Halangan itu tak lain dilakoni para oknum calo tanah yang mematok harga tidak sesuai dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).

Mengetahui hal itu, pihak Pemkot melalui Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Kota Kotamobagu Ir. Gulimat Mokoginta. MTP mengatakan, kalau calo–calo ini akan terus bergentayangan maka Pemerintah akan melihat Lokasi yang mudah untuk dimasukkan proyek pembangunan pasar tradisional.

Sebelumnya, diketahui rencana lokasi pembangunan pasar tradisional dibangun di Kelurahan Pontodon, Pobundayan serta Mongkonai dengan Dana yang disiapkan sebesar 2,5 Miliar. “Lokasi yang rencana awal itu banyak menemui kendala, mau tak mau pemerintah akan mencari yang pas untuk pembangunan pasar tradisional yang harga tanahnya masih sesuai NJOP,” ujarnya.(erem)

Sumber: swarakita-manado.com, 24 Pebruari 2009

Legislatif-Eksekutif Berbeda Pendapat

Soal Buku APBD 2009

Bolmong—Pendapat berbeda disampaikan beberapa anggtoa DPTRD Bolmong dan pihak eksekutif Bolmong, terkait buku APBD Bolmong 2009. Beberapa anggota dewan mengira, hasil konsultasi dnegan gubernur belum turun, hal itu karena mereka sampai sekarang belum memilikinya. Sedangkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Bolmong Suhardjo Makalalag justru menyampaikan bahwa hasil konsultasi dengan Gubernur Sulut sudah diterima, namun belumd apat diserahkan kepada anggtoa dewan karena masih menunggu kejelasan mengenai dana Ad Hoc.

Herman Kembuan dari fraksi PDIP Dekab Bolmong, dalam perbincangan dengan Swara Kita di kantornya kemarin siang mengatakan, bahwa sampai sekarang buku APBD 2009 belum selesai dikonsultasikan dengan Pemprov Sulut. Sehingga wajar kalau dewan belum menerimanya. Namun bila hasil konsultasi bersama dengan rekomendasi atau perubahan-perubahand dari Gubernur Sulut itu sudah ada, dia mengharapkan agar top eksekutif dan legislatif dapat menyerahkan kopian sesuai aslinya kepada semua anggtoa dewan, bukan hanya anggota Panggar. “Sebab kami yang menyetujuinya dalam sidang paripurna, sehingga kami juga berhak untuk memiliki buku APBD Bolmong 2009 itu. Saya sarankan sebaiknya pemerintah jangan lagi menahan buku APBD seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Jangan sampai nanti bermasalah, baru anggota dewan dilibatkan,” katanya.

Herman sendiri sempat tersenyum penuh arti, ketika berbicara soal buku APBD 2009 ini. Ia mereview kembali peristiwa 2006 silam, ketika dia dan rekannya Aljufri Kobandaha, begitu ngotot meminta buku APBD saat itu, sampai-sampai menjadi polemik hangat di dewan karena diblow up hampir semua media. Namun namun sampai tahun anggaran selesai, perjuangan mereka tak menuai hasil.

Sedangkan Ketua DPRD Bolmong Hi Sunardi Sumantha ketika dikonfirmasi, terkesan enggan mengomentari saran dari anggtoanya. Ia mengelak memberikan komentar ketika ditanya apakah kopian buku APBD 2009 akan diberikan diserahkan juga kepada semua anggota dewan. “Ada buku itu. Tapi tunggu dulu ya, saya sedang ikut rapat di Manado,” ka-tanya mencoba menghidar saat ditanya mengapa belum di-bagikan kepada anggota dewan.

Di pihak lain, Kepala BA-PPEDA Bolmong Suhardjo Makalalag yang dikonfirmasi kemarin siang mengatakan bahwa Buku APBD 2009 hasil konsultasi dengan Gubernur Sulut sebenarnya sudah diterima Pemkab. Dalam konsultasi itu, ada beebrpa catatan penting dan rekomendasi Gubernur Sulut.

Lalu mengapa belum diberikan kepada anggota dewan? “Oh, begini. Soalnya kami masih menunggu kejelasan dana Ad Hoc yang mencapai sektiar Rp 50 miliar. Dana itu kan harus satu paket dalam APBD. Sekarang Ibu Lala (Dra Hj Ramlah MSi, Kepala DPKAD) masih berada di Jakarta untuk mencari kejelasan mengenai dana tersebut,” katanya lagi, namun enggan mengatakan kalau pihaknya akan meyerahkan kopian buku APBD yang disoal itu kepada semua anggtoa dewan.(esbe)

Sumber: swarakita-manado.com, 24 Pebruari 2009

Bolmong Bersatu Siapkan 100 Penari Kabela

Panitia daerah WOC dan CTI Summit telah menyepakati untuk menampilkan tarian Kabela dalam perhelatan dunia itu Mei 2009 mendatang. Diprediksi sebanyak 100 penari Kabela asal Bolmong Bersatu (Bolmong, Kota Kotamobagu, Bolmut, Boltim, dan Bolsel) akan tampil di ajang tersebut. Menurut informasi, penari akan dibagi rata: 20 penari dari masing-masing kabupaten/kota. “Prinsipnya kami siap membawa penari Kabela untuk pelaksanaan WOC,’’ kata Kadishubbubparkom Kotamobagu Jossi Mokodompit SE, kemarin.
Jossi menambahkan, kesiapan menyambut WOC dan CTI Summit sudah dilakukan instansinya. Malah Kotamobagu akan siap menyambut tamu WOC dan akan menampilkan apa saja yang spesifik dari daerah.
Begitu juga Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Bolmong Hj Asna Damopolii, Spd. Menurut Asna, sudah menyiapkan tarian kabela dalam pelaksanaan WOC. Bahkan kawasan obyek wisata akan ditata dan diperbaiki agar saat kunjungan tamu WOC benar-benar terlihat menarik. “Obyek wisata air panas Bakan salah satu tujuan kunjungan wisatawan,” kata Asna. (ald/irz)

Sumber: Manado Post, 24 Pebruari 2009

1 Penderita AIDS Meninggal

Masyarakat Diminta Proaktif Periksakan Diri

KOTAMOBAGU—Masyarakat Bolmong dan Kotamobagu diminta lebih proaktif untuk memeriksakan diri, dan Dinkes lebih intens melakukan pemantauan. Pasalnya, tahun lalu terdeteksi penderita HIV/AIDS sebanyak 3 orang, dan salah satunya telah meninggal.
Menurut data Dinkes Bolmong, yang telah meninggal itu adalah ABK yang sudah mengidap AIDS. “Dua orang baru HIV, tapi kami intensif melakukan perawatan dan pemantauan,” kata Kasie Bina Pengamatan, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Bolmong, Vinhan Lomboan SKM, kemarin.
Sayang, tahun ini Dinkes Bolmong belum punya data akurat tentang penderita penyakit yang mematikan ini. “Petugas survailens masih sedang melakukan pemantauan dan pendataan. Yang pasti, ada penderita tapi mereka enggan memeriksakan diri sehingga tidak terdata,” kata Kadis Kesehatan Bolmong dr Syafruddin Mokoginta.
Selain melakukan survey, tambah Syafruddin, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah pihak Polres untuk memberikan penyuluhan. Mantan Kepala Puskesmas Bilalang itu menjelaskan, penyuluhan tentang HIV/AIDS dilakukan setiap tahun dan lebih banyak melibatkan anak sekolah. “Seks bebas, jarum suntik dan penggunaan narkoba rentan dengan tertular HIV/AIDS,” kata Syafruddin. (ald)

Sumber: Manado Post, 24 Pebruari 2009