Harga Beras Petani Terus Merangkak Naik

Totabuan—Petani sawah di daerah lumbung beras ini tersenyum bahagia selang sebulan terakhir. Lantaran harga beras yang mulai naik sejak awal Januari tahun ini, justru terus merangkak ke angka tinggi pada medio Februari ini. Harapan hidup mereka semakin besar, bahkan yang menggugah harga beras yang membaik ini memotivasi mereka untuk menyekolahkan anak-anak.

beras Lihat saja, harga beras khusus jenis pilihan, Sultan dan Serayu, yang pada Desember akhir tahun lalu hanya menyentuh angka penjualan tertinggi Rp300 per koli isi 60 kilogram, mulai naik sejak Januari. Awalnya Rp320 per koli, berikut Rp340 ribu dan terus naik lagi sampai sekarnag menyentuh Rp380 per koli. Harga ini adalah harga pembelian oleh gilingan padi maupun pembelian dari to-ko-toko besar pengumpul beras di Kotamobagu dan sekitarnya.
“Petani senang sekali sekarang ini. Untuk pembelian di gilingan saja, hampir sama de-ngan pembelian toko atau pengumupul beras. Pokoknya rata-rata Rp 380 ribu per koli isi 60 Kg, untuk beras isi jenis Sultan, Serayu dan Pilihan. Sedangkan Superwin, tapi sudah jarnag sekali saat ini, sampai Rp 425 per koli,” kata Mahmud, pemilik gilingan padi di Modayag Barat, Boltim.
Ia menilai, kenaikan harga beras ini bukan karena produksi sedikit, sebab produksi beras justru selalu bertambah. “Mungkin kebutuhan yang meningkat, atau karena harga pupuk mahal stau,” prediksinya, Minggu (15/2) kemarin.
Sementara seorang petani sawah di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan, Surya Darma, menungkapkan isi hatinya, bahwa pemerintah mestinya terlibat aktif membantu petani. Tak perlu lewat bantuan langsung seperti bibit atau pupuk, tapi dengan poro aktif memelihara harga sudah sangat berarti bagi petani.

beras1 “Jangan kasiang kalau harga beras so tinggi, kong mo usaha mo kase turung. Kasihan torang pe hidup, stengah mati olah sawah, mar banyak utang di gilingan (padi),” kata Dharma.
Kepala Dinas Pertanian Bol-mong belum dapat dikonfirmasi mengenai produksi beras di Bolmong, begitu juga dengan kepada bagian produksi Ir Ketut Merta. Namun salah seorang staf di dinas Pertanian Bol-mong Toni Toligaga, mengindikasi bahwa produksi beras di Bolmong justru terus meningkat dari tahun-ke tahun. Adapun kenaikan harga seperti sekarang ini, dinilainya bukan karena kekurangan produksi, tapi terindikasi dipicu oleh faktor lain.(esbe)

Sumber: Swara Kita, 16 Pebruari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: