Danau Moat dan Ikan Sidat (Sogili)

Contributed by Zakiah Posko

Danau Moat Wilayah Konservasi Perairan

Danau Moat dikenal sebagai salah satu kawasan wisata perairan yang sangat diminati, baik oleh para wisatwan local maupun yang berada dari luar daerah atau mancanegara. Tapi, siapa sangka jika di kawasan danau Moat yang merupakan salah satu kebanggaan dan juga ikon dari Kabupaten Bolaang Mongondow ini, menyimpan hewan langka yang pada masa yang lalu dikenal sebagai sebuah mitos, yakni populasi Ikan Sidat atau ikan semacam Ikan Sogili tapi mempunyai dada berwarna kuning. Oleh karena adanya populasi hewan yang langka tersebut, akhirnya Pemerintah Pusat melalui DKP, telah menetapkan kawasan Danau Moat sebagai kawasan Konservasi Perairan di Indonesia, dengan luas wilayah sekitar 617 hektare. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bolaang Mongondow Ir S M Assegaf, dimana tujuan dari penetapan wilayah konservasi ini, untuk menjaga populasi dari jenis ikan Sidat ini. Sesuai dengan amanat dari pemerintah pusat melalui DKP, Danau Moat telah dijadikan sebagai kawasan Konservasi Perairan, dimana tujuannya untuk membudidayakan atau menjaga kelestarian dari populasi ikan Sidat, ujar Assegaf kepada Koran ini.

Ikan Sidat (Sogili)

Ikan Sidat (Sogili)

Lebih lanjut menurut Assegaf, dengan ditetapkannya wilayah Danau Moat sebagai kawasan Konservasi, maka dengan demikian, pihaknya akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang ada di sekitar kawasan tersebut, untuk bisa mengalihkan kebiasaan masyarakat untuk menangkap ikan Sidat, yang telah menjadi ikan berjenis langka tersebut. Sekadar diketahui, Ikan Sidat ini mempunyai cara berkembang biak yang cukup aneh dan mirip dengan ikan Salmon, dimana Ikan Sidat ini akan berkembang biak tidak di Danau Moat tetapi melakukan migrasi hingga ke kawasan Poigar, baru kemudian kembali datang ke danau Moat untuk menjadi besar. Ikan Sidat ini sendiri, di Indonesia hanya berada di 2 danau, yakni di Danau Moat dan Danau Poso Sulawesi Tengah.

Sumber: Poskomanado.com, 2008

Mau Langsing? Tidurlah yang nyenyak dan lebih lama…

Kurangi Berat Badan dengan Tidur Lebih Lama

Paling tidak sudah ada dua lusinan penelitian yang menunjukkan bahwa orang cenderung menambah berat badan jika tidur kurang. Sanjay Patel, M.D, dari Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, melakukan studi selama 16 tahun, melibatkan hampir 70.000 wanita. Sanjay dan timnya mendapati bahwa sekitar 30 persen wanita yang tidur lima jam atau kurang dalam semalam bobotnya cenderung naik menjadi 13,6 kg daripada yang tidur lebih lama. Bahkan, beberapa ahli meyakini bahwa kurang tidur adalah salah satu penyebab epidemi obesitas di negara tersebut. Menurut National Sleep Foundation, rata-rata wanita tidur 6 jam 40 menit setiap malam, jauh dari kebutuhan minimum selama 7,5 jam yang diperlukan wanita yang sehat. Michael Breus, Ph.D, dan Steven Lamm, M.D, dari tim peneliti lain, juga melakukan percobaan terhadap tujuh perempuan dengan bobot tubuh bervariasi. Ketujuh perempuan ini diminta untuk tidur sedikitnya 7,5 jam tiap malam. Para perempuan ini juga diminta untuk tidak melakukan latihan fisik atau diet sama sekali. Hal ini untuk melihat apakah turunnya berat badan memang merupakan efek dari tidur yang cukup. Hasilnya, dalam 10 minggu, perempuan berusia 25-35 tahun tersebut kehilangan berat badan 2,7 kg hingga 6,8 kg. Satu orang responden, Natasha Crawford (33), mengalami kesulitan untuk mengatur jadwal tidur akibat kesibukannya. Namun di akhir program, lingkar pinggang, dada, dan pinggulnya total berkurang 6,3 cm. Namun apa sebenarnya hubungan antara tidur dan berat badan? Tidur mengurangi hormon yang mengontrol nafsu makan, ngidam, dan metabolisme lemak. Jika Anda perhatikan, Anda akan makan lebih banyak saat tubuh merasa lelah. “Ketika wanita kekurangan tidur, kadar ghrelin meningkat. Inilah hormon yang membuat Anda ingin makan terus,” ujar Breus, Direktur Klinis dari Divisi Tidur di Southwest Spine & Sport, Scottsdale, Arizona, dan penulis Beauty Sleep. “Sebaliknya, kadar leptin menurun, yaitu hormon yang akan meminta Anda berhenti makan ketika Anda kenyang.” Ketika kurang tidur, Anda tidak hanya ingin makan lebih, tetapi juga makan junk food lebih banyak. Tubuh kita akan menuntut karbohidrat untuk menambah energi dengan cepat. “Saat tidur pulas, otak memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah besar, yang meminta tubuh Anda untuk memecah lemak untuk tenaga. Jika kurang tidur yang nyenyak, dan ketika kalori disimpan sebagai lemak, tidak ada cukup hormon pertumbuhan untuk memecahnya. Tubuh Anda akan mengambil jalan pintas, dan menyimpannya di bokong, paha, perut, atau tempat mana pun yang biasa Anda lihat,” papar Breus. Lisa Braverman (34), yang total berkurang 4 kg dan 6,3 cm dari lingkar dada, pinggang, dan pinggulnya, mengatakan, “Perubahan tubuh saya benar-benar mengejutkan karena saya sama sekali tidak mengubah apa pun kecuali kebiasaan tidur. Saya makan seperti biasanya, dan olahraga dalam waktu yang sama, malah mungkin kurang karena saya harus tidur lebih cepat sekarang.” Mungkin Anda pun mengalami kesulitan mengatur jadwal tidur, mengingat kesibukan Anda. Namun ini kuncinya: jika Anda menganggap pengurangan berat badan dan hidup lebih sehat ini penting bagi Anda, maka jadikan hal ini prioritas sekarang juga!

Sumber: Kompas.com, 2009

Nenas dan keunikannya di Totabuan…

Tanaman nenas merupakan komoditi pertanian unggulan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Sentra produksi buah nenas terbesar terdapat di Kecamatan Passi Timur. Desa Lobong, Poyuyanan dan Muntoi dapat kita lihat hamparan tanaman nenas yang sangat menggiurkan. Hasil panen sebagian dijual ke pasar dan sebagian lagi langsung dibeli oleh pedagang buah yang akan menjual kembali di daerah lain.

Nenas Lobong terkenal manis dan segar sehingga banyak diburu oleh masyarakat luar daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan (Idul Fitri, Natal dan Tahun baru). Oleh karena terkenal dan banyak dicari, maka nenas menjadi maskot di Lobong selain kapur. Pemerintah setempat menetapkan bahwa buah nenas merupakan komoditi unggulan dan untuk itu dibuat sebuah tugu/monumen nenas yang cukup besar terbuat dari ribuan nenas yang disusun sedemikian rupa menjadi sebuah nenas raksasa. Namun tugu/monumen ini sekarang sudah tidak ada lagi, sehingga kita tidak bisa melihat yang seperti ini lagi…kapan ya?

Monumen/Tugu Nenas Raksasa

Monumen/Tugu Nenas Raksasa

Mahasiswa KKN Unsrat pun sebelumnya telah membuat monumen nenas dari beton yang besarnya “wah”. Monumen nenas ini dapat dilihat di sebelah kanan jalan saat memasuki desa Lobong.

tugu-nenas-lobong

Melihat Lebih dekat Pengendara Bentor di Kotamobagu

Malam Minggu (Sabtu,, 7/2) udara di Kotamobagu sangat dingin. Para pengendara bentor dengan setelan jaket dan pakaian yang berbeda pun nongkrong di sudut-sudut pertokoan di kawasan kota. Ada yang minum saraba (air jahe), menyantap mie bakso, mendengar musik dari ‘sound system’ bentor, ada juga yang duduk santai di atas bentor sambil utak atik HP.

300pxbentorat9

Para pengendara bentor ini ternyata punya profesi sampingan. Meski rata-rata sudah berkeluarga, ternyata ada dari mereka yang doyan mengoleksi cewek ABG. Bukan hanya untuk ‘keperluan sendiri’, tapi bisa juga untuk ‘disewakan’ ke orang lain, khususnya orang berduir seperti pejabat. Untuk menyimpan rapi aksi mereka itu, aksinya dilakukan pada malam hari atau di atas jam 12 malam. Untuk menutupi ‘dosa’,  mereka pun banyak alasan kepada istri, yang sah. “Yang penting pulang di rumah bawa martabak kong ada doi lebih dari seratus ribu,’’ bisik Yan, salah satu pengendara bentor.
Wajar jika cewek-cewek ABG, yang rata-rata pelajar SMA itu, suka berhubungan dengan pengendara bentor. Selain mendapat servis bagus dari sang pengendara bentor, juga seringkali ketiban ‘rezeki’ dari oknum pejabat. Maklum, bayaran oknum pejabat sangat memuaskan.
Nah, untuk mencari lokasi aman untuk beraksi, pengendara bentor tahu cara yang rapi, supaya tak kena razia polisi. Mereka pun berani antar jemput kepada sang cewek, sekaligus memilih lokasi yang aman untuk indehoi.
Pihak Polres Bolmong ternyata sering mendapati kasus ini. “Kalau ada yang tertangkap pasti akan kami bina, bila perlu diserahkan ke instansi terkait,’’ kata Kapolres Bolmong AKBP Set S Lumowa SIK melalui KBO Reskrim Iptu Slamet.

Oleh: Ronald Mokoginta

Sumber: Manado Post, 10 Pebruari 2009