Rahmat “Aki Bintang” Duduki DB 6

MANADO,  Ir Siswa Rahmat Mokodongan hari ini resmi menjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut. Gubernur SH Sarundajang akan melantik mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bolmong ini di Ruang Mapalus, pukul 10.00. Tampilnya Rahmat mewujudkan harmoni kepemimpinan di Sulut karena tiga putra dari etnis terbesar menjadi pemimpin Nyiur Melambai: Gubernur Minahasa (SH Sarundajang), Wagub Nusa Utara (Djouhari Kansil), dan Sekretaris Provinsi (Sekprov) putra Bolmong. Gambaran segi tiga emas atau golden triangle Pakar etika Pastor Johanis “Yong” Ohoitimur menilai dengan terealisasinya janji SH Sarundajang untuk menyatukan kekuatan tiga etnis besar di Sulut, Minahasa, Nusa Utara dan Bolmong, diharapkan akan membawa semangat persatuan hingga di lapisan masyarakat. Sekarang dengan tiga pilar utama yakni Minahasa, Kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro serta Bolaang Mongondow menduduki tiga posisi strategis di Pemprov Sulut diharapkan memberikan dampak positif terhadap jalannya pembangunan di daerah Nyiur Melambai, katanya.Dan semestinya rakyat di provinsi ini merasa diperlakukan dengan adil melalui keterwakilan masing-masing sub etnis dalam pucuk pimpinan tertinggi di Sulut, ujarnya. Mengenai dampaknya atas keberhasilan pembangunan, menurutnya, tergantung pada pemerintah. Tapi juga pada masyarakat, kalau merasa diperlakukan adil, akan memberi semangat untuk bahu-membahu bersama pemerintah membangun Sulut, sambung Guru Besar di Golden Triangle sendiri dikatakannya tidak menjamin pembangunan di Sulut dapat terlaksana secara merata. Karena tombak pembangunan ada pada kabupaten/kota sementara Golden Triangle ini ada pada tataran provinsi, ulasnya. Yang menjadi inti adalah golden triangle ini akan menjadi inspirasi persatuan dan semangat kebersamaan untuk membangun ke depannya. Kebersamaan ini, lanjutnya, yang akan menjadi modal untuk membangkitkan semangat dan persatuan. Golden Triangle memberikan makna simbolik yang besar sekali yang menjadi wujud kerjasama antar sub etnik, tandasnya. Masyarakat Totabuan sumringah terpilihnya Rahmat menjadi pemegang DB 6 menggantikan Robby Mamuaja yang akan konsentrasi sebagai Komisaris Utama (Komut) Bank Sulut. Ishak Sugeha, salah seorang tokoh Bolmong Raya , misalnya, mengaku, sejak awal dia sudah yakin Putra Biga Kotamobagu itu yang akan menjadi Sulut “03” sebutan untuk Sekprov. Gubernur menepati janjinya kepada masyarakat Bolmong, kata Ishak. Esensinya bukan karena pilihan Gubernur. Tapi, beliau (SRM) telah banyak pengalaman sebagai birokrat dan dari segi kepangkatan juga sudah layak, ujar legislator Kotamobagu itu. Keuntungan lainnya, tambah Sehan Ambaru, tokoh pemuda Bolmong, kehadiran SRM akan turut mempermudah perjuangan masyarakat Bolmong Raya, untuk memekarkan diri menjadi provinsi sendiri. Kemudian, akan memberikan kemudahan bagi Bolmong untuk mendapatkan bantuan penganggaran pembangunan. Pelantikan Rahmat Mokodongan sudah diumumkan sejak pekan lalu akan dilakukan 7 Maret, hari ini. Tadi malam, sekira pukul 19.00 Rahmat telah menjalani gladi bersih, di Aula Mapalus. Tampak hadir dalam gladi bersih itu antara lain Sekprov Robby Mamuaja, Kepala BKD Meki Onibala, Kepala Badan Diklat Rosje Kalangi, dll. Menilik perjalanan karir pria kelahiran 17 Juli 1961 ini cukup menarik. Awal karirnya berkutat di lingkup pertanian selama 15 tahun (1984-1999) atau separuh lebih perjalanan birokratnya. “Aki Bintang” sapaan orang Bolmong kepadanya karena memiliki cucu tertua bernama Bintang, saat menempuh pendidikan dasar hingga menengah banyak perpindah-pindah karena ayahnya A Mokodongan adalah seorang prajuti TNI AD dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Lulus dari SMAN 1 Kotamobagu (1980), Rahmat memilih Fakultas Pertanian Unsrat karena Bolmong merupakan lumbung padi Sulut, dan lulus 1984. Setelah itu SRM masuk menjadi PNS dan diangkat dengan pangkat Penata Muda Golongan IIIA. Waktu itu saya masih ingat gaji pokok saya Rp64.800 per bulan, kenangnya.(lihat info biodata) Dukungan moril keluarga, menurutnya, sangat memotivasinya. Sang istri yang tak lain putri Minahasa adalah bungsu dari pasangan Johny Albert Turang, asli Tataaran Tondano, dan Ny Maritje Tuelah, asal Matani Tomohon. Ayah dari Resthi Elvira Mokodongan dan Arfan Rifandi Mokodongan ini mengaku tanggung jawab sebagai kepala keluarga dibawanya sampai ke urusan dinas, dengan melakukan segala tugas yang menjadi tanggung jawabnya.(gyp/fir/irz)

Sumber: Manado Post, 07 Maret 2011

Darmin Nasution Diterima Secara Adat Mongondow di Bukit Ilongkow

MMS pun Mengaku Ingin Kunjungi Tanah Batak
KEDATANGAN Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution bersama istri tercinta, Hj Salsiah Ulfa Sahabi Manoppo –yang juga keturunan Raja Kerajaan Mongondow, DC Manoppo, didampingi Kepala BI Sulut Ramlan Ginting ke rumah dinas Bupati Bolmong, Dra Hj Marlina Moha-Siahaan (MMS), serasa berada di Tanah Batak, Sumatera Utara. Pasalnya, MMS yang keturunan Batak dikunjungi beberapa pejabat penting yang juga berdarah Batak.
“Walaupun saya orang Batak tapi saya juga keturunan Bol-mong. Sama seperti Bang Darmin yang mengawini warga Bolmong,” kata Bupati Marlina Moha-Siahaan, mengawali sambutannya.
Namun, MMS mengaku hingga saat ini belum pernah menginjakkan kakinya ke tanah Batak. “Saya berencana akan ke Batak bulan Desem-ber ini untuk melihat keluarga kami. Kapolres Bolmong juga istrinya orang Batak,” tu-turnya.
Setelah melakukan sambutan, MMS kemudian menyanyikan lagu daerah Batak yang berjudul “Situmorang”. Saat menyanyikan lagu ter-sebut, MMS mengajak Kapol-res Bolmong AKBP Drs Gatot Tri Suryanta MSi serta Darmin Nasution, untuk bernyanyi bersama sambil menari Tor-tor (tarian khas Batak).
Sebelumnnya, MMS sempat pula menuturkan bahwa Dar-min Nasution juga banyak an-dil ketika Pemkab Bolmong hendak memekarkan daerah ini, menjadi lima daerah. Em-pat daerah baru tersebut, ma-sing-masing Kabupaten Bolsel, Boltim, Bolmut, dan Kota Kot-amobagu. “Bang Darmin mem-berikan akses jaringannya untuk membantu panitia pe-mekaran. Saya serta panitia pemekaran Bolmong sempat datang ke rumah Bang Dar-min dan beliau merespon positif perjuangan kita,” ungkap MMS.
Namun, tambahnya, perjua-ngan belum berakhir. Dikata-kan MMS, pemerintah dan rakyat Bolmong bersatu se-dang berjuang kembali untuk mendirikan Propinsi Bolmong.
Sementara itu, Darmin Nasu-tion dalam sambutannya sa-ngat berterimakasih telah di-sambut dengan tarian adat. “Saya sebenarnya cukup fa-miliar dan pernah datang ke Kotamobagu. Sejak tahun 2001 pernah datang,” ung-kapnya.
Dikatakan, masyarakat Ko-tamobagu merupakan warga yang ramah dan rendah hati.
Mengenai pemekaran Propin-si Bolmong, ia mengatakan hal itu merupakan sebuah perjua-ngan yang sangat berat dan harus didukung oleh segenap masyarakat. “Itu urusan per-juangan dan harus didukung,” ucapnya sambil tersenyum.
Diketahui, Darmin Nasution datang ke Bolmong untuk me-ngunjungi kampong halaman istri tercintanya, Hj Salsiah Ulfa Sahabi Manoppo. Darmin datang ke rumah dinas Bupati Bolmong sekitar pukul 10.30 WITA. Sebelum masuk ke da-lam rumah dinas, ia disambut dengan tarian adat Bolmong. Awalnya, Darmin disambut dengan tarian Tuwitan atau seni perang untuk penyam-butan tamu agung.
Setelah itu disambut dengan tari Wela yang dibawakan oleh enam orang pemuda-pemudi asal Bolmong. Usai disambut dengan beberapa tarian, Darmin dan istri serta kerabatnya kemudian menuju pintu masuk rumah dinas Bupati Bolmong. Di situ, telah menanti MMS dan Kapolres Gatot Tri Suryanta serta pemimpin SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Bolmong.
Kedatangan Gubernur BI ke Bolmong hanya bersifat kunjungan biasa. Pria berdarah batak ini kebetulan memiliki istri yang merupakan warga Bolmong dan tinggal di kelu-rahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur. Ia datang ke Bolmong setelah melakukan kunjungan kerja ke Propinsi Gorontalo, untuk meresmikan kantor BI di wilayah tersebut.(cop)

Sumber: Harian Komentar, 1 Nopember 2010

Persoalan Lurah Mongondow

Wali Kota ‘Putar Otak’
POSKO, KOTAMOBAGU — Masyarakat terus melakukan penolakan penempatan lurah Kelurahan Mongondow Kecamatan Kotamobagu Selatan, Ham Rumoroy.  Mereka bersikukuh, Wali Kota Kotamobagu, Drs H Djelantik Mokodompit, harus mengganti dengan figur lain, siapapun dia, yang penting bukan Rumoroy.

Aksi turun ke jalan dan melakukan penyegelan kantor lurah setempat pada Rabu malam (1/9) sekira pukul 20.00 Wita, kembali berlanjut pada keesokan harinya.  Padahal, usai aksi yang pertama, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Camat, Kapolsek, dan anggota DPRD setempat, sudah melakukan negosiasi dan meminta masyarakat bersabar, sambil menunggu aspirasi mereka disampaikan ke wali kota dan Baperjakat, sebagai penentu kebijakan penempatan lurah serta pejabat lain.
Serangkaian pertemuan antara tokoh-tokoh di kelurahan tersebut pun telah dilakukan oleh pihak Pemkot, namun tuntutan masyarakat tetap teguh, lurah harus diganti.  ‘’Pokoknya torang nimau tu lurah itu bale ulang.  So jelas kwa dulu dia nyanda cocok dan ditolak di sini, kiapa kong mo kase jadi ulang lurah,” ujar warga.
Pihak Pemkot Kotamobagu ketika dikonfirmasi melalui juru bicara, H Muhammad Agung Adati, dijelaskan saat ini persoalan tersebut sedang dibicarakan secara serius oleh pihak pemkot.  ‘’Semua keluhan masyarakat sudah disampaikan ke wali kota, tinggal menunggu langkah apa yang selanjutnya akan diambil.  Kami minta masyarakat bersabar dan mempercayakan semua persoalan ke pemerintah, semoga akan ada jalan keluar yang terbaik,” katanya.
Sementara itu, wali kota yang menerima perwakilan masyarakat Kelurahan Mongondow di kediamannya, jalan Ahmad Yani, usai menggelar buka puasa bersama dengan dengan jajaran SKPD Pemkot Kotamobagu, kemarin malam mengaku sudah mendapat gambaran jika Senin (6/9) ini ada penggantian lurah.  ‘’Penggantian tersebut akan diseriusi oleh walikota. Buktinya pak wali telah menjanjikan pencopotan lurah mongondow, dan pak camat akan jadi pelaksana lurah sementara Kelurahan Mongondow,” jelas Rahmat Paputungan usai pertemuan. (708)

Sumber: Harian Posko Manado, 04 September 2010

Inilah 145 Nama CPNS Penerima NIP (CPNS KK 2009)

Inilah 145 CPNS Penerima NIP Itu
SEBUAH surat dari BKN (Badan Kepegawaian Negara) Kantor Regional XI Manado yang ditujukan kepada Kepala BKN di Jakarta, akhirnya memastikan bahwa penantian para CPNS Kota Kotamobagu akan terbitnya NIP mereka terjawab. Sayang, jawaban yang keluar itu ternyata jauh dari harapan.
Sebab, dari 354 CPNS yang diusulkan Pemkot Kotamobagu, ternyata hanya 145 orang saja yang dinyatakan berhak mengantongi NIP. Siapa saja mereka? Inilah bocoran yang didapat Komentar dari Kantor BKN di Jakarta, berisi daftar nama ke-145 CPNS yang NIP-nya sudah terbit.


1.      MOHAMAD IRAWAN MOKODONGAN
2.      SISKA DEWI INDRIANI POTABUGA, SH
3.      IKA MARDIYANY DOMU, AMd.Far
4.      HASPIA POBELA, AMd.Kep
5.      DODI TRISNAMIJAYA MALAH, AMd
6.      ERIC FEBRIANA, Am.Dg
7.      VEIDENY R.H NENDER, AMd.Keb
8.      CHANDRA SANIMAN, SH
9.      MARIA MAGDALENA ZEKE, SSi
10.      AHMAD RIDUAN SIMBALA, AMd.Kep
11.      RIFKA FEBRIANTY GINOGA, AMd.Kep
12.      MARIANA OLIVIA LABOLAANG, SSi
13.      PINGKAN LIDYASANTY MAKALALAG
14.      I NENGAH MANDI, AMd
15.      YATSRI SATRIA NGADIMAN, AMd.Keb
16.      DEYSI MASWITA RAUPU
17.      OLIVIA NIBONG, AMd.Kep
18.      DEBBY CHINTIA DEWI MONTOL, SE
19.      YELIANI ADJAMI, AMd.Kep
20.      AGIL PERWITA, SPd
21.      HARYONO SAPUTRA MANOPPO, SP
22.      EKA KARTINI LUNDETO, SPt
23.      OLDEN WEIN KAKALANG, AMd.Kep
24.      NELDA ASSI
25.      ALEXANDRA MARIONES TULAK, SPt
26.      SANDY FEBRINA ANTHONI, SPt
27.      SUGIARTO, AMd
28.      TIGOR HANCE JOSEPH GULTOM, SPt
29.      FITRI H MAMONTO AMd.Keb
30.      MEDIARI LADALA AMd.Keb
31.      JULIANA PERMATA DEWI MOKODOMPIT
32.      IRMA MOKOAGOW, AMa.Ak
33.      STEPHANIE NOVA, SPd
34.      SUPRYADI UI, SPt
35.      YASTI ASSI, SPd
36.      IKA MERDEKAWATI PAPUTUNGAN
37.      HASNI DILAPANGA, SPd
38.      NI WAYAN SRIWAHYUNI, AMd.Kep
39.      ARNO H MAMONTO, S.I.P
40.      MAIKEL LAURENS RONDONUWU, SPd
41.      SULTRIANA LA ODE, S.IP
42.      ASTIN ADJILAHU, AMa.Pd.SD
43.      PRABUNDANI NINI PAPUTUNGAN
44.      LELY WAHYUNI HATAM, SPd
45.      FRANKY SUATAN, AMd
46.      YUSTITIA MARELU, AMd.Far
47.      LUTFI I BAKARI, SPd
48.      SUSILAWATI DONDO, AMd
49.      IRMA SURYANI MUJUR, SPd
50.      IWAN KAMASAAN, SPd
51.      RENTI LINGGOTU, SH
52.      TEYSI ANGKARA S.Farm.Apt
53.      APRI DJ. PAPUTUNGAN, SE
54.      MAYA EKA BINTARAWATI
55.      ARFANDI PONTOH, AMKL
56.      FAHRIN AMBARU, S.I.P
57.      AUGUSTINUS HENDRIK FROBEL
58.      EKO CHANDRA MASHUDI, SSos
59.      LADY SIWU, SPd
60.      MOHAMAD YASIN KOBANDAHA
61.      HADIJAH MILE, AMKL
62.      JOHN FERDINAND ANSOW, S.I.P
63.      DEWI ANGRIANY, SKM
64.      MUHAMAD SUBHAN LANGGA, SE
65.      DEYSI GOLASIK, AMd.Kep
66.      GUNAWAN IJOM, AMd.Ft
67.      FRATIWI PAPUTUNGAN, SPd
68.      DEVI RISMANTI DETU, S.PSi
69.      KARTIKA SARI MOKOAGOW, SE
70.      YAYU KURNIATI MANGGO, AMd
71.      MEYVI TAPIRONGKO, AMd.Keb
72.      MARINI MOKOGINTA, S.PSi
73.      MAYA MEISKE ARAY, AMd.Ft
74.      NERYLISTIANA KOBANDAHA, AMd.Keb
75.      RINA NURAINI, ST
76.      dr ISWANTO KOROMPOT
77.      ADRIAN HERDI DAYOH, S.IP
78.      NI NYOMAN SAWITRI, AMd.Keb
79.      FEIBY SIMBUANG, SKM
80.      RUM MOKOAGOW, S.I.P
81.      HENDRA MANOPPO, SP
82.      ARLEEN GRACE KOWAAS, AMd.Kep
83.      FUAD MUSTAFA, A.Md
84.      NOVRIANTI ANDALE, AMd.Keb
85.      LISNAWAY KAAWOAN, SKM
86.      dr VENNIE MAYULU
87.      NUR AFNI GINOGA, AMd.Kep
88.      IRWANTO HAMIM, AMd.Kep
89.      NI NYOMAN DEWI ASRI ASTIKA, SE
90.      ARINIATY PAPUTUNGAN, AMd.Kep
91.      CKOCKON RANDY AXEL CARUNDENG
92.      dr WYDIA POTABUGA
93.      SAMSURI MAMONTO
94.      MIRANTY MOKODOMPIT, S.Hut
95.      MOHATIR MUHAMAD YASIN
96.      MU’AMAR MOKOAGOW, AMd.Rad
97.      SRI WAHYU BUTSIANTORO MOKOLINTAD
98.      HERMAWAN MANOPPO, SE
99.      ARISTA A. MOKOGINTA, SSos
100.    NORMAN JAYA MUIS, ST
101.    SRI PURNOMONINGSIH KOESHARTATO, SE
102.    RAHMA PUSPITA NADING, AMd.Rad
103.    dr KIRANA PRASANTY MOKOAGOW
104.    dr SAFRI TEGEMA
105.    TISKA LIDYA KANDOU, AM.KG
106.    SOFYAN COSTERMAND PANINGGIRANG
107.    ANITA FRANSI RORY, AMd.Kep
108.    YUDDITHA PAPENE AM.KG
109.    JOICE ANCE TUMANDUK, S.E.Par
110.    ANDIKA SETIAWAN PAPUTUNGAN
111.    ANDI SUKIRMAN NUR, S.T
112.    ALFINA MARIANI RUSTIWAN, AM.KG
113.    LETTY DETU, ST
114.    AHMAD MANSUR, SE
115.    DIAN INDRIANA BAGAYA, S.T
116.    HARIWIJAYA PAPUTUNGAN, AMa.TS
117.    MAIMUN IBRAHIM, S.K.M
118.    FEIBRY SASIKOME, AMd.Kep
119.    HASTUTI AMANDA LIMO, AM.KG
120.    KIFLI FINGLI BOLANG, AMd
121.    WINDY HERAWATY MONOARFA, ST
122.    YASSER BOULU, AMd
123.    RIZKY AMALIA, AMd
124.    GRACE PAULINA LOHONAUMAN, SE
125.    AISJAH PARANSA, SH
126.    RUKMINI RUSTAM, AMd
127.    RISKA PAKAYA, AMd
128.    FLORA FEYBI FRANSISKA RUNTUWENE, SE
129.    DIDIT SURYADI, SH
130.    SULASTRI MAKALALAG, A.Md.Kep
131.    LUSIANA SUGEHA, S.IP
132.    WIWIN KLIWANA MOKOGINTA, SH
133.    SALPIA LAOH, S.Sos
134.    HERNAYULIANINGSIH S KUMAYAS A.Md
135.    SHINTA HERAWATI MANOPPO A.Md.Kep
136.    EDWIN TAYU, SH
137.    STANLLEY MONGI AM.KL
138.    IBP. NATHA KUSUMA SURYANINGRAT
139.    SINTIAWATI SANIMAN, A.Md.Kep
140.    MIRAWATI GINOGA, AMd
141.    RINI LESTARI SUGEHA, AMd.Kep
142.    OLIVIA DILAPANGA, AMG
143.    REGINA ONGANE MOKOGINTA, ST
144.    SEISY RIZKIANI, SH
145.    EKA SETIAWAN MANDENG, ST

Sumber: Harian Komentar, 04 September 2010

Indonesia Masih Ranking Ke-3 Pengguna Facebook Terbanyak

JAKARTA, KOMPAS.com — Facebook telah mengumumkan jumlah akun penggunanya yang mencapai 500 juta. Sayangnya, situs yang digawangi oleh Mark Zuckenberg ini tidak memperinci negara-negara mana saja yang menyumbangkan kontribusi terbesar dalam total akun tersebut.

Nah, awal pekan ini, situs Royal Pingdom mencoba untuk membeberkan secara detail negara-negara pengakses Facebook terbanyak. Royal Pingdom menggunakan data dari Google Ad Planer yang menyediakan data statistik online.

Google Ad Planer menghitung, 550 juta akun menyambangi Facebook setiap bulan. Angka ini melampaui data yang dirilis oleh Facebook. Nah, dengan penghitungan 550 juta akun ini, Royal Pingdom mencatat negara-negara yang mendongkrak jumlah akun jejaring sosial ini.

Sepuluh negara terasa yang ada di Facebook nyatanya telah menyumbang 58 persen dari total pemilik akun di Facebook. Indonesia ada di peringkat ketiga setelah AS dan Inggris. (KONTAN/Femi Adi Soempeno)

Ini dia peringkat 10 besar negara penyumbang akun terbesar Facebook:

1. AS (130 juta)
2. Inggris (28 juta)
3. Indonesia (26 juta)
4. Italia (26 juta)
5. Perancis (21 juta)
6. India (21 juta)
7. Jerman (18 juta)
8. Meksiko (16 juta)
9. Turki (16 juta)
10. Kanada (15 juta)

Sumber: Harian Kompas

HUT PROKLAMASI RI KE-65 DI TANAH TOTABUAN

Bolsel Hikmat, Boltim Biasa Saja, Kotamobagu Meriah, Bolmong Butet Jadi Primadona

Bendera Merah Putih Selasa (17/) kemarin, serentak berkibar di Tanah Totabuan, dikawal Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), usai sirene detik-detik peringatan kemerdekaan untuk yang ke-65 kalinya digaungkan.  Pemandangan berbeda dan unik di masing-masing daerah yang ada, membuat peringatan HUT Proklamai tahun ini sedikit berbeda.

WILAYAH Bolmong Selatan (Bolsel), Pemangku Penjabat Sementara Bupati, Drs AR Mokoginta, memimpin langsung upacara yang dihadiri ribuan peserta, terdiri dari unsur Muspida, Pejabat teras, PNS, siswa, dan masyarakat, berjalan lancar serta hikmat.  Ibadah puasa pun tak menghalangi peserta upacara menegakkan tanggan, hormat bendera diiringi lagi kebangsaan Indonesia Raya.
Drs A.R.Mokoginta sebagai inspektur upacara, yang juga dibarengi dengan pembacaan naskah Proklamasi oleh Ketua Dekab Bolsel Abdul Razak Bunsal SE, yang berhasil menyedot perhatian warga, selain dihadiri oleh pimpinan SKPD, PNS, pelajar SD, SMP dan SMA, juga turut disaksikan oleh Sangadi, toko masyarakat, tokoh agama dan pejuang kemerdekaan, juga turut dihadiri oleh Calon Bupati Drs Arudji Mongilong.
Di Bolmong Timur (Boltim), upacara berjalan lancar dan biasa saja.  Bahkan, masyarakat sempat dibuat bertanya-tanya, karena dari 20 anggota Dewan Kabupaten, tidak sampai setengahnya hadir dan larut bersama dalam peringatan HUT RI kemarin.  Namun begitu, menurut Kepala Bagian Humas, Rizky Lamaluta, upacara yang diinspekturi PPS Bupati Kandoli Mokodongan, berjalan lancar.
Lain dari yang lain, di Kota Kotamobagu, kemeriahan HUT RI yang sudah terasa sejak sebulan terakhir, seluruh penjuru kota dihisasi ornament kemerdekaan, umbul-umbul dan bendera merah putih, akhirnya memuncak kemarin di bawah komando Walikota Drs Djelantik Mokodompit.  Dipesankannya pada kesempatan itu, seluruh masyarakat khususnya pemuda di seluruh tanah Totabuan, untuk bersatu padu dengan semangat proklamasi.
Sementara itu, lain daripada yang lain di Bolmong induk.  Gelaran upacara peringatannya memang berjalan sebagaimana di daerah lain.  Namun, Bupati Hj Marlina Moha Siahaan, yang untuk kali terakhirnya menjadi inspektur upacara, menjadi primadona.  Semua pasang mata tertuju padanya sejak awal hingga akhir upacara.  Ramai dibicarakan, ini sekaligus upacara perpisahan dengan sang bupati, meski masih ada setahun tersisa masa jabatannya.  Usai upacara, Siahaan pun dikerubuti PNS dan masyarakat untuk foto bersama. (708)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010

Merah Putih Dikibarkan Terbalik di Papua

DETIK-detik proklamasi yang diringi dengan bunyi sirene serta suara dentuman sebanyak 17 kali, pertama-tama dilaksanakan di ujung timur Indonesia, tepatnya di Papua. Hal itu karena perbedaan waktu dua jam lebih awal antara wilayah Barat dengan wilayah Timur Indonesia.
Hanya saja, peringatan HUT Proklamasi di Propinsi Papua Barat dipusatkan di Manokwari diwarnai insiden memalukan. Di hadapan Inspektur Upacara Gubernur Papua Barat Abraham O Ataruri, bendera merah putih terbalik saat akan dikibarkan. Pengibar bendera Pedy Idowari, Fajar Rustam dan Abdul Kadir serta komandan Paskibraka Lettu Kadiwaru. Sedangkan perwira upacara saat itu Kapten In-fanteri Irawan, Komandan upacara Mayor Infanteri Robert Morin yang juga Kepala Staf Kodim 1703 Manokwari.
Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono membe-narkan hal itu. “Terjadi keteledoran saat bendera akan dikibarkan, yang putih jadi di atas dan merah di bawah, tapi saat itu juga langsung dihentikan dan diperbaiki,” kata Wachyono.
Sementara itu, pengibaran bendera merah putih raksasa di wilayah perbatasan, Wu-tung Kota Jayapura, menyedot perhatian warga perbatasan. Ukurannya memang luar biasa, 165 x 47 meter. Tak hanya warga sekitar, beberapa warga dari penjuru Kota Jayapura ternyata ikut berbondong-bondong datang ke perbatasan. Mereka ingin menyaksikan secara dekat bagaimana prosesi pengibaran bendera merah putih yang diklaim terbesar di dunia itu. “Saya bangga dengan acara pengibaran bendera ini,” Cici, salah satu warga yang menyaksikan pengibaran tersebut, Selasa (17/08) kemarin.
Bendera raksasa ini adalah prakarsa dan ide dari para pemuda mau pun pemerintah Kota Jayapura. Masyarakat berharap pengibaran bendera raksasa ini, bisa menginspirasi seluruh pemuda dan pemudi di Papua untuk lebih bersemangat lagi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Prosesi pengibaran bendera merah putih raksasa berlangsung sejak pukul 13.45-14.10 WIT. Pengibaran tersebut melibatkan ratusan warga dengan dibantu anggota TNI/Polri. Pengibaran bendera raksasa juga mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat keamanan di wilayah perbatasan. Ukuran bendera dengan panjang 165 x 47 meter dan bobot 550 kilogram ini, diharapkan bisa tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).(vvn/dtc)

Sumber: Posko Manado, 18 Agustus 2010

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.