5.555 Ha Hutan Lindung Dimasuki PETI

KOTAMOBAGU–Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan kawasan hutan di Bolmong mulai tak nyaman lagi. Ini menyusul mulai menjamurnya lokasi pertambangan emas yang tidak mengantongi izin usaha (PETI).
Lebih parah lagi, sekitar 5.555 hektar luas hutan negara yang digunakan untuk usaha PETI di seluruh wilayah Bolmong Bersatu. Terindikasi, ada DAS yang mulai tercemar dengan usaha ini. “Kembalikan lagi operasi Santiago,’’ usul Syafruddin Mokodompit, aktivis Bolmong.
Menurut Kadistamben Bolmong Ir Moh Yudha Rantung, lokasi penyebaran PETI lebih banyak di kawasan TNBNW dan hutan lindung, padahal ada aturan yang melarang aktivitas pertambangan di dalam kawasan tersebut. “Kami tidak pernah mengeluarkan izin pertambangan di kawasan hutan lindung,’’ kata Yudha, kemarin.
Dua personil Dekab Bolmong, Marthen Tangkere dan Herman Kembuan SE,Ak, juga sama-sama tidak sepakat bila ada pengusaha yang sengaja masuk wilayah hutan lindung untuk menambang emas. “Jangan sampai aktivitasnya mencemari lingkungan, terutama logam berat sianida dan merkuri’’ kata mereka berdua.
Plh Kepala BTBNW Ir Hendar menegaskan, sejak awal telah dilakukan koordinasi dengan intansi terkait, dan sedang mengusahakan untuk melakukan operasi gabungan. Apalagi dari 287,115 hektar hutan sudah sekitar 15 persen yang rusak. “Catatan kami ada 10.845 orang yang bekerja sebagai penambang,’’ kata Hendar.(ald/irz)

Sumber: Manado Post, 19 Pebruari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: