Investasi di Bolmong Lesu

Mokodompit: Lahan di Lolak Masih Terbuka Lebar dan Pemkab Siap Memberikan Kemudahan

Bolmong—Iklim investasi di Bolmong saat ini boleh dikata-kan sangat lesu. Bahkan pasca-terbentuknya daerah otonomi baru di Totabuan (Kotamobagu, Bolmut, Bolsel dan Boltim) wilayah Bolmong yang kini tinggal 12 kecamatan nyaris tak lagi memiliki sumber PAD dari dunia investasi. Sebut saja, PT Avocet Bolmong yang banyak berkontribusi pada pundi-pundi PAD lewat Dinas Pertambang-an, kini mulai dilimpahkan ke pemerintah Boltim. Bahkan khabarnya ada investor yang melirik pengelolaan Danau Mooat untuk dijadikan lokasi wisata, meskipun investor itu diundang oleh pemerin-tah Bolmong, namun jika kese-pakatan berlanjut maka hasilnya dipastikan akan dinikmati Pemerintah Boltim. Bolmong sendiri, saat melepas wilayah Boltim untuk menjadi daerah otonomi sendiri, se-benarnya sempat memper-hitungkan bahwa mereka masih kecipratan “ekor” dari PT Avocet yang memperluas wilayah-nya hingga di Kecamatan Lola-yan, tepatnya pegunungan desa bakan. Sayangnya, ketika eksplorasi-nya sudah rampung, perusa-haan tambang emas internasio-nal ini terganjal oleh ijin dari Pemprov Sulut dan pemerintah pusat karena terkait pembe-basan kawasan hutan, persis nasib yang dialami oleh PT MSM. Saking lesunya iklim investasi tersebut, Tim Investasi Bol-mong yang jabatan Ketua Hariannya dipercayakan kepada Drs Firasat Mokodompit kini membuka kesempatan seluas-luasanya kepada para penanam modal dalam maupun luar negeri untuk membuka usaha. Menurut Mokodompit, tim ini terus mela-kukan berbagai cara, khususnya dalam menjual berbagai potensi di kecamatan Lolak, yang notabene bakal menjadi pusat pemerintahan Bolmong Induk. “Sebagai pimpinan PD Gadasera Bolmong juga, saya sudah berkoordinasi dengan Bupati Bolmong Dra Hj Marlina Moha Siahaan dan instansi terkait, untuk memberikan kemudahan kepada investor yang bersedia datang ke Bolmong. Seperti kemudahan pembebasan lahan milik PD Gadasera untuk dijadikan lokasi usaha maupun lokasi perkantor-an para investor,” kata Firasat Mokodompit. Dia membeber, Bolmong masih memiliki banyak potensi, terutama di kecamatan Lolak yang telah memiliki pelabuhan laut, yang setiap tahun terus dikembangkan agar nantinya menjadi pelabnuhan yang lebih memadai. “Dengan adanya pela-buhan ini diharapkan investasi jasa eksepedisi atau transportasi laut dapat berkembang di Bolmong. Dan kami dari tim investasi pasti akan memberikan banyak kemudahan,” janji Mokdompit lagi. Potensi lainnya, lanjut Firasat adalah investasi di bidang pertanian. Sebut saja untuk mengelolah nenas varitas Lobong (karena banyak diha-silkan oleh warga desa Lobong Kecamatan Passi Barat). Sebab nenas varitas Lobong telah diklaim sebagai varitas terbaik di Indoensia, sementara sampai saat ini, produksi nenas Lobong belum dapat diolah di daerah sendiri melainkan masih dijual ke luar daerah. Sementara itu, juru bicara Pemkab Bolmong Ir Bachrudin Marto ketika dihubungi Kamis kemarin mengatakan, pemerintah sudah komit untuk memberikan kemudahan kepada investor dalam hal pengurusan administrasi dan segala bentuk poerizinan. “Asalkan mereka serius mena-namkan modal di daerah kita, Pemerintah majib memberikan kemudahan. Apalagi dampak positif dari investasi ini adalah demi kesejahteraan rakyat serta untuk membangun perekonomian daerah,” tuturnya lagi.(esbe)

Sumber: swarakita-manado.com, 20 Pebruari 2009

85 PNS Enggan Hijrah

KOTAMOBAGU—Meski Pemkab Bolmong sudah menyerahkan sebanyak 1.800 personil ke Bolsel dan Boltim, tetapi masih ada PNS yang engggan hijrah ke kabupaten hasil pemekaran itu. Di Bolsel masih ada 70 belum melapor, sedangkan Boltim ada 15. Sampai batas waktu Kamis (19/2) kemarin, hanya 5 orang yang datang ke Setda Bolsel. “Konsekuensinya gaji mereka dalam 1 tahun anggaran dikembalikan ke kas Pemkab Bolmong. Bila ingin melapor kami tetap membuka pintu, tetapi soal gaji berurusan dengan induk,’’ kata Plt Sekda Bolsel Drs Gunawan M Lombu Spd, kemarin.
Plt Sekda Ir Hi Taufik Mokoginta mengatakan, mereka enggan ke Boltim karena berbagai alasan. Ada yang karena keluarga, dan ada juga pejabat asal Boltim yang dilantik di Bolsel. “Bagi yang belum melapor sesegera mungkin untuk melapor, karena gaji akan dikembalikan ke kas induk,’’ ujar Taufik.
Kepala BKD Bolmong Drs Hi Mitran Tuna mengaku, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait yang enggan hijrah. Namun bila ada yang datang melapor sudah pasti akan dipertimbangkan dengan catatan harus memiliki alasan yang jelas. (ald/irz)

Sumber: Manado Post, 20 Pebruari 2009

Polres Bolmong Sita 4.331 Botol Miras

Polres Bolmong kembali menggelar Operasi Pekat Samrat 2009. Dalam operasi tersebut tim Polres menjaring ribuan botol miras berlabel dan tidak, menangkap pelaku judi, pelaku sabung ayam, sajam, kejahatan jalanan, prostitusi, dan VCD Porno. Dalam operasi tersebut hampir semua hasil laporan masyarakat. Berdasarkan data Polres Bolmong, tercatat miras berlabel sebanyak 2.088 botol, miras tanpa label alias captikus sebanyak 2.243 botol, termasuk captikus yang ada di jirigen, 3 pak kartu remi, 5 ekor ayam, uang Rp 1 juta, 1 set karung goni untuk lokasi sabung ayam, 2 buah sajam jenis pisau dari preman, 3 unit sepeda motor untuk kejahatan jalanan, 2 pasang tanpa ikatan suami-istri, 52 keping VCD porno, berikut belasan tersangka. “Operasi ini untuk cipta kondisi jelang pemilu,’’ kata Kapolres Bolmong AKBP Set S Lumowa SIK melalui Kabag Ops Kompol Heru Pramukarno SIK, kemarin. Heru menambahkan, masyarakat diminta untuk bersama-sama menaati aturan. “Jangan menyesal bila sudah diangkat mobil patroli,’’ kata Heru.(ald)

Sumber: Manado Post, 20 Pebruari 2009